Siapakah Wanita Yang Pertama Masuk Surga?

women2Pernahkah terbersit dalam pikiran anda untuk bertanya “Siapa sih wanita yang pertama masuk surga di akhirat kelak?”. Sebuah pertanyaan iseng yang kalo dipikir-pikir sih ternyata membuat kita penasaran juga ya. Jika anda penasaran (seperti juga aku ketika itu), maka anda sama penasarannya dengan Siti Fatimah, putri Rasulullah Saw. Ia berniat menanyakan hal ini kepada ayahandanya.

Lalu, apakah anda menduga bahwa wanita yang pertama masuk surga itu adalah Siti Fatimah? Atau ibunda beliau Siti Khadijah, atau Siti Aisyah ataukah salah satu dari keluarga Rasulullah Saw lainnya? Mmm. Jika iya, jawaban anda ternyata salah. Inilah hebatnya Islam, tidak mengenal istilah ‘nepotisme’ (hehehe). Dalam sebuah ceramah agama, akhirnya aku tahu, ternyata wanita yang diperkenankan masuk surga pertama kali adalah seorang wanita yang bernama Muti’ah. Anda kaget? Sama seperti Siti Fatimah ketika itu, yang mengira dirinyalah yang pertama kali masuk surga.

Siapakah Muti’ah? Karena rasa penasaran yang tinggi, Siti Fatimah pun mencari seorang wanita yang bernama Muti’ah ketika itu. Beliau juga ingin tahu, amal apakah yang bisa membuat wanita itu bisa masuk surga pertama kali? Mmm, pencarian pun dimulai, sodare-sodare…

Setelah bertanya-tanya, akhirnya Siti Fatimah mengetahui rumah seorang wanita yang bernama Muti’ah tersebut. Kali ini ia ingin bersilaturahmi ke rumah wanita tersebut, ingin melihat lebih dekat kehidupannya. Waktu itu, Siti Fatimah berkunjung bersama dengan anaknya yang masih kecil, Hasan. Setelah mengetuk pintu, terjadilah dialog.

“Di luar, siapa?” kata Muti’ah tidak membukakan pintu.

“Saya Fatimah, putri Rasulullah”

“Oh, iya. Ada keperluan apa?”

“Saya hanya berkunjung saja”

“Anda seorang diri atau bersama dengan lainnya?”

“Saya bersama dengan anak saya, Hasan?”

“Maaf, Fatimah. Saya belum mendapatkan izin dari suami saya untuk menerima tamu laki-laki”

“Tetapi Hasan masih anak-anak”

“Walaupun anak-anak, dia lelaki juga kan? Maaf ya. Kembalilah besok, saya akan meminta izin dulu kepada suami saya”

“Baiklah” kata Fatimah dengan nada kecewa. Setelah mengucapkan salam, ia pun pergi.

Keesokan harinya, Siti Fatimah kembali berkunjung ke rumah Muti’ah. Selain mengajak Hasan, ternyata Husein (saudara kembar Hasan) merengek meminta ikut juga. Akhirnya mereka bertiga pun berkunjung juga ke rumah Muti’ah. Terjadilah dialog seperti hari kemarin.

“Suami saya sudah memberi izin bagi Hasan”

“Tetapi maaf, Muti’ah. Husein ternyata merengek meminta ikut. Jadi saya ajak juga!”

“Dia perempuan?”

“Bukan, dia lelaki”

“Wah, saya belum memintakan izin bagi Husein.”

“Tetapi dia juga masih anak-anak”

“Walaupun anak-anak, dia juga lelaki. Maaf ya. Kembalilah esok!”

“Baiklah” Kembali Siti Fatimah kecewa. Namun rasa penasarannya demikian besar untuk mengetahui, rahasia apakah yang menyebabkan wanita yang akan dikunjunginya tersebut diperkanankan masuk surga pertama kali.

Akhirnya hari esok pun tiba. Siti Fatimah dan kedua putranya kembali mengunjungi kediaman Mutiah. Karena semuanya telah diberi izin oleh suaminya, akhirnya mereka pun diperkenankan berkunjung ke rumahnya. Betapa senangnya Siti Fatimah karena inilah kesempatan bagi dirinya untuk menguak misteri wanita tersebut.

untitled-3-copyMenurut Siti Fatimah, wanita yang bernama Muti’ah sama juga seperti dirinya dan umumnya wanita. Ia melakukan shalat dan lainnya. Hampir tidak ada yang istimewa. Namun, Siti Fatimah masih penasaran juga. Hingga akhirnya ketika telah lama waktu berbincang, “rahasia” wanita itu tidak terkuak juga. Akhirnya, Muti’ah pun memberanikan diri untuk memohon izin karena ada keperluan yang harus dilakukannya.

“Maaf Fatimah, saya harus ke ladang!”

“Ada keperluan apa?”

“Saya harus mengantarkan makanan ini kepada suami saya”

“Oh, begitu”

Tidak ada yang salah dengan makanan yang dibawa Muti’ah yang disebut-sebut sebagai makanan untuk suaminya. Namun yang tidak habis pikir, ternyata Muti’ah juga membawa sebuah cambuk.

