Dibaca: “Yaa Siin”

•8 Desember 2009 • & Komentar

Sejatinya, bahasa Arab terutama bahasa Al Qur’an memang tak bisa digantikan dengan bahasa lain. Segala bentuk transliterasi bahasa arab ke dalam bentuk bahasa lain kadang menimbulkan masalah tersendiri. Seperti kisah berikut ini. Di sebuah pesantren, terdapat tiga orang calon santri. Meskipun umur mereka sudah cukup (katakanlah anak SMA), tetapi mereka benar-benar tidak bisa membaca Al Qur’an sama sekali. Walaupun demikian, mereka bisa membaca tulisan huruf latin (bahasa Indonesia). Sungguh ironis memang. Pencapaian Ilmu umum kadang tidak seimbang dengan ilmu agama. Maka tak heran, banyak dari kita sebagai orang tua lebih mengutamakan ilmu umum untuk dipelajari dengan mengesampingkan ilmu agama. Padahal keduanya multak diperlukan.

Maka diadakanlah tes untuk menguji sejauh mana pemahaman agama mereka. Tes-nya sih gampang banget, hanya disuruh membaca Al Qur’an. Untuk menutupi rasa malunya, mereka pun mengusulkan agar di tes membaca surat Yaa Siin saja, bukan bacaan dari kitab Suci Al Qur’an. secara utuh. Kebetulan mereka sudah mempersiapkan buku Surat Yaasin Seperti yang beredar di masyarakat ketika ada yang meninggal dunia. Pemilihan surat ini bukan tanpa alasan. Mereka menginginkan bacaan surat yang sudah di transliterasi ke dalam bahasa Indonesia. Maksudnya, selain tulisan arab, ada juga tulisan Indonesia-nya gitu.

Lanjutkan membaca ‘Dibaca: “Yaa Siin”’

Musuh dan Sahabat Iblis

•8 Desember 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Dalam sebuah kisah yang diriwayatkan Wahab bin Munabbih, Allah Swt pernah memerintahkan kepada Iblis untuk mendatangi Rasulullah Saw. Hal ini dimaksudkan agar Rasulullah bertanya apapun kepadanya. Dan Iblis memang diperintahkan oleh Allah untuk menjawab dengan jujur semua pertanyaan Rasulullah termasuk membuka semua rahasia-rahasianya. Ia datang dengan rupa orang tua yang bagus dan rapi serta memegang tongkat. Dalam kesempatan itu Iblis menjelaskan tentang orang-orang yang akan menjadi musuh-musuh dan sahabat-sahabatnya.

Lanjutkan membaca ‘Musuh dan Sahabat Iblis’

Finansial Barokah

•8 Desember 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Apa yang akan anda lakukan ketika mendapat uang (sedikit atau banyak jumlahnya)? Mm..  sebagian besar dari kita tentu akan berfikir bagaimana menghabiskan uang tersebut untuk belanja, beli ini itu, bayar ini itu dan lain-lain. Pendek kata, alokasi terbesar dari uang tersebut tentu adalah belanja. Selain menjadi alokasi terbesar, belanja juga kadang menjadi skala prioritas kita sehari-hari. Maka tak heran, berapapun penghasilan kita, entah itu sangat besar sekalipun, kenapa kok rasanya selalu kurang? Bahkan tidak mungkin malah yang terjadi justru defisit keuangan. Namun di lain pihak, ada juga orang yang penghasilan yang sedikit ternyata tidak merasa kekurangan sekalipun, justru selalu lebih. Apa yang sesungguhnya terjadi?

Inilah yang diceritakan Pak Syafi’i Antonio, salah satu pakar ekonomi islam yang hebat di Indonesia. Saya paling suka kalo Pak Syafi’i Antonio berceramah. Materi yang beliau kemukakan selalu memberikan pencerahan dan ilmu baru terutama masalah ekonomi berbasis syariah yang mestinya diterapkan di seluruh aspek lembaga finansial di Indonesia. Terbukti kan, bank-bank berbasis syariah relatif lebih ‘tahan’ menghadapi krisis global dibandingkan dengan bank-bank konvensional berbasis ‘bunga’. Berkaitan dengan masalah penghasilan tadi, selain faktor ‘keberkahan’ dari harta yang kita miliki, ternyata perlu kiat-kiat khusus dalam mengelola keuangan kita. Pak Syafi’i mencontohkan sebagai berikut. Misalkan kita memiliki uang sebanyak Rp. 2.000.000. Piramida berikut menggambarkan alokasi keuangan yang kita miliki berdasarkan skala prioritas.

