Ebook Gratis tentang Santri

Gambar diambil dari internet

Gambar cover diambil dari internet

Di pondok pesantren kami, ada kelas menulis. Saya sengaja berbagi pengalaman dengan para santri agar mulai menulis tentang apa saja. Saya beri motivasi bahwa menulis adalah tradisi para intelektual, kyai, imam-imam madzhab, para mujaddid, dll. Dengan menulis, seseorang akan kekal dari kematian. Sebagai contoh, Imam Ghazali adalah penulis produktif dengan karya kitab yang banyak. Karyanya yang terkenal adalah Ihya Ulumuddin yang menjadi masterpiece pembelajaran tingkat tinggi di pesantren-pesantren. Imam Syafi’i juga sama. Karyanya seperti Al Umm dan Ar Risalah juga banyak digunakan di pesantren. Meski jasad mereka telah berkalang tanah (allahu yarham), tetapi nama mereka tetap hidup. Motivasi seperti inilah yang saya bagikan kepada teman-teman santri. Menulis diary adalah salah satu upaya mengasah kreatifitas mereka dalam menulis.

Hingga suatu hari, saya punya rencana untuk menerbitkan sebuah buku dalam rangka menyambut HARI SANTRI NASIONAL. Setiap santri saya paksa untuk menulis sebuah karya. Apakah itu artikel, kisah pribadi, puisi atau apapun yang mereka sukai. Saya beri motivasi bahwa inilah saatnya kita menorehkan prestasi, mengukir nama kita dalam sebuah peradaban bernama literasi. Semoga bernilai ibadah.

Baca lebih lanjut

By pondokhati Posted in BUKU

Bukan Dongeng Biasa

14192677_10206878125853338_4466346899091291146_nSemenjak menikah dan akhirnya memiliki buah hati, kesempatan saya untuk membaca buku seakan terjun bebas ke titik nadir. Buku bacaan tidak pernah sampai tuntas saya baca. Padahal buku adalah cinta pertama saya mengenal dunia. Hehe.

Kesibukan saya mengajar, mengurusi haji, pesantren dan tentu saja bergelut dengan keluarga tercinta memaksa saya mengorbankan waktu luang saya untuk membaca. Rasanya sedih luar biasa. Akibatnya, gairah saya untuk menulis pun menurun drastis. Bukan tidak ingin, tetapi kesempatan yang terbatas membuat saya harus pintar-pintar membagi waktu untuk semua kesibukan itu.

Tetapi untungnya, taman bacaan yang saya kelola tetap berjalan dengan baik dan sudah bisa mandiri meski saya tidak selalu di tempat. Ada saja yang datang ke pondokhati untuk meminjam buku-buku bacaan, terutama anak-anak remaja usia SMP dan SMA. Alhamdulillah, untuk itu saya bersyukur.

Baca lebih lanjut

By pondokhati Posted in BUKU

Aku Hanya ingin Bersyukur Hari ini

syukurTuhan, aku hanya ingin bersyukur hari ini. Engkau anugerahkan cinta-Mu melalui orang tuaku shaleh/shalehah, yang mendidikku dengan rasa sayang dan cinta dalam ketulusan. Maka izinkan aku menjadi anak yang berbakti kepada mereka karena-Mu.

Tuhan, aku hanya ingin bersyukur hari ini. Engkau kirimkan padaku bidadari bermata jeli, istriku yang shalihah, yang mengajariku banyak hal dan karenanya hari-hariku menjadi berwarna. Maka izinkan aku tumbuh menjadi suami yang shalih, imam yang adil dan pemimpin yang arif dan bijaksana bagi diriku dan keluargaku.

Tuhan, aku hanya ingin bersyukur hari ini. Engkau kirimkan cahaya mata untukku, seorang gadis kecil bermata cahaya. Anakku yang shalihah, yang membangkitkan kembali nyala dalam hidup ketika api semangat mulai redup. Maka izinkan aku tumbuh menjadi ayah sekaligus sahabat yang baik untuknya.

Tuhan, aku hanya ingin bersyukur hari ini. Engkau dekatkan aku pada kebaikan melalui indahnya persahabatan dan persaudaraan. Maka izinkan aku menjadi sahabat dan saudara yang baik untuk mereka, yang saling mengingatkan dalam kebaikan, yang selalu menguatkan di kala lemah, yang selalu menautkan tali silaturahmi tak terputus antara aku dan mereka.

Tuhan, Aku hanya ingin bersyukur hari ini. Atas milyaran cinta yang telah Engkau titipkan untukku melalui orang tua, istri, anak, saudara dan sahabat. Maka izinkan aku tetap tumbuh menjadi (lebih) baik bersama milyaran kebaikan-Mu.

