Keajaiban Menangis

menangisAnda pernah menangis? Pernah, sering atau justru tidak pernah? Menangis karena apa? Karena sakit, luka, terjatuh, marah, benci, kesal atau apa? Beruntunglah orang yang pernah menangis, apalagi dia menangis karena Allah. Berbagai penelitian membuktikan bahwa menangis memiliki beberapa keutamaan. Dr. Ahmad Hatta, MA dalam bukunya Teladan Muhammad, merangkum tentang keajaiban menangis dan berair mata, diantaranya:

  1. Membantu penglihatan mata. Air mata membantu penglihatan seseorang, jadi bukan hanya mata itu sendiri. Cairan yang keluar dari mata dapat mencegah dehidrasi pada membran mata yang bisa membuat penglihatan menjadi kabur.
  2. Membunuh bakteri. Tak perlu obat tetes mata, cukup air mata yang berfungsi sebagai antibakteri alami. Di dalam air mata terkandung cairan disebut lisozom yang dapat membunuh sekitar 90-95% bakteri yang tertinggal dari keyboard komputer, pegangan tangga/pintu, ketika bersin dan tempat lain yang mengandung bakteri, hanya dalam 5 menit.
  3. Baca lebih lanjut

Perempuan yang Tumbuh di Kepalaku

menikahPerempuan yang tumbuh di kepalaku itu dirimu. Ibu dari anak-anakku. Yang namanya selalu kupintal dalam doa, kurajut dalam harap, kuhiasi bersama akhlaq mulia. Ada berjuta Tanya: lelahkah? Cukupkah? Bahagiakah? Tapi satu tujuan akhir kita, hidup berkah bersama ridlo-Nya.

Perempuan yang tumbuh di kepalaku itu dirimu. Wanita luar biasa dengan sejuta rasa. Aku tahu, lelah mungkin ada. Duka pun kadang terselip di antara tebaran suka. Tangis dan tawa menjadi satu rasa. Tapi semoga selalu ada syukur yang tak terukur, ada hati yang samudera dan pikiran yang diselimuti bahagia. Terlebih sekarang, ada binar-binar cahaya yang mulai tumbuh dalam kita.

Dan kini, kita telah sampai di angka dua. Marilah tetap bersemangat karena-Nya. Marilah merayakan cinta bersama-Nya. Karena hidup sejatinya adalah ibadah. Dari-Nya, untuk-Nya, dan suatu saat akan kembali pada-Nya.

27-10-2015. Suatu hari di mana aku bergetar mengingat semua peristiwa itu, bersamamu. My beloved, Anne Hikaru, Ismatul Maula.

Lelakimu yang sederhana,
Ibnu Atoirahman


Masih Matamu

mataMasih ada matahari yang diamdiam mengintipmu pagi ini. Mendekapmu dalam hangat agar kau gegas menumbuhkan diri.

Masih ada mataair yang jernih, agar dapat kau basuh hatimu yang terbakar, kemarin sore.

Masih ada mataangin yang membelaimu dengan sepoi, membuat pikiranmu damai dalam kesejukan insani pada empat penjuru yang bisa kau tuju.

Masih ada matamu yang jeli di antara pagiku yang tak lagi sama. Bersinar, jernih, dan meneduhkan jiwa.

Hidup adalah bahagia, bagi mereka yang tumbuh dengan pikiran dan hati yang samudera.

pondokhati, 060813

* Tulisan yang pernah kukirim untuk calon istriku saat ulang tahun kelahirannya tahun 2013 silam:) alhamdulillah, sekarang pernikahan kami sudah memasuki usia 2 tahun pernikahan. Barakallahulanaa..

Menuju Indramayu Beradab!

kijang indramayuTak terasa sudah memasuki tahun baru Hijriyah 1437 H. Tak terasa pula, kota kita yang tercinta, Indramayu, telah sampai di titik usia 488 tahun, tepat di hari jadinya 7 Oktober 2015 yang lalu. Sebuah angka yang cukup untuk memantapkan diri sebagai kota yang patut diperhitungkan dalam kancah nasional. Apa yang sudah dicapai? Insya Allah banyak. Terlepas dari kekurangan di sana-sini yang mesti diperbaiki, Indramayu telah mengalami perubahan yang demikian pesat dibandingkan puluhan tahun silam. Semoga perubahan ini selalu ke arah kebaikan.

