Siklon Tropis Melanda Hati

sitop

Dalam Ilmu Meteorologi ada istilah Siklon Tropis. Siklon ini terbentuk melalui berbagai macam proses dan fase, salah satunya adalah depresi. Istilah depresi merupakan suatu kondisi tekanan rendah suatu tempat sehingga menimbulkan beda tekanan antara satu tempat dengan tempat lainnya. Akibatnya, timbul aliran massa udara dari tempat yang bertekanan tinggi ke tempat bertekanan rendah. Apabila beda tekanannya demikian besar terjadilah aliran massa udara yang besar pula. Jika depresi terus berlanjut, maka terjadilah Siklon Tropis. Dinamakan demikian karena siklon tersebut terjadi di wilayah tropis yakni wilayah antara lintang 23,5° LU (Lintang Utara) dan 23,5° LS (Lintang Selatan). Sementara itu, orang banyak menyebutnya sebagai badai dan topan.

Badai bisa sangat berbahaya karena dapat merusak apa saja yang ada didekatnya dengan kecepatan angin yang luar biasa (bisa mencapai 120 km/jam atau lebih). Luas pusaran badai/topan bisa lebih dari 400 km dan berlangsung selama beberapa hari sebelum akhirnya menghilang. Sekitar 90 % korban angin topan terjadi ketika badai yang pertama sampai garis pantai. Namun tahukah kamu, sebenarnya di tengah-tengah pusaran badai itu (biasa disebut mata badai), aliran anginnya justru tenang, alias sepoi-sepoi aja dengan diameter bisa mencapai 30 km. Tapi jangan salah, kekuatan angin di sekitarnya itulah yang mematikan. Huii Syereem…

Badai terbentuk mula-mula dipicu oleh memanasnya suhu permukaan laut (sedikitnya 27° C dengan kedalaman 60 km), sehingga terjadi beda tekanan. Mula-mula, angin bertemu dekat permukaan laut. Udara naik, terjadilah aliran udara yang menimbulkan angin. Uap air pada udara yang naik mencair sambil melepaskan hawa panas. Hawa panas ini menghangatkan udara di sekitarnya sehingga udara menjadi lebih ringan dan naik. Angin yang terbentuk pada semua ketinggian harus mempunyai kecepatan dan arah yang sama. Daerah yang bertekanan tinggi di atmosfer akan mendorong udara yang naik menjadi badai.

Kebanyakan badai memang terjadi di lautan terutama di daerah tropis (makanya seringkali disebut badai tropis/siklon tropis), namun dampaknya bisa sampai ke darat jika lokasinya tidak terlalu jauh dari daratan. Badai/topan bergerak di lautan mengikuti arah angin dengan kecepatan pergerakan sekitar 20 km/jam. Dalam perjalanannya, badai/topan membawa hujan deras dan gelombang tinggi. Ketika mencapai daratan, badai/topan menyebabkan kerusakan dan kerugian yang besar. Gelombang tinggi dan hujan yang deras sering mengakibatkan banjir di daerah pantai. Badai dapat mereda jika dia memasuki daratan karena pengaruh kekasapan/gesekan permukaan yang tinggi. Badai juga bisa mereda jika memasuki daerah lintang tinggi yang suhunya lebih dingin. Selain itu, badai akan mereda jika memasuki daerah katulistiwa atau daerah ekuator yang memiliki lintang 0°.

Bagaimana jika depresi/badai itu terjadi pada manusia, bukannya lautan? Ternyata depresi manusia analog dengan depresi yang sebenarnya. Penyebab depresi pada manusia umumnya adalah persoalan yang bertubi-tubi namun tidak ungkapkan. Akibatnya pikiran menjadi panas. Ketika ia sudah tidak kuat, timbullah depresi. Memang dari kejauhan, kayaknya orang yang depresi itu terkesan lebih pendiam atawa alim gitu. Tapi jangan coba-coba melawannya, karena amukannya demikian dahsyat (jadi inget mata badai ya..).

Bagaimana untuk menyembuhkan depresi? Masih analog dengan depresi yang sebenarnya, maka depresi pada manusia bisa diredakan dengan :

1. Memasuki daerah lintang tinggi yang lebih dingin, maksudnya berilah dia perkataan yang lemah lembut dan menyejukkan. Bimbing pula dirinya untuk melakukan amalan-amalan yang menyejukkan, misalnya dengan berdzikir. Bukankah Allah berfirman : Ingatlah, hanya dengan mengingat Allahlah hati menjadi tenteram (Surat Ar Ra’du : 28). Ingatkan pula dirinya untuk terus berdoa, karena kekuatan doa adalah segalanya..

2. Memasuki daratan karena tingkat kekasapan yang tinggi. Artinya berilah dia semangat untuk tetap tegar dan bangkit dari keterpurukan. Bangun kembali mentalnya yang rapuh dengan persiapan fisik dan psikis yang yang kuat.

3. Memasuki Daerah Ekuator dengan Lintang 0°. Artinya, “nol” kan diri anda. Kini anda bukan siapa-siapa. Ada kekuatan yang lebih besar dari diri anda. Dia adalah yang Maha Kuasa. Maka dari itulah, pasrahkan segalanya kepada-Nya karena kita hanyalah manusia biasa.

Trus bagaimana biar gak terkena depresi ? Ya itu tadi, jangan biarkan suhu pikiranmu panas. Jangan pendam masalahmu sendirian, tapi cobalah bertukar fikiran dengan orang yang kita percayai, walaupun cuma sekedar curhat dan si teman gak kasih solusi apa-apa. Insya Allah bisa mendinginkan pikiran kita, terasa lebih plong gitu. Sehatkan dirimu dengan selalu berdzikir kepada Allah. Percayakan pada-Nya saja segala masalahmu, karena sesungguhnya gak ada penyakit yang gak ada obatnya. Pun demikian, gak ada masalah yang gak ada penyelesaiannya. Bukan begitu ?

Indramayu, 24 Desember 2008

ir-copyraight13

Sumber bacaan:

Buku Hidup Tanpa Masalah, DAR!Mizan

Topan dan Tornado, Neil Morris

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s