“Untuk apa cambuk ini, Muti’ah?” kata Fatimah penasaran.

“Oh, ini. Ini adalah kebiasaanku semenjak dulu”

Fatimah benar-benar penasaran. “Ceritakanlah padaku!”

“Begini, setiap hari suamiku pergi ke ladang untuk bercocok tanam. Setiap hari pula aku mengantarkan makanan untuknya. Namun disertai sebuah cambuk. Aku menanyakan apakah makanan yang aku buat ini enak atau tidak, apakah suaminya seneng atau tidak. Jika ada yang tidak enak, maka aku ikhlaskan diriku agar suamiku mengambil cambuk tersebut kemudian mencambukku. Ini aku lakukan agar suamiku ridlo dengan diriku. Dan tentu saja melihat tingkah lakuku ini, suamiku begitu tersentuh hatinya. Ia pun ridlo atas diriku. Dan aku pun ridlo atas dirinya”

“Masya Allah, hanya demi menyenangkan suami, engkau rela melakukan hal ini, Muti’ah?”

“Saya hanya memerlukan keridloannya. Karena istri yang baik adalah istri yang patuh pada suami yang baik dan sang suami ridlo kepada istrinya”

“Ya… ternyata inilah rahasia itu”

“Rahasia apa ya Fatimah?” Mutiah juga penasaran.

“Rasulullah Saw mengatakan bahwa dirimu adalah wanita yang diperkenankan masuk surga pertama kali. Ternyata semua gara-gara baktimu yang tinggi kepada seorang suami yang sholeh.”

“Masya Allah… Subhanallah…”


Indramayu, 18 Maret 2009

All rights reserved © 2009

About these ads

26 comments on “Siapakah Wanita Yang Pertama Masuk Surga?

  1. INI KISAH YANG PALING TAK TERLUPAKAN SEUMUR HIDUP SAYA..
    TERIMA KASIH

    >>>pH: Bang Dicky, waktu pertama kali denger cerita yang kudapat dari ceramah ini pun aku benar-benar takjub. Kirain Siti Fatimah atau Siti khadijah yang menjadi wanita pertama masuk surga. Ternyata saya salah duga. Subhanallah, semoga menginspirasi kita semua. Terima kasih telah mampir… ^^b

  2. subhanalloh

    >>>pH: benar mbak. aku menuliskan kisah ini dari adaptasi ceramah seorang muballigh di pengajian umum ^^b

  3. yang aneh dalam riwayat ini : selain membawa makanan juga selalu membawa sebuah cambuk.

    Musa dengan Harun as apakah itu yang dinamakan kkN? bagaimana dengan rentetan Nabi yang ‘nipotisme’? nipotisme-kah atau karena syajarohnya yang mulia sehingga tsamarnya juga mulia?

    eloknya artikel atau riwayat ini ditelaah kembali kesahihan atau pembawaannya. wallahu a’lamu bissowab.

    >>>pH: saya menulis kisah ini berdasarkan ceramah agama yang pernah saya ikuti. Satu pesan moralnya adalah baktinya istri kepada suami. kalo gak salah, ada satu kitab yang dibahas tentang kewajiban (bakti) istri kepada suami, judulnya ‘uqudulujain’. tetapi saya tidak punya terjemahan kitabnya. Btw, terima kasih telah berbagi. ^^b

  4. Saya ingin tahu riwayat cerita tsb apakah shahih? Bkankah Fatimah ra. atau Khadijah ra. mereka jg sangat berbakti kpada suaminya, dan mereka berdua termasuk dr 4 wanita yg paling mulia, knapa salah satunya tidak masuk surga pertama kali? kenapa mutiah dapat mendahulukan mereka?

  5. Saya ingin tahu riwayat cerita tsb apakah shahih? Bkankah Fatimah ra. atau Khadijah ra. mereka jg sangat berbakti kpada suaminya, dan mereka berdua termasuk dr 4 wanita yg paling mulia, knapa salah satunya tidak masuk surga pertama kali? kenapa mutiah dapat mendahulukan mereka? (saya membaca banyak kisah tentang ini namun saya belum menemukan san’ad riwayat kisah ini, shahihkah?)

    >>>pH: kisah ini saya tulis berdasarkan ceramah seorang kyai di kampung saya waktu acara walimatul ursy. saya belum sempat bertanya kepada beliau tentang pengambilan kisah ini dari mana karena telah meninggal dunia. Saya mencoba mencari jejak asal muasal kisah ini, salah satunya dari kitab UQUDUL LUJAIN karya Syaikh Imam Nawawi Al Bantani. Sama-sama nyari referensinya ya, Mas Bayu. Syukron telah berbagi…

  6. Tolong donk cantum kan sanad dan perowi nya dari kisah tersebut… Biar tetap ilmiyah dan jelas dasarnya dari mana… kalo boleh tau kutipan tersebut adanya di buku apa? atau kitab apa? Trims y… Di tunggu Balasan nya…….

    >>>pH: adakah teman-teman lain yang mau ikut membantu?

