Dalam Sebotol Air

the_true_powerofwater3

AKU pernah baca bukunya Dr. Masaru Emoto, The Hidden Messages in Water (Pesan Rahasia sang Air). Melalui foto-foto kristal air yang dibuatnya selama bertahun-tahun, Dr. Emoto mengungkapkan bahwa ternyata air merespon lingkungannya loh. Air akan membentuk kristal yang indah ketika didengarkan musik klasik, diperlihatkan pemandangan alam yang indah dan hal-hal yang berkaitan dengan spiritualitas, atau dibilang, “kamu indah”. Namun air akan membentuk rupa yang buruk (atau tidak terbentuk kristal sama sekali) ketika didengarkan musik berlirik vulgar, didekatkan dengan oven microwave, televisi, atau dibilang “kamu bodoh”. Waduhh!

the_true_powerofwater2b

Penelitian ini banyak membuat orang sadar, kalo air ternyata juga dapat “membaca”, “mendengar”, “melihat” dan “merekam” yang ada disekitarnya (bahkan kejadian yang jauh sekalipun). Makanya dikatakan, air juga bisa “meramal” loh. Air mampu membedakan mana hal yang positif dan mana hal yang negatif. Pendek kata, air mampu menyampaikan pengetahuannya kepada kita dengan cara yang mengagumkan. Wow, sungguh luar biasa!

Kalo umat Islam sih sebenarnya udah pada tahu. Makanya kenapa kalo ada orang sakit selalu dibacakan doa pada segelas air kemudian meminumkannya pada orang tersebut. Dan yang lebih heboh, tubuh kita juga sebagian besar terdiri dari air, bukan? Makanya kalo kita suka berkata-kata yang baik, maka air dalam tubuh kita juga ikutan baik. Bayangkan, jika kristal-kristal indah itu ada di dalam tubuh kita.

Dari situlah, setiap ada kesempatan untuk meminum air, kita dianjurkan untuk membaca basmalah. Lebih baik lagi kalo dibacakan juga surat Al Fatihah. Semoga saja air yang kita minum ikut mendoakan kita menjadi lebih baik. (Jadi gak usah ngantri berdesak-desakan segala dateng ke rumah Dukun Cilik Ponari, hihi…)

Maka kupaketkan doa dalam sebotol air ini untuk kedua orang tua yang yang kucintai. Berdoa sejenak untuk kebaikan mereka berdua:


“Di dalam air ini ada cinta.

Karena kutumpahkan seluruh rasa cintaku dalam air ini untuk mereka.

Dalam setiap rasa cinta yang menggema, kuserahkan sepenuh jiwaku untuk mereka.

Dan cintaku adalah suci, sesuci air ini.

Di dalam air ini ada kasih sayang.

Karena rasa kasih dan sayang kucurahkan sepenuh hati untuk mereka.

Mengalir bagai air yang akan kita reguk bersama kasih sayangku yang tulus.

Di dalam air ini ada do’a.

Karena demikianlah adanya do’a yang setiap hari kulantunkan untuk mereka.

Sebuah doa penuh pengharapan kepada-Mu untuk kebaikan mereka.

Doa yang baik akan turut pula didengarkan oleh air untuk sama-sama mendoakan,

dan mudah-mudahan didengar oleh-Nya.

Cinta, kasih sayang dan doa, kupersembahkan untuk ayah dan ibu

sebagai bentuk pengabdianku kepada mereka berdua,

untuk segenap rasa cinta, kasih sayang dan doa mereka

yang tak pernah lekang dimakan waktu, yang tak pernah pudar sepanjang masa.

Walaupun aku tahu, aku takkan pernah bisa membalas segala yang telah mereka berikan padaku selama ini, setidaknya inilah yang bisa aku berikan kepadanya.

Terima kasih ayah dan ibu…

Hanya ini rasa baktiku padamu. Semoga engkau meridloi diriku agar aku bisa meraih ridlo-Nya dalam damai jiwa, hati yang suci dan kebahagiaan hakiki…”

Allrights reserved (c) 2008

Sumber gambar: http://www.swaramuslim.net

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s