Jangan Jadi “Kartini’ Nyebelin

Kita sudah sama-sama tau bukan, kalo tanggal 21 April merupakan hari lahirnya Ibu kita Kartini, putri sejati, putri indonesia, harum namanya. Hehe.. Seorang sosok perempuan ‘penggugat’ yang menjadi inspirasi banyak orang terutama kaum perempuan untuk memiliki hak yang sama dalam masalah pendidikan, pada masa itu. Jadilah Sosok kartini menjadi sosok fenomenal yang namanya dikenang dalam sejarah Indonesia. Beliau seakan menjadi simbol kemajuan wanita Indonesia, yang mendobrak tradisi. Kala itu, peran perempuan sangat terbatas. Gerak mereka banyak dibatasi oleh ruang dan waktu. Jadilah wanita indonesia sebagai sosok yang terpinggirkan karena lebih banyak dipingit dalam rumah daripada dibebaskan hasratnya untuk memiliki hak sama dengan kaum lelaki. Namun sosok Kartini yang kebetulan lahir dari kalangan ningrat (alias arah biru) ini memiliki kesempatan yang berbeda dengan perempuan lain kala itu. Meskipun sama-sama dipingit (karena tradisi), ia tuangkan semua gagasannya melalui surat-surat yang ia tulis dan ditujukan kepada sahabat-sahaabatnya baik orang pribumi maupun kumpeni. Melalui surat-surat itulah, ia seakan curhat, menuangkan isi hatinya yang prihatin dengan nasib perempuan Indonesia. Berkat jasanya itu, ia dikenal sebagai sosok emansipasi wanita. Hari lahirnya diperingati banyak orang. Tak jarang, setiap tanggal 21 April, para wanita rela untuk ber-kebaya ria (pengennya sih niru gaya-nya Ibu Kartini yang pake kebaya gitu deh.. hehe..) sebagai bentuk penghormatan pada sosok pembela kaum perempuan ini.

Baca lebih lanjut

Oh, Siti Nurhaliza…

Siapa sih yang gak kenal sama cewek cantik dari negeri jiran (tetangga) ini? Yupp! Dialah Siti Nurhaliza, bintang terang dari timur yang menjadi salah satu penghias taman langit dengan kerlipnya semakin cemerlang. Siti Nurhaliza lahir di Berek Polis Kg. Awah, Temerloh, Pahang pada tanggal 11 Januari 1979. Ketika itu ayahnya, Tarudin bin Ismail bertugas sebagai seorang polisi di Balai Kepolisian sementara ibunya, Siti Salmah Bachik adalah seorang ibu rumah tangga biasa. Siti merupakan anak kelima dari delapan bersaudara. Mereka adalah Saiful Lizan, Saiful Bahri, Siti Nursaida, Moh. Ali, Siti Nursaerah dan Moh. Hafidz.

Pertama kali, Siti menjalani pendidikannya di Sekolah Rendah Kebangsaan Clifford, Kuala Lipis dan melanjutkan sekolah menengahnya di Sekolah Menengah Clifford, Kuala Lipis sampai tingkat lima. Kegiatan seni Siti bermula di bangku sekolah. Siti juga aktif dalam acara kebudayaan di sekolah rendah dan menengah selain aktif dalam acara sukan. Dia juga sering mengikuti Family Group, sebuah band yang dibentuk keluarganya untuk mengisi acara-acara pernikahan.

Baca lebih lanjut

Lautan Ilmu Al Ghazali

Al-GhazaliSiapa sih yang gak kenal dengan  Imam Ghazali? Seorang ulama terkenal yang namanya masih terngiang sampai sekarang di seluruh penjuru dunia. Namun tahukah anda, Al Ghazali sebenarnya adalah nama sebuah desa. Imam Ghazali mempunyai nama lengkap Abu Hamid Muhammad bin Ahmad. Lahir di kota Khurasan tahun 450 H/1058 M. Beliau dikenal dengan sebutan Al Ghazali karena ayahnya adalah seorang pekerja pemintal wol yang berasal dari desa Ghazalah.

Beliau dilahirkan di tengah keluarga yang taat akan perintah agama, sehingga membuat dirinya untuk selalu mendalami, memahami, dan mempelajari lebih jauh tentang keislaman. Besar keinginannya utnuk selalu mendalami keislaman sehingga dirinya belajar pada pada ulam yang trekemuka. Beliau belajar kepada Ahmad bin Muhammad Al Razhani Al Thusi, kemuidan dilanjutkan belajar di lembaga pendidikan yang dipimpin oleh Abu Nash Al Ismail. Beliu juga belajar ilmu tasawwuf kepada tokoh sufi yang terkeal dari Thus yaitu Syekh Yusuf Al Nassaj. Namun ternyata beliau  merasa belum cukup sehingga beliu memutuskan untuk meninggalkan Thus. Di Kota Nasyapur, beliau mendalami dan mempelajari ilmu tasawwuf kepada Abul Ma’aal Al Juwwini yang bergelar Imam Al Haramanij. Di kota ini, beliau juga belajar pada tokoh lain seperti Syekh Abu Ali Fadl bin Muhammad bin Ali Al Farmadi. Untuk menguji ilmu tasawwufnya, beliau pergi ke kota Mu’adkar untuk mengikuti diskusi dan seminar yang dihadiri oleh para tokoh intelektual. Imam Ghazali sangat cerdas, sehingga membuat dirinya diangkat sebagai Guru Besar di perguruan Tinggi Nidhamiyyah, beliau mengajar ilmu filsafat. Tahun 488 H beliau pindah ke Damaskus. Di kota inilah beliau banyak menggunakan waktu luangnya untuk berdzikir dan bertaqarrub kepada Allah. Beliau mendatangi Baitul Maqdis di Palestina. Setiap hainya beliau memasuki Qubbatus Sahra untuk berdzikir di dalam Baitul Maqdis. Setela puas, beliau pergi ke Mekkah untuk beribadah haji dan berziarah ke makam Nabi Muhammad SAW. Beliau kembali ke bagdad untuk mengajar di Nidzamiyyah. Pada usia yang cukup tua beliau kembali ke Thus dan mendirikan lembaga pendidikan Khanaqah. Belia wafat pada hari Senin tanggal 14 Jumadil akhir tahun 505 H dan mendapat gelar Hujjatul Islam.

Baca lebih lanjut

Memahami Seorang Gus Dur

gd1

PENDAHULUAN

SELALU MENARIK untuk mengikuti “polah tingkah” seorang Gus Dur. Sosok kyai yang bernama asli KH. Abdurrahman Wahid ini selalu terkenal dengan komentar-komentar yang kadang berada “di luar jalur status kekyaiannya”. Berbagai pro dan kontra kerap mewarnai pemikiran-pemikiran muskil bin nyleneh yang ia lontarkan. Dampaknya luar biasa. Ada yang setuju, ada yang menghina, menganggapnya gila, bahkan ada yang sudah menganggapnya murtad. Yang lebih lucu, ada pula yang menganggapnya seorang wali “berdarah biru”, seorang habib ––turunan Rasulullah Saw–– terutama oleh pendukung yang pro terhadapnya. Dalam wilayah ormas islam –-khususnya NU—ia dianggap sebagai sosok kyai yang disegani. Dalam kancah politik, ia menjalankan strategi zigzag sehingga sulit ditebak oleh lawan-lawannya. Kadang pikirannya sama dengan orang kebanyakan, namun disaat lain, ia seperti menentang habis-habisan orang yang dulu sepaham dengannya.

Baca lebih lanjut