Satu hal yang perlu disoroti adalah budaya membaca dan menulis. Ini pula yang menjadi PR bagi pemimpin Indramayu ke depan. Milan Kundera, seorang penulis dari Ceko pernah mengatakan, “Jika ingin menghancurkan peradaban sebuah negeri, maka hancurkan saja buku-bukunya.” Adagium ini bisa jadi benar, karena buku merupakan sumber ilmu. Lebih dari itu, buku merupakan bukti sejarah bahwa suatu negeri pernah ada. Indramayu bisa dikenal sampai sekarang ini, berulangtahun tanggal sekian, siapa yang membangun pertama kali, siapa saja yang pernah memimpin, bisa diketahui dari fakta-fakta sejarah masa silam. Melalui prasasti dan manuskrip-manuskrip kuno, kita akhirnya tahu, bagaimana peradaban Indramayu bermula. Arya Wiralodra dan Nyi Endang Dharma menjadi dua ikon penting dalam babad sejarah Indramayu. Baca lebih lanjut

Dua Lelaki yang Membuat Tempat ini Hidup Kembali

kunjungan poti awal“Dan setiap kisah, sejatinya adalah pengetahuan yang diajarkan Tuhan untuk kita” (Ibnu Atoirahman)

Ah, mungkin aku lupa, kapan aku mulai mengenal mereka. Tapi, aku takkan lupa ketika ada dua lelaki yang datang ke tempat ini membawa segudang harapan dan sebongkah rasa penasaran. Lelaki-lelakibertubuh tegap, tinggi dan tampak berwibawa, muda dan bersemangat baja. Tempat ini pernah mati. Semenjak teman yang ikut membantuku mengenalkan sekaligus menjadi penghubung tempat ini dengan dunia luar telah menyelesaikan pendidikannya. Ia pindah entah kemana. Praktis tempat ini kembali sepi, hanya sesekali dikunjungi anak-anak santri,itupun tak seberapa karena mereka hanya datang untuk mengaji. Lebih dari itu tidak.

Baca lebih lanjut

Lelaki-lelaki Kuat di Perpustakaan (3)

sukariyatiMaka, terinsipirasi dari kedua tokoh tersebut, aku memberanikan diri untuk bermimpi. Mulanya hanya sekedar keisenganku pada hobi membaca. Sewaktu SMA dulu, aku pernah dijejali buku-buku agama oleh ayah. “Baca buku ini. Buat benteng agama biar punya keteguhan iman” katanya. Maka buku-buku yang pertama kubaca adalah “I’tiqad Ahlussunnah Wal jama’ah” (KH. Siradjuddin Abbas) dan terjemahan kitab “Kifayatul Akhyar” (Syaikh Ahmad Taqiyudin). Semasa kuliah, aku mulai beralih untuk membaca fiksi. Masih teringat, buku pertama yang kubaca adalah “Tiga Ribu Tanda Tangan” (Dian Yasmina Fajri). Itu juga atas rekomendasi seorang teman, bahwa ada buku serial lucu, dengan bahasa remaja tapi tetep islami. Dan benar saja, membaca buku itu sungguh membuatku terhibur lahir bathin, bisa tertawa ngikik tapi bisa belajar agama (islam) tanpa ada kesan digurui. Hebat!

Baca lebih lanjut

By pondokhati Posted in BUKU

Lelaki-lelaki Kuat di Perpustakaan (2)

i'ah sutiah (depok)Lelaki lain yang tak kalah kuat di dunia perpustakaan adalah Pak Dauzan Farouk. Sampai saat ini, belum hilang binar-binar kekagumanku pada sosok bersahaja itu. Seorang veteran pejuang kemerdekaan yang mengabdikan dirinya di jalan Tuhan melalui dunia perbukuan. Beliau rela dan ikhlas jika harus bersusah payah demi mencerdaskan anak bangsa meski usianya telah menginjak senja. Beliau merelakan rumahnya diisi dengan buku-buku dan majalah-majalah yang sebagian besar dibelinya dengan uang pensiunan veteran yang tidak seberapa jumlahnya. Beliau merelakan buku-bukunya dipinjam oleh siapapun yang menginginkan pengetahuan, tanpa bayaran sedikitpun. Baca lebih lanjut

By pondokhati Posted in BUKU

Lelaki-lelaki Kuat di Perpustakaan (1)

wahyu tanoto (magetan)“Siapakah orang terkuat di perpustakan?”

