Ramainya Kesunyian

PADA suatu hari, sepulang dari rental internet, aku mampir ke sebuah kedai makanan karena kebetulan saat itu perutku lapar. Biasanya, ketika aku mampir ke kedai tersebut, suasananya cukup lengang. Namun kali ini, kedai makanan yang tidak terlalu luas tersebut dipadati oleh pengunjung. Untuk ukuran kedai kecil, 11 orang merupakan jumlah yang cukup ramai menurutku.

Pengunjung kedai tersebut terdiri dari dua kelompok yaitu sebuah keluarga dan sekelompok pelajar yang masih remaja. Mulanya aku ragu untuk masuk, karena aku berfikir suasananya pasti akan sangat ramai. Pasti sangat tidak nyaman. Namun, karena sudah terlanjur masuk, aku pun memberanikan diri memesan satu porsi makanan, setelah memilih tempat duduk yang berada di pojok. Maklum, hanya ada dua bangku kosong yang tersisa.

hand07Ya, begitulah kehidupan remaja. Jika sudah kumpul dengan sesamanya tak pelak lagi berbagai macam guyon kerap kali mewarnai canda tawa mereka. Seperti itulah yang kubayangkan di dalam kedai kecil ini.Sambil menunggu pesananku datang, aku mulai membayangkan, pasti suasananya akan ramai sekali. Apalagi kali ini pengunjungnya terdiri dari sekelompok anak remaja. Aku pernah melihat sekelompok anak remaja ketika di angkot yang mengobrol macam-macam sampai membuat gaduh suasana angkot.

Pesananku belum juga tiba. Aku mencoba mengambil buku dan membacanya dengan maksud menghindari guyonan dan obrolan mereka. Semenit, dua menit pun berlalu. Aku begitu menikmati bacaanku. Aneh, karena tidak ada keributan yang ditimbulkan oleh sekelompok remaja tersebut. Namun aku berfikiran lain. Mungkin mereka sedang asyik menyantap makanan sehingga tidak sempat untuk mengobrol. Tapi benarkah demikian?

okt1 Karena penasaran, aku pun menghentikan bacaanku dan melirik ke arah mereka. Subhanallah. Pemandangan yang kulihat sungguh sangat jauh dari perkiraanku. Ternyata, sebagaimana layaknya remaja lain, mereka pun tengah bercanda dengan sesamanya. Hanya saja tidak dengan mulut, tetapi dengan menggunakan bahasa isyarat. Mereka adalah sekelompok anak tuna wicara/rungu yang sedang makan di waktu istirahat. Mereka adalah siswa SLB (Sekolah Luar Biasa) yang lokasinya memang tidak jauh dari kedai makanan tersebut. Dengan bahasa isyarat itu, mereka mengobrol macam-macam. Rupanya mereka telah mengerti satu sama lain. Sesekali mereka tersenyum ketika ada teman mereka yang ’berbicara’ lucu. Pokoknya, obrolan mereka khas remaja sebagaimana umumnya. Mereka benar-benar terlihat begitu bahagia.

thumbWalaupun aku sendiri tidak mengerti apa yang dibicarakan, sesekali aku tetap memperhatikan mereka. Bahkan ketika makanan pesananku telah tersaji dihadapanku. Mereka tidak merasa malu untuk ’berbicara’ di tengah-tengah orang lain yang normal. Cacat yang mereka derita tidak menghalanginya untuk tetap ceria seperti remaja-remaja lainnya.

Aku jadi membayangkan kegiatan mereka di SLB. Para guru pasti memberikan pelajaran dengan bahasa isyarat, murid bertanya dengan bahasa isyarat, tidak ada keributan dalam kelas walaupun guru meninggalkan kelas (karena mereka mengobrol dengan caranya sendiri).
Aku jadi berfikir, SLB Tuna Rungu/Wicara mungkin satu-satunya sekolah tersunyi yang ada selama ini. Namun dibalik kesunyiannya itu, sebenarnya para murid atau gurunya sedang berinteraksi satu sama lain dengan cara mereka sendiri. Dan jika obrolan mereka bisa didengarkan oleh kita-kita yang normal, pasti akan sama ributnya seperti sekolah-sekolah pada umumnya. Mungkin inilah salah satu keunikan yang ada di SLB Tuna Wicara/Rungu yang tidak dimiliki oleh sekolah lainnya. Sebuah kesunyian yang ada di tengah keramaian. Maha Suci Allah atas segala yang telah diciptakan-Nya…

All rights reserved © 2008

ir-copyraight14

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s