Lanjutkan membaca ‘Finansial Barokah’

Keluarlah dari Dirimu!

•6 Desember 2009 • 1 Komentar

Suatu hari aku membaca buku yang berjudul Futuhul Ghaib (di Indonesiakan menjadi “Menyingkap Rahasia Keghaiban Hati”) karya Syekh Abdul Qadir Al Jailani, seorang yang pernah dijuluki pemimpin para wali Allah. Semenjak dulu aku sangat menyukai sosok beliau. Bahkan manaqib-nya sering dibaca oleh banyak orang demi untuk mengharap keberkahan dengan harapan, doanya akan dikabulkan oleh Tuhan. Dalam buku yang kubaca ini, sampailah aku pada sebuah tulisan yang menarik: “Keluarlah dari dirimu dan serahkan sepenuhnya kepada Allah”. Sekali lagi kubaca tulisan itu. Kali ini dengan perlahan-lahan dan penuh makna. Lalu kuteruskan bacaanku. “Keluarlah dari dirimu sendiri, dan serahkan sepenuhnya kepada Allah. Penuhi hatimu dengan Allah. Patuhlah kepada perintah-Nya dan larikanlah dirimu dari larangan-Nya agar nafsu badaniahmu tidak memasuki hatimu setelah ia keluar. Janganlah menghendaki sesuatu yang tidak dikehendaki Allah, karena kehendakmu tidak sesuai dengan kehendak Allah. Jika kehendak itu kau turuti, maka ia akan merusak dirimu dan menjauhkanmu dari Allah. Bertawakallah kepada Allah”. Sampai disini, aku berhenti membaca. Menarik nafas panjang dan berfikir sejenak. Apa yang sebenarnya dikehendaki Allah akan diriku?

Lanjutkan membaca ‘Keluarlah dari Dirimu!’

‘Ramalan’ Kiamat dari Rasulullah

•3 Desember 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Sudah bulan Desember. Berarti tak kurang sebulan lagi kita akan berganti tahun menjadi tahun 2010. Waktu memang berjalan cepat sekali tanpa bisa dihentikan. Konon katanya, setahun seperti sebulan, sebulan seperti seminggu, seminggu seperti sehari, sehari seperti sejam, sejam seperti semenit, semenit seperti sedetik, sedetik seperti sekejap mata. Huiih, setelah itu tahun 2011 dan kemudian tahun 2012. Appa? 2012?? Yupp, bener banget. Emang ada apa?? Ih, gak denger berita heboh ya. Menurut kalender SUku Maya, tahun 2012 diprediksi sebagai akhir dunia. Mungkin tahun itu, adalah tahun terakhir umur bumi, setelah itu.. duarr! Bumi kiamat! Appa???? (tak kalah kaget-nya). Aduh.. aduh… ketinggalan berita banget sih. Berita heboh ini sudah menyebar hampir ke seluruh penjuru negeri. Bahkan tidak tanggung-tanggung, Hollywood dengan imajinasinya berhasil membuat gempar dunia dengan membuat film dengan judul 2012. Film ini mengisahkan tentang akhir dunia yang mereka sebut ki-a-mat. Seperti memiliki timing yang pas, strategi pemasaran film ini benar-benar sukses-ses. Hollywood untung besar. Isu yang tercipta telah membuat sebagian besar orang penasaran, gimana sih visualisasi (seandainya benar) tentang proses kejadian hari kiamat di tahun 2012.

Lanjutkan membaca ‘‘Ramalan’ Kiamat dari Rasulullah’

Belajar Menjadi Sufi

•3 Desember 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Nasuh adalah seorang lelaki muda, ia bekerja di panti pijat istana khusus untuk wanita. Karena itu ia mencitrakan dirinya bukan sebagai laki-laki. Namun ketika bekerja memandikan dan memijat para putrid raja ia sering tidak kuasa menahan kodratnya sebagai laki-laki. Ia sering bertaubat, tetapi kelezatan duniawi membuyarkan segala keyakinannya. Suatu saat, ia bertanya kepada seorang arif (sufi) dan meminta doa kepadanya. Sang sufi menjawab, “Semoga Allah menolong anda dalam taubat anda”. Doa sang sufi pun ternyata dikabulkan yang mengantarkan Nasuh pada sebuah peristiwa penting yang mengubah jalan hidupnya. Nasuh tetap bekerja seperti biasa, namun suatu waktu anting-anting putri raja hilang. Semoga orang diperiksa untuk mencari keberadaan anting-anting yang mahal harganya tersebut. Meskipun tidak merasa mengambil benda tersebut, Nasuh luar biasa takut. Pasalnya, dia-lah orang yang selama ini melayani putri. Ia sangat takut dituduh mencuri oleh Sang Raja yang kemudian akan dijatuhi hukuman berat. Maka ketika akan diperiksa, Nasuh tiba-tiba saja pingsan karena begitu takut.

