SekePING! Harap untuk Karro di Tanah Borneo

Ping! Sekeping nurani terjerembab di antara lubang-lubang keresahan. Api mulai menjalar membakar hutan pertiwi, mengeraskan hati, menggersangkan jiwa. Kulihat pongo pygmaeus berlari dalam kepanikan. Berteriak-teriak, dengan suara lengkingan yang sungguh menyayat hati. Tempat tinggalnya terampas api. Lalu sebagian dari mereka terbantai dengan leher terpenggal. Darah mengucur, berceceran mengguratkan tulisan nestapa bernama tragedi. Masih kuingat jelas wajah-wajahnya di televisi. Wajah resah, yang kini tanpa nyawa.

Ping! Sekeping geram menggelegak ketika sebagian fakta kita ketahui, pelakunya ternyata bukanlah dari negeri sendiri. Mungkin, ada pula oknum-oknum tak kasat mata, yang demi kepentingan materi rela menggadaikan nasib bangsa sendiri untuk kepentingan pribadi. Lalu, ketika pelaku tertangkap, digiring di meja pesakitan. Ah, tiba-tiba geram semakin memuncak manakala mengetahui, pelakunya hanya dihukum “ringan” atas kejahatan “berat” yang mereka lakukan. Rasanya ingin berteriak, “Pak Hakim, anda salah memvonis!”, tapi suara itu hanya tertahan di kerongkonganku sendiri.

Lanjut membaca

By pondokhati Posted in BUKU

Lelaki yang Hendak Menipu Tuhan

Setiap kali Rasulullah bercerita, para Sahabat selalu antusias untuk mendengarkannya. Rasulullah Saw adalah seorang pencerita yang baik. Setiap kata yang dikeluarkan dari mulutnya adalah kebenaran, meskipun diselingi dengan canda tawa. Ini tak lain agar para sahabat tertarik dan secara tidak langsung belajar tentang keimanan dan ajaran Islam dari kisah-kisah penuh hikmah.

Dalam buku Canda Bersama Rasulullah (Isnaeni Fuad), salah satu cerita yang pernah dikisahkan Rasulullah Saw dalam suatu majelis adalah kisah tentang orang bodoh yang hendak menipu Tuhannya dalam suatu pengadilan di akhirat. Diriwayatkan dari Anas bin Malik RA, “Suatu ketika kami bersama Rasulullah. Sambil tersenyum, beliau lalu berkata, ‘Tahukah kalian mengapa aku tersenyum?’ Kami pun menjawab, ‘Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui.’

Kemudian beliau bercerita kepada kami tentang seseorang yang berdialog dengan Tuhannya. Orang itu berkata, ‘Ya Allah, apakah aku bisa diselamatkan dari kezaliman?’ Allah menjawab, ‘Ya, (kamu bisa diselamatkan dari kezaliman).’

Selanjutnya, orang tadi pun berkata, ‘Jika demikian, aku tidak akan memperkenankan seseorang menjadi saksi atas diriku, kecuali aku sendiri.’

Lanjut membaca

Penghuni Terakhir yang Masuk Surga

Sebagaimana kita ketahui, dalam I’tiqad Ahlusunnah Wal Jama’ah, orang kafir akan kekal selamanya di dalam neraka. Berbeda dengan orang kafir yang kekal di neraka, orang mu’min (yang beriman), tetapi memiliki dosa tidak akan kekal di neraka. Orang mu’min yang memiliki dosa dan mati sebelum bertaubat akan masuk ke dalam neraka untuk sementara. Tetapi setelah hukuman selesai, ia akan dikeluarkan dari neraka dan masuk dimasukkan ke dalam surga.

Dalam buku Canda Bersama Rasulullah, Isnaeni Fuad menceritakan sebuah kisah unik tentang seorang penghuni neraka yang terakhir masuk surga. Kisahnya sendiri diceritakan oleh Rasulullah kepada para sahabatnya dengan tujuan untuk menambah kemantapan iman mereka.

Ibnu Mas’ud meriwayatkan Rasulullah Saw pernah bercerita, “Aku mengetahui orang yang paling akhir keluar dari neraka dan paling akhir memasuki surga. Dia keluar dari api neraka sambil merangkak.

Setelah berhasil keluar dari jurang neraka, kemudian Allah berkata kepadanya, ‘Pergilah dan masuklah ke surga.’

Lanjut membaca

Mari Menghitung Zakat Pertanian

Tengoklah sebentar di sepanjang jalan yang kiri-kanannya terbentang sawah. Akan kita lihat para petani dan buruh tani yang sedang bergembira memanen padi mereka. Meski lelah, senyum tak lekang dari wajah mereka. Sepertinya, musim tanam tahun ini berhasil dengan baik. Hasilnya cukup melimpah. Tentu itu semua berkat rahmat Allah Swt. Maka dari itu, ada bagian dari harta kita yang tak boleh dilupakan. Allah memerintahkan kita untuk menafkahkan (infaq) sebagian dari rezeki kita untuk mereka yang membutuhkan. Yang wajib dinamakan zakat, sedangkan yang sunnah dinamakan shodaqoh.

Berkaitan dengan masalah zakat, para ulama fiqih telah menyusun dasar hukum syara’ yang jelas bersumber dari Al Qur’an, Hadist, Ijma dan Qiyas.  Seperti misalnya, dalam kitab Sullamut Taufiq, Imam Nawawi Al Bantani menjelaskan bahwa unta, sapi, binatang ternak (kambing dan biri-biri), kurma, anggur kering dan tanaman yang dijadikan makanan pokok pada waktu subur bukan pada musim paceklik, emas, perak, barang tambang dari emas dan perak, barang simpanan zaman kuno dari emas dan perak, harta perdagangan dan fitrah wajib dizakati.

Lanjut membaca

Mengapa Tidak Mau Berzakat?

Seorang petani dengan mata berbinar melihat hasil panennya tahun ini melimpah ruah. Berton-ton padi masuk ke dalam gudangnya. Ia beranggapan, semua ini berkat kerja kerasnya yang tak kenal lelah mengelola sawah sehingga menghasilkan gabah yang melimpah. Senyumnya makin mengembang ketika membayangkan jumlah uang yang akan ia dapatkan jika gabahnya dijual nanti.

Sampai suatu hari, tiba-tiba saja anaknya sakit yang mengharuskannya dibawa ke rumah sakit. Dokter menyarankan untuk dioperasi. Namun, setelah semua dilakukan, sakitnya tak kunjung sembuh. Hartanya semakin lama semakin berkurang untuk pengobatan biaya anaknya. Hampir saja ia putus asa. Dalam gamang, ia bertemu dengan seorang ustadz. Diceritakanlah semua keluh kesahnya.

Sang ustadz pun bertanya, “Kalau boleh tahu, apa pekerjaan Bapak?”

“Saya hanya seorang petani”

“Berapa hasil panen yang Bapak dapat selama setahun?”

“Mm..  berapa ya, mungkin sekitar 10 ton lebih.”

Subhanallah. Apakah Bapak sudah menunaikan kewajiban?”

Lanjut membaca

Tentang Nama dan Sebuah Cerita

Dia mengenalkanku dengan seorang gadis SMA bermata sipit, Aisyah Putri. Gadis berjilbab yang lincah, aktif dan punya banyak teman. Aku juga berkenalan dengan keempat kakak lelakinya yang gokil. Vince, yang higienis (calon dokter), Harap, si plontos yang nyentrik, Hamka yang suka naik gunung, dan Iid yang jago karate tapi hobi masak. Hehe.. Dari Aisyah, aku mengenal islam dengan lebih mudah. Renyah tapi penuh makna. Khas remaja.

Di lain hari, dia mengenalkanku dengan Dinda. Seorang gadis yang fotonya mirip dirinya. Mengenal Dinda sungguh membuatku terenyuh. Bagaimana tidak, Dinda adalah potret muslimah tegar yang menghadapi kerasnya kehidupan di lingkungan penuh maksiat (daerah lokalisasi). Kemiskinan yang mendera, bapak yang pemabuk dan penjudi, adik-adik yang butuh belaian kasih sayang, kakak lelaki yang menghilang, dan ibu yang akhirnya meninggal karena sakit. Lengkap sudah penderitaan seorang Dinda. Namun, ia tak menyerah. Hingga akhirnya, Tuhan pun mengulurkan tangan untuk menolongnya. Lanjut membaca

3 Lelaki Misterius dalam Al Qur’an

Saya pernah membaca, ada tiga orang lelaki yang keberadaannya masih kontroversial. Apakah mereka seorang Nabi/Rasul? Ataukah seorang wali? Ataukah hanya manusia biasa yang diberikan kelebihan oleh Allah Swt. Saya sendiri menyebutnya sebagai lelaki-lelaki mistirius yang disebutkan dalam Al Qur’an. Bagaimana tidak, Al Qur’an tidak menjelaskan secara rinci tentang sosok mereka. Hanya saja, dari mereka kita bisa memperoleh begitu banyak pelajaran berharga.

Baiklah, karena rasa penasaran, saya pun mencari ayat-ayat tentang mereka. Inilah mereka dengan kisah-kisah menakjubkan yang diceritakan langsung dari Al Qur’an.

Lanjut membaca

Dari Pena untuk Dunia

Saya memang bukan anggota FLP. Maksudnya, saya tidak pernah terdaftar secara resmi di salah satu cabang FLP. Tetapi saya tahu FLP dari dulu. Sekitar tahun 2000/2001. Gara-garanya adalah pernah baca majalah yang isinya sebagian besar adalah cerpen, Annida. Kerennya lagi, cerpen-cerpen itu bukan kisah cinta picisan, tetapi kisah-kisah menakjubkan full hikmah. Selalu ada yang membekas di hati ketika selesai membacanya. Ruhani saya yang nge-drop serasa di-charge kembali. Tiba-tiba saja, ghirah untuk mempelajari islam pun meningkat secara signifikan. Seperti ada semangat yang buncah ketika membaca epik-epik keren dan penuh perenungan karya Mbak Helvy Tiana Rosa (HTR). Saya juga suka dengan serial Nida-nya Mbak Dian Yasmina Fajri yang sangat-sangat remaja namun tetep islami.

Dari majalah inilah, saya dapat info tentang sebuah organisasi kepenulisan yang saat itu baru berkembang. Namanya Forum Lingkar Pena (FLP) yang konon digagas oleh Mbak Helvy, Mbak Muthmainnah dan Mbak Asma Nadia sebagai founding mothers. Hehe. Belakangan saya akhirnya tahu, Mbak Asma adalah adik kandung Mbak Helvy. Asli! :)

Lanjut membaca

Tragedi Sandal Jepit

Seorang perwira polisi gusar karena beberapa pekan terakhir ini sandal di kost-annya selalu raib tak tentu rimbanya. Ia menduga, sandal itu dicuri oleh pemuda tanggung seumuran siswa SMK (15 tahun). Interogasi pun dimulai. Sayangnya dibumbui warna kekerasan. Entah bagaimana awalnya, kasus ini pun akhirnya dipidanakan. Tersangka akhirnya dikenai ancaman hukuman 5 tahun penjara. Prosesnya cepat dan tidak berbelit-belit.

Namun kisah ini tidak berakhir sampai di sini. Orang tua tersangka merasa tidak terima dengan perlakuan oknum polisi yang dianggapnya telah menganiaya anak mereka. Apalagi hukuman 5 tahun penjara dirasakan sangat tidak sebanding dengan kejahatan yg dilakukan tersangka, sang pencuri sendal. Lalu simpati pun mulai mengalir. Kasusnya meluas dan didengar banyak orang karena berita di media massa. Upaya pembebasan tersangka sekaligus kritikan tajam untuk oknum polisi pun dilakukan salah satunya adalah menggelar pengumpulan 1000 sandal untuk mereka. Berbagai merk sandal jepit terlihat menggunung, hasil sumbangan dari warga dari berbagai penjuru. Sandal berbagai model, warna dan ukuran. Ada yang masih baru, namun tak sedikit sandal butut bekas pakai. Terdengar lucu? Tapi ini kisah nyata yang terjadi di negeri kita.

Lanjut membaca

Al Qur’an,Bacaan yang Ajaib

Dulu saya tidak pernah mengerti, mengapa mukjizat terbesar Nabi Muhammad Saw justru Al Qur’an, “hanya” sebuah bacaan. Berbeda dengan Nabi/Rasul lain yang diberikan mukjizat yang kasat mata. Contohnya saja Nabi Ibrahim As yang beri mukjizat tidak mati ketika dilemparkan Raja Namrudz ke dalam api. Atau tongkat Nabi Musa As yang bisa berubah menjadi ular besar dan dapat membelah lautan. Atau Nabi Isa As yang mampu menyembuhkan orang yang sakit dan menghidupkan orang mati dengan izin-Nya. Bagi saya yang awam, mukjizat-mukjizat tersebut terlihat lebih mengesankan. Terlihat lebih kereen, dalam bahasa anak muda.

Namun belakangan saya sadar, bahwa Al Qur’an ternyata lebih dari yang kita kira. Adakah bacaan yang dibaca oleh jutaan orang (meskipun tidak mengerti artinya) tanpa bosan meski dibaca berkali-kali? Al Qur’an lahir ditengah-tengah kebudayaan kesusastraan Arab yang tengah berkembang pesat. Maka ketika Nabi Muhammad Saw hadir membawa Al Qur’an dengan bahasa susastra yang sangat indah, mereka (para kafir Quraisy) terkagum-kagum dan menganggap bahwa itu semua adalah sihir yang nyata. Masya Allah.

Salah satu bentuk mukjizat Al Qur’an yang luar biasa adalah aspek bahasa dikaitkan dengan hitungan matematisnya.. Dalam buku “Membumikan Al Qur’an”, Pak Quraish Shihab mengutip pernyataan Abdurrazaq Nawfal, dalam Al-Ijaz Al-Adabiy li Al-Qur’an Al-Karim. Ternyata dalam Al Qur’an mengandung keseimbangan jumlah kata yang luar biasa.

Lanjut membaca