Batman Juga Manusia!

10003529

Sudah pernah nonton film “Batman Begins” belum? Sebuah film karya Christopher Nalon yang mengisahkan tentang bagian awal ‘penciptaan’ tokoh superhero: Batman. Aku sudah menontonnya. Mm.. Tidak menyesal aku menontonnya karena filmnya memang bagus.

Tahukah anda bahwa Batman sebenarnya ‘lahir’ dari sebuah ketakutan. Kok bisa ya? Tokohnya yaitu Bruce Wayne punya masa lalu yang kelam. Ortunya dibunuh oleh penjahat yang gak jelas juntrungannya. Trus dia juga takut banget ama yang namanya kelelawar. Namun gurunya berkata: “Untuk mengatasi ketakutan, kau harus jadi menakutkan”. Buat Wayne, kata-kata ini punya pengaruh besar dalam hidupnya dan akhirnya membawanya menjadi seorang Batman (si manusia kelelawar). Ketika ditanya oleh Alfed (pembantu setianya), mengapa lambang Batman harus kelelawar? Bruce Wayne menjawab, ” Kelelawar membuatku takut. Sekarang saatnya musuh-musuhku merasakan ketakutanku”. Dan akhirnya ia benar-benar ditakuti oleh para penjahat di Ghotam City. Walaupun akhirnya, Bruce Wayne pun harus berjuang melawan guru sendiri yang kini menjadi musuhnya karena memiliki perbedaan prinsip dalam menegakkan keadilan. Sang guru yang pernah diselamatkannya ingin melawan ketidakadilan dengan cara yang sangat radikal yakni ingin menghancurkan seluruh kota Ghotam karena orang-orang di dalamnya sudah tidak baik, misalnya birokrat yang korup, polisi yang mudah disuap dll. Namun Bruce Wayne (Batman) berpendapat, tidak semua orang dalam kota Ghotam menjadi jahat. Masih ada orang-orang yang baik di dalamnya. Oleh karena itu, ia berupaya ingin menyelamatkan kota Ghotam. Jadi tidak perlu dihancurkan secara keseluruhan. Inilah perbedaan prinsip antara Bruce Wayne dan gurunya.

batman_begins-trl_wide_qthighwide_thumb_rt1Satu hal lagi yang membuatku senang menonton film ini, yakni adanya pesan moral untuk terus bersemangat menjadi orang yang (lebih) baik. Memanfaatkan seluruh potensi yang ada dalam diri kita untuk kepentingan orang banyak. Seperti Bruce Wayne, seorang milyarder yang rela menjadi Batman untuk membantu mereka yang membutuhkan pertolongan dan menyelamatkan kota Ghotam dari kehancuran. Siapa sangka, Bruce Wayne yang akhirnya menjelma menjadi Batman, semasa kecilnya benar-benar seorang penakut. Ia pernah terjatuh pada sebuah sumur (yang ternyata merupakan pintu masuk sebuah gua) yang dikelilingi banyak kelelawar. Ayahnya, Thomas Wayne menolongnya sambil berkata, semua akan baik-baik saja. Ia pun mengajarkan “Untuk apa kita terjauh? Agar kita bisa belajar bagaimana kita bangun”.

Dari kisah ini kita tahu, kalo Batman yang dipuja banyak orang sebagai seorang superhero ternyata pernah punya rasa takut. Maklum saja, berbeda dengan tokoh superhero lainnya, Batman adalah satu-satunya superhero yang bener-bener ‘manusia’. Maksudnya, dia-lah superhero yang manusiawi, tidak memiliki kelebihan bawaan sejak lahir atau karena mutasi genetik. Ia tampil ‘manusiawi’ apa adanya, namun hebat karena didukung oleh peralatan yang super canggih.

Setidaknya kita bisa belajar dari kisah Batman ini. Pelajaran pertama tentang bagaimana mengelola sebuah ketakutan. Ya, kadangkala untuk melawan ketakutan, kita perlu menjadi ketakutan itu sendiri. Apa tujuannya? Tak lain hanyalah ingin membuktikan bahwa kita adalah sosok yang kuat, gak bisa dianggap remeh begitu saja oleh lawan. Selain itu, kita menjadi orang yang mampu untuk menguasai rasa takut itu sendiri. Namun ketakutan yang kita ciptakan setidaknya hanya sebatas ketakutan pada lawan saja, bukan malah menyebarkan teror dimana-mana. Preman, dia adalah sosok yang mampu menciptakan ketakutan. Namun ketakutan yang ia ciptakan justru meresahkan orang lain. Pembunuh bayaran, dia adalah sosok yang juga mampu menciptakan ketakutan, tetapi ketakutan yang ia ciptakan menjadi masalah bagi kebanyakan orang. Jadilah seperti Batman, ketakutan yang ia ciptakan hanyalah ditujukan untuk orang-orang yang jahat. Di mata orang-orang lemah, justru ia disegani sebagai sosok pahlawan yang selalu memerangi kejahatan. Sosoknya selalu dinanti oleh masyarakat dan namun ditakuti oleh para penjahat. Inilah ketakutan yang dimaksud.

batmanbegins-batcave1_qtlow_thumb_rtPelajaran kedua adalah tentang kejatuhan. Setiap kita, pasti pernah mengalami masa-masa kelam dalam hidup, seolah terjatuh ke lembah yang paling dalam. Aku sangat terkesan dengan kata-kata ayahnya Bruce Wayne tersebut di atas. Dalam hidup ini, kadang kala kita pernah merasa jatuh, mengalami depresi yang membuat hidup kita terasa sangat sulit. Namun, kenapa kita kita “dijatuh’kan oleh Tuhan adalah tidak lain adalah agar kita bisa belajar bagaimana rasanya ‘bangun”. Tuhan seolah membimbing kita untuk menjadi dewasa sesuai kehendak-Nya. Tidak peduli berapa banyak kita merasa gagal, tetapi kesuksesan yang sebenarnya adalah bangkit dari keterpurukan setelah masa-masa kejatuhan yang kita alami. Hingga akhirnya, kita akan menjadi orang yang benar-benar kuat, seperti Bruce Wayne yang menjelma menjadi seorang Batman.

Akhirnya, aku tutup tulisan ini dengan kata-kata indah dari Pak Mario Teguh yakni : “Jika anda sedang benar, jangan terlalu berani dan bila anda sedang takut, jangan terlalu takut. Karena keseimbangan sikap adalah penentu ketepatan perjalanan kesuksesan anda. “

Bagaimana pendapat teman-teman?

Indramayu, 1 Januari 2008

All rights reserved (c) 2008

ir-copyraight1

Sumber bacaan:

– Film Batman Begins, Christopher Nalon

– Buku Hidup Tanpa Masalah, DAR!Mizan Bandung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s