  7. Assalamu alaikum, sungguh kisah yg semestinya menjadi Ibroh bagik ita semua.
    Maaf, kalaw bisa tau bahan bacaannya dari mana (sumber kisah ini), agar para pembaca bisa lebih yakin akan keshohihan Kisah ini.
    Kemudian maaf juga, mungkin ketika menyebut nama mungkin bagus dgn nama yg asli tanpa ada tambahan, seperti Fatimah, bukan Sitti Fatimah,
    Syukron, semoga Allah senantiasa meridhoi segala Amal perbuatan kita. Wassalam.

    >>>pH: Wa’alaikum salam. di buku cerita anak muslim karya MB. Rahimsyah ternyata memuat kisah ini juga.

  8. Subhanallah…. Sungguh kisah yg sangat menggugah hati, hingga tanpa sadar air mata saya menetes.
    Syukron.

    >>>pH: Saya pun gerimis membacanya…

  9. bahkan ta bsa berkomentar atas keihlasan muti’ah
    bahkan wanita pada zaman sekarang lebih mementingkan dirinya dan karir dengan emansipasi sebagai tameng keegoisan mereka
    subhanalloh,,

  10. oya.. suami saya pernah selingkuh dan smpe tidur dng wanita lain bukan istri sah nya, sampai saat ini saya masih skit hati, jadi apapun saya, selama tindakkan saya benar saya lakukkan. walaupun suami saya tidak suka, gimana saya harus berbakti mohon masukkannya

    • Ga usah dipikirin deh suaminya mo slingkuh ato ga yang penting dia menafkahin loe, trus cinta loe pindahin aja ke Allah. Ridho in deh tu suami, Insya Allah loe ngikut ke Sorga Sis…

  11. “wanita yang diperkenankan masuk surga pertama kali adalah seorang wanita yang bernama Muti’ah. Anda kaget? Sama seperti Siti Fatimah ketika itu, yang mengira dirinyalah yang pertama kali masuk surga.”

    Terdapat kejanggalan dari cerita ini, dari mana periwayat cerita ini bisa tau isi pikiran Fatimah Azzahra, dan ini juga bertentangan dengan hadis2 yang menyatakan bahwa Fatimah Azzahra adalah Wanita penghulu surga. Hati2 dengan cerita2 yang didalamnya terdapat pesan moral yang baik tapi terdapat konsekwensi didalamnya yaitu menggugurkan hadis2 shahih yang menyatakan sebaliknya. Selain itu cerita diatas tidak memiliki dasar atau sanad yang jelas.

    Pertanyaannya juga apakah berbaktinya Mut’iah kepada suaminya itu sudah melebihi bakti Fatimah Azzahra terhadap suaminya Imam Ali?
    Apakah hanya dengan kelebihan bakti istri kepada suami dapat mengangkat derajatnya melebihi Fatimah Azzahra?
    Bukankah Syurga itu memiliki tingkatan2nya masing2? apakah dengan istri yang berbakti kepada suami itu dapat menjadikannya memperoleh surga tingkat tertinggi (menurut pemahaman saya penghulu surga adalah yang pertama masuk dan berada pada tingkatan tertinggi).

    referensi:
    Bahwa ada malaikat yang datang menemui Rasulullah SAW dan berkata “sesungguhnya Fathimah adalah penghulu seluruh wanita di dalam surga”.
    (Hadis riwayat Al Hakim dalam Al Mustadrak dengan sanad yang baik).

    Rasululah SAW bersabda kepada Fathimah“ Tidakkah Engkau senang jika Engkau menjadi penghulu bagi wanita seluruh alam”
    (Hadis riwayat Al Bukhari dalam kitab Al Maghazi) .

    Aisyah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Wahai Fathimah, tidakkah anda puas menjadi sayyidah dari wanita sedunia (atau) menjadi wanita tertinggi dari semua wanita dari ummat ini atau wanita mukmin”
    (Hadis dalam Sahih Bukhari jilid VIII, Sahih Muslim jilid VII, Sunan Ibnu Majah jilid I hlm 518 ,Musnad Ahmad bin Hanbal jilid VI hlm 282,Mustadrak Al Hakim jilid III hlm156).

    Rasulullah SAW bersabda” Wanita penghuni surga yang paling utama adalah Khadijah binti Khuwailid, Fathimah binti Muhammad, Maryam binti Imran, dan Asiyah binti Mazahim istri Firaun.
    (Hadis shahih riwayat Ahmad,Thabrani,Hakim,Thahawi dalam Shahih Al Jami’As Saghir no 1135 dan Silsilah Al Hadits Al Shahihah no1508).

    >>>pH: Wallahu A’lam. Terima kasih tambahan pengetahuannya ya..

  12. subhanallah, :) indahnya …
    saya juga sudah pernah mendengar kisah ini sebelum nya dalam ceramah ustad maulana

  13. Alhamdulillah,.. InsyaAllah kisah ini bisa membuat saya jadi istri yg patuh agar Ridho suami ada pada sya,.. Aamiin yaa Allah,..

    >>>pH: aamiin.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s