Kuliah dari Semut

gu-se

Semut-semut kecil, saya mau tanya.

“Apakah kamu di dalam tanah tidak takut mati?”

(penggalan lagu Semut-Semut Kecil, dipopulerkan oleh Melisa)

——

PERNAH liat gak film kartun tentang semut? Mm.. itu loh yang judulnya Bugs Life? Ada juga yang judulnya Antz. He..he.. lucu ya, liat polah tingkah mereka.

Semut udah ada lebih dulu jika dibandingkan dengan munculnya manusia. Saat ini diperkirakan ada sekitar 1- 10 juta milyar (1015) individu semut yang hidup di planet bumi dan bila seluruh individu semut tersebut ditimbang, akan tampak bahwa berat keseluruhannya melebihi berat tubuh keseluruhan manusia. Subhanallah.

Lebih lanjut tentang semut, saat ini sekitar 20 ribu spesies semut berbagi tempat dengan manusia. Dua belas ribu di antaranya sudah dikenali melalui ilmu pengetahuan, namun sisanya belum dikenali atau mungkin akan punah sebelum ditemukan. Di Indonesia sendiri ada sekitar 2000 spesies semut dan sekitar 1500 telah ditemukan jenisnya.

Ternyata, semut yang kecil punya juga “negara”, yang mereka sebut koloni. Disitu juga berlaku aturan layaknya manusia hidup di suatu negera. Koloni semut biasanya merupakan satu keluarga besar semut dan isinya terdiri dari tiga kasta: semut pekerja, semut pejantan, dan semut ratu.

Semut pekerja bertugas antara lain mencari makan, membangun sarang, menjaga koloni dari musuh, serta merawat anakan dan semut ratu. Semua semut pekerja berjenis kelamin betina dan biasanya tidak dapat menghasilkan keturunan alias steril. Semut pejantan bertugas dalam reproduksi koloni dengan cara membuahi semut ratu, lalu setelah itu mereka mati. Hiks, kasian juga ya. Kalo semut ratu-nya sendiri terus bertahan hidup untuk membentuk koloni baru, menghasilkan telur-telur dan menjadi induk bagi koloni barunya.

Nah, ngomong-ngomong tentang semut, beberapa waktu yang lalu, aku pernah mendengar ceramahnya Pak Syafi’i Antonio. Beliau menceritakan beberapa hal dalam rangka peningkatan kualitas kita sebagai seorang muslim, salah satunya adalah dengan berguru pada semut. Ih, apaan sih? Merasa tertarik dengan apa yang dikemukakan beliau, aku memperhatikan ceramah beliau sampai selesai. Kemudian, aku merangkumnya dan memberi catatan tambahan tentang polah tingkah si semut yang tidak beliau jelaskan.

Sebagaimana telah kita ketahui, semut adalah hewan yang unik. Saking uniknya, Allah sendiri mengabadikan si semut dalam Al Qur’an yakni surat An Naml (artinya : Semut).

Dinamai “surat Semut” karena pada ayat 18 dan 19 dalam surat ini diceritakan tentang perilaku semut di mana waktu itu, raja semut memerintahkan kepada anak buahnya agar masuk ke sarangnya masing-masing. Hal ini dilakukan agar mereka tidak terinjak oleh Nabi Sulaiman AS dan tentaranya yang akan melalui tempat tersebut. Mendengar perintah raja semut kepada anak buahnya itu, Nabi Sulaiman tersenyum dan merasa ta’jub atas keteraturan kerajaan semut. Beliau pun mengucapkan syukur kepada Allah Swt yang telah melimpahkan nikmat kepadanya, salah satunya adalah dapat memahami bahasa binatang.

Semut memiliki kedudukan istimewa dalam Al Qur’an, karena daripadanyalah kita dapat mengambil banyak pelajaran. Menurut Pak Syafi’i Antonio, semut memiliki sifat-sifat yang unik dan sebagai muslim kita pun dapat pula mencontohnya. Berikut beberapa contohnya.

1. Ketika bertemu dengan sesamanya, semut selalu bersalaman. Sebagai muslim, sudah barang tentu kita pun diperintahkan untuk saling bersilaturahmi, membangun jaringan (networking) yang luas dengan sesamanya.

2. Semut tidak pernah diam, selalu bekerja keras. Sebagai muslim kita dituntut untuk selalu bergerak, jangan hanya diam saja. Berusaha mencari sesuatu yang bermanfaat.

3. Semut selalu saling membantu dan bergotong royong. Artinya sebagai muslim pun kita dituntut untuk saling tolong menolong dalam kebaikan dan taqwa (Surat Al Maidah : 2), saling meringankan penderitaan sesama.

4. Semut selalu mengumpulkan makanan untuk persediaan masa yang akan datang. Artinya, seorang muslim haruslah mempersiapkan diri untuk masa-masa sulit yang akan menjelang. Dunia adalah tempat kita untuk mencari bekal yang banyak bagi kehidupan yang tiada akhir yaitu kehidupan akhirat. Dalam kehidupan duniawi pun, kita dianjurkan untuk menabung. Tabungan yang ada akan kita gunakan untuk masa-masa yang tak terduga