Tuhan, aku hanya ingin bersyukur pada-Mu. Hari ini dan seterusnya…

Ibnu Atoirahman, 16 April 2016, ketika aku terlahir kembali sebagai manusia.

Keajaiban Menangis

menangisAnda pernah menangis? Pernah, sering atau justru tidak pernah? Menangis karena apa? Karena sakit, luka, terjatuh, marah, benci, kesal atau apa? Beruntunglah orang yang pernah menangis, apalagi dia menangis karena Allah. Berbagai penelitian membuktikan bahwa menangis memiliki beberapa keutamaan. Dr. Ahmad Hatta, MA dalam bukunya Teladan Muhammad, merangkum tentang keajaiban menangis dan berair mata, diantaranya:

  1. Membantu penglihatan mata. Air mata membantu penglihatan seseorang, jadi bukan hanya mata itu sendiri. Cairan yang keluar dari mata dapat mencegah dehidrasi pada membran mata yang bisa membuat penglihatan menjadi kabur.
  2. Membunuh bakteri. Tak perlu obat tetes mata, cukup air mata yang berfungsi sebagai antibakteri alami. Di dalam air mata terkandung cairan disebut lisozom yang dapat membunuh sekitar 90-95% bakteri yang tertinggal dari keyboard komputer, pegangan tangga/pintu, ketika bersin dan tempat lain yang mengandung bakteri, hanya dalam 5 menit.
  3. Baca lebih lanjut

Perempuan yang Tumbuh di Kepalaku

menikahPerempuan yang tumbuh di kepalaku itu dirimu. Ibu dari anak-anakku. Yang namanya selalu kupintal dalam doa, kurajut dalam harap, kuhiasi bersama akhlaq mulia. Ada berjuta Tanya: lelahkah? Cukupkah? Bahagiakah? Tapi satu tujuan akhir kita, hidup berkah bersama ridlo-Nya.

Perempuan yang tumbuh di kepalaku itu dirimu. Wanita luar biasa dengan sejuta rasa. Aku tahu, lelah mungkin ada. Duka pun kadang terselip di antara tebaran suka. Tangis dan tawa menjadi satu rasa. Tapi semoga selalu ada syukur yang tak terukur, ada hati yang samudera dan pikiran yang diselimuti bahagia. Terlebih sekarang, ada binar-binar cahaya yang mulai tumbuh dalam kita.

Dan kini, kita telah sampai di angka dua. Marilah tetap bersemangat karena-Nya. Marilah merayakan cinta bersama-Nya. Karena hidup sejatinya adalah ibadah. Dari-Nya, untuk-Nya, dan suatu saat akan kembali pada-Nya.

27-10-2015. Suatu hari di mana aku bergetar mengingat semua peristiwa itu, bersamamu. My beloved, Anne Hikaru, Ismatul Maula.

Lelakimu yang sederhana,
Ibnu Atoirahman


Menuju Indramayu Beradab!

kijang indramayuTak terasa sudah memasuki tahun baru Hijriyah 1437 H. Tak terasa pula, kota kita yang tercinta, Indramayu, telah sampai di titik usia 488 tahun, tepat di hari jadinya 7 Oktober 2015 yang lalu. Sebuah angka yang cukup untuk memantapkan diri sebagai kota yang patut diperhitungkan dalam kancah nasional. Apa yang sudah dicapai? Insya Allah banyak. Terlepas dari kekurangan di sana-sini yang mesti diperbaiki, Indramayu telah mengalami perubahan yang demikian pesat dibandingkan puluhan tahun silam. Semoga perubahan ini selalu ke arah kebaikan.

Satu hal yang perlu disoroti adalah budaya membaca dan menulis. Ini pula yang menjadi PR bagi pemimpin Indramayu ke depan. Milan Kundera, seorang penulis dari Ceko pernah mengatakan, “Jika ingin menghancurkan peradaban sebuah negeri, maka hancurkan saja buku-bukunya.” Adagium ini bisa jadi benar, karena buku merupakan sumber ilmu. Lebih dari itu, buku merupakan bukti sejarah bahwa suatu negeri pernah ada. Indramayu bisa dikenal sampai sekarang ini, berulangtahun tanggal sekian, siapa yang membangun pertama kali, siapa saja yang pernah memimpin, bisa diketahui dari fakta-fakta sejarah masa silam. Melalui prasasti dan manuskrip-manuskrip kuno, kita akhirnya tahu, bagaimana peradaban Indramayu bermula. Arya Wiralodra dan Nyi Endang Dharma menjadi dua ikon penting dalam babad sejarah Indramayu. Baca lebih lanjut

Dua Lelaki yang Membuat Tempat ini Hidup Kembali

kunjungan poti awal“Dan setiap kisah, sejatinya adalah pengetahuan yang diajarkan Tuhan untuk kita” (Ibnu Atoirahman)

Ah, mungkin aku lupa, kapan aku mulai mengenal mereka. Tapi, aku takkan lupa ketika ada dua lelaki yang datang ke tempat ini membawa segudang harapan dan sebongkah rasa penasaran. Lelaki-lelakibertubuh tegap, tinggi dan tampak berwibawa, muda dan bersemangat baja. Tempat ini pernah mati. Semenjak teman yang ikut membantuku mengenalkan sekaligus menjadi penghubung tempat ini dengan dunia luar telah menyelesaikan pendidikannya. Ia pindah entah kemana. Praktis tempat ini kembali sepi, hanya sesekali dikunjungi anak-anak santri,itupun tak seberapa karena mereka hanya datang untuk mengaji. Lebih dari itu tidak.

Baca lebih lanjut

Buku-buku dari Surga

buku-pondok-hatiSaya sungguh tak menduga akan jadi seperti ini. Berawal dari sebongkah niat ingin berbagi, akhirnya tanpa terduga mendapatkan respon yang luar biasa. Buku-buku koleksi pribadi sengaja saya pinjamkan secara gratis buat mereka yang ingin membaca. Yang lebih mengharukan, banyak juga yang ingin membantu. Mereka yang berkontribusi pada kegiatan ini datang dari seluruh pelosok negeri. Saya tidak kenal mereka. Tetapi saya sungguh terharu, mereka dengan keikhlasan hati menyumbangkan buku-buku untuk taman bacaan ini, pondokhati. Maka, hati-lah yang menautkan kita ketika logika tak lagi bisa dijelaskan kata-kata.

Setiap pak pos datang, saya selalu terkejut. Kiriman buku-buku itu bukan hanya datang sekali, tetapi berkali-kali. Dari orang-orang yang tak pernah saya kenal secara fisik tapi terasa dekat di hati. Saya bayangkan para pembaca yang meminjam buku akan berbinar-binar bahagia, seperti ketika saya menerima buku-buku itu dari Pak pos.

Baca lebih lanjut

Lelaki-lelaki Kuat di Perpustakaan (3)

sukariyatiMaka, terinsipirasi dari kedua tokoh tersebut, aku memberanikan diri untuk bermimpi. Mulanya hanya sekedar keisenganku pada hobi membaca. Sewaktu SMA dulu, aku pernah dijejali buku-buku agama oleh ayah. “Baca buku ini. Buat benteng agama biar punya keteguhan iman” katanya. Maka buku-buku yang pertama kubaca adalah “I’tiqad Ahlussunnah Wal jama’ah” (KH. Siradjuddin Abbas) dan terjemahan kitab “Kifayatul Akhyar” (Syaikh Ahmad Taqiyudin). Semasa kuliah, aku mulai beralih untuk membaca fiksi. Masih teringat, buku pertama yang kubaca adalah “Tiga Ribu Tanda Tangan” (Dian Yasmina Fajri). Itu juga atas rekomendasi seorang teman, bahwa ada buku serial lucu, dengan bahasa remaja tapi tetep islami. Dan benar saja, membaca buku itu sungguh membuatku terhibur lahir bathin, bisa tertawa ngikik tapi bisa belajar agama (islam) tanpa ada kesan digurui. Hebat!

Baca lebih lanjut

By pondokhati Posted in BUKU

Lelaki-lelaki Kuat di Perpustakaan (2)

i'ah sutiah (depok)Lelaki lain yang tak kalah kuat di dunia perpustakaan adalah Pak Dauzan Farouk. Sampai saat ini, belum hilang binar-binar kekagumanku pada sosok bersahaja itu. Seorang veteran pejuang kemerdekaan yang mengabdikan dirinya di jalan Tuhan melalui dunia perbukuan. Beliau rela dan ikhlas jika harus bersusah payah demi mencerdaskan anak bangsa meski usianya telah menginjak senja. Beliau merelakan rumahnya diisi dengan buku-buku dan majalah-majalah yang sebagian besar dibelinya dengan uang pensiunan veteran yang tidak seberapa jumlahnya. Beliau merelakan buku-bukunya dipinjam oleh siapapun yang menginginkan pengetahuan, tanpa bayaran sedikitpun. Baca lebih lanjut

By pondokhati Posted in BUKU