Lanjutkan membaca ‘Belajar Menjadi Sufi’

Detektif-nya Agatha Christie

•3 Desember 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Apakah anda suka dengan adegan seseorang yang tergeletak di kamar dengan sebuah pisau tertancap di dadanya tanpa ada yang tahu penyebab kematiannya? Atau anda suka memecahkan teka-teki rumit yang membutuhkan daya nalar lebih untuk menyelesaikannya? Atau anda menyukai hal-hal misteri untuk segera dipecahkan? Jika iya, berarti anda memang menyukai hal-hal yang berbau detektif. Banyak banget loh buku tentang detektif dari penulis-penulis terkenal macam Sir Arthur Conan Doyle, Stephen King, Edgar Allan Poe, Charles Dickens dan Agatha Christie. Nama yang disebutkan terakhir ini akan kita bahas sedikit dalam tulisan ini.

Sebenarnya banyak banget karya Agatha Christie dan semuanya rata-rata berkisah tentang hal-hal yang berbau-bau detektif atau peristiwa misterius yang menggelitik logika berpikir kita. Membaca karya-karya Agatha Chistie seolah mengajak kita untuk berfikir dan terus berfikir dengan berbagai macam logika-logika yang diciptakannya dalam menyelesaikan suatu kasus. Kadang penyelesaian akhir dari kisah-kisah tersebut sungguh jauh dari pemikiran kita. Itulah hebatnya Agatha Christie yang pernah dijuluki ‘Queen of Crime’. Kita akan dibuat penasaran dengan jalan cerita yang rumit dan melelahkan. Ending ceritanya kadang-kadang benar-benar tak terduga hingga tanpa sadar kita akan bilang, “Kok bisa sih kepikiran kayak gitu?”

Lanjutkan membaca ‘Detektif-nya Agatha Christie’

Qurban-nya Gede Bangeet!

•2 Desember 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Suatu hari selepas Hari Raya Idul Adha dua orang santri berbincang. Sepertinya mereka berbincang-bincang tentang qurban yang mereka laksanakan kemaren.

“Wah, apa kabar-nya nih, Kang?”
“Lumayan..”
“Kok lumayan?”
“Ya, habis mo gimana lagi”
“Btw, kemaren qurban nggak?”
Lanjutkan membaca ‘Qurban-nya Gede Bangeet!’

Idul Fitri vs Idul Adha

•26 November 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Umat Islam punya dua hari raya yang diperingati setiap tahun. Tentu kita udah banyak yang tau bukan? Yupp bener banget. Hari raya Idul Fitri yang jatuh setiap tanggal 1 Syawwal dan Idul Adha yang dirayakan setiap tanggal 10 Dzulhijjah. Dalam bahasa arab, kata ‘ied berarti kembali. Maka Idul Fitri berarti ‘kembali fitrah (suci)’ dan Idul Adha berarti ‘kembali berkurban’. Menariknya, kedua hari raya tersebut punya keunikan masing-masing loh. Mm.. apa aja perbedaan kedua hari raya tersebut. Check this out!

Lanjutkan membaca ‘Idul Fitri vs Idul Adha’

Tawashow di Pesantren

•25 November 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Suatu hari menjelang Idul Adha ada seorang lelaki datang menghadap Kyai Bisri. Dia bermaksud melaksanakan kurban dengan menyembelih seekor sapi. Namun sebelumnya dia berkonsultasi dulu dengan Kiai Bisri, apakah boleh berkurban seekor sapi untuk delapan orang? Menurut ketentuan fiqih, kurban satu ekor sapi hanya untuk tujuh orang saja. Padahal kelurganya ada delapan orang. Orang tersebut ingin di akhirat nanti satu keluarga bisa satu kendaraan ketika melintasi Shirathal Mustaqim, tidak terpencar-pencar. Mendengar penuturan tersebut, Kyai Bisri langsung menjawab tegas sesuai hokum syariat, “Tidak bisa. Kurban sapi/kerbau hanya berlaku untuk tujuh orang”. Kemudian orang tersebut menawar, “Pak Kyai, apa tidak ada keringanan. Anak saya yang terakhir ini baru tiga bulan”. Dengan menjelaskan dasar hukumnya, Kyai Bisri tetap menjawab, tidak bisa. Dan itu memang benar, hukum memang tidak bisa ditawar-tawar.

Lanjutkan membaca ‘Tawashow di Pesantren’