“Pak Emang”.

“Haaa? Siapa?”

“Pak Emang”, jawabku mantap.

Emang siapa sih Pak Emang sampe dijuluki lelaki terkuat segala? Apakah dia punya badan berotot mirip “Arnold Rwada-rwadaseger” dalam film Terminator? Hehe, tidak. Badannya biasa saja, standar-standar saja. Ataukah dia lelaki muda yang penampilan super keren? Bukan, dia lelaki paruh baya dengan gaya biasa saja. Lantas, mengapa dia dianggap sebagai lelaki terkuat? Karena dia duduk paling lama di perpustakaan.

Baca lebih lanjut

By pondokhati Posted in BUKU

Presiden Ramadhan

Ada yang berbeda saat pemilihan presiden wakil presiden (president and vice president election) tahun 2014. Pasalnya, pemilihan ini berlangsung tepat di bulan mulia, Ramadhan. Setelah proses yang cukup panjang, akhirnya tanggal 9 Juli 2014 menjadi hari bersejarah bagi masyarakat Indonesia untuk menentukan presidennya sendiri secara langsung. Nantinya, Presiden terpilih diberi kesempatan untuk memimpin negeri ini 5 tahun mendatang. Hanya ada dua pasang calon saja, menyusut jika dibandingkan pemilihan 5 tahun lalu, ada 5 pasang calon yang berebut suara untuk bisa menjadi RI 1 dan RI 2. Dua pasang calon presiden dan wakil presiden tersebut adalah pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Bagi saya, mereka adalah putra-putra terbaik bangsa ini yang akan mengabdikan dirinya untuk menjadi presiden dan wakil presiden Indonesia tahun 2014. Baca lebih lanjut

“Duhai, Engkau Pemimpin!”

pemimpinAbu Ja’far Ibnu Jarir at-Thabari, seorang ahli Tafsir Al Qur’an pernah ditanya, “Apa yang harus kita minta jika Allah hanya mengabulkan satu-satunya permintaan kita di dunia?”. Beliau menjawab, “Mintalah untuk diberi pemimpin yang adil, arif dan bijaksana!”. Ungkapan ini terdengar ringan, tetapi terasa tegas, jelas dan lugas. Memilih pemimpin bukanlah perkara mudah karena akan menentukan nasib kita sebagai rakyat yang dipimpinnya. Jika pemimpinnya baik, maka sebagai rakyat, kita juga akan menjadi baik. Namun jika pemimpinnya buruk, maka rakyat akan menerima akibat serupa.

Memiliki seorang pemimpin yang arif, adil dan bijaksana berarti mempersiapkan kebahagiaan bagi setiap orang. Ia akan berhati-hati dalam mengemban amanah yang dipikulnya. Ia akan membawa kemaslahatan (kebaikan) bagi negeri yang dipimpinnya. Akibatnya, ia rela mendahulukan kepentingan rakyat yang dipimpinnya, di atas kepentingan pribadi dan keluarganya.

Tiba-tiba keisengan saya kambuh. Saya tergelitik untuk bertanya, “Adakah pemimpin seperti itu di zaman kita sekarang ini?” Iseng-iseng saya coba membandingkan model kepemimpinan zaman dahulu di masa Khulafaur Rasyidin (Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali) yang berorientasi akhirat dengan pemimpin yang berorientasi dunia. Perbandingan ini tentu saja tidak mengandung nilai kebenaran mutlak (absolut), tetapi hanya bersifat nisbi (relative) belaka. Perbandingan ini tidak pula bermaksud untuk mendiskriditkan kelompok atau pihak tertentu. Ini hanya sebuah tulisan murni sebagai bentuk perenungan kita bersama.

Baca lebih lanjut