Seorang perwira polisi gusar karena beberapa pekan terakhir ini sandal di kost-annya selalu raib tak tentu rimbanya. Ia menduga, sandal itu dicuri oleh pemuda tanggung seumuran siswa SMK (15 tahun). Interogasi pun dimulai. Sayangnya dibumbui warna kekerasan. Entah bagaimana awalnya, kasus ini pun akhirnya dipidanakan. Tersangka akhirnya dikenai ancaman hukuman 5 tahun penjara. Prosesnya cepat dan tidak berbelit-belit.
Namun kisah ini tidak berakhir sampai di sini. Orang tua tersangka merasa tidak terima dengan perlakuan oknum polisi yang dianggapnya telah menganiaya anak mereka. Apalagi hukuman 5 tahun penjara dirasakan sangat tidak sebanding dengan kejahatan yg dilakukan tersangka, sang pencuri sendal. Lalu simpati pun mulai mengalir. Kasusnya meluas dan didengar banyak orang karena berita di media massa. Upaya pembebasan tersangka sekaligus kritikan tajam untuk oknum polisi pun dilakukan salah satunya adalah menggelar pengumpulan 1000 sandal untuk mereka. Berbagai merk sandal jepit terlihat menggunung, hasil sumbangan dari warga dari berbagai penjuru. Sandal berbagai model, warna dan ukuran. Ada yang masih baru, namun tak sedikit sandal butut bekas pakai. Terdengar lucu? Tapi ini kisah nyata yang terjadi di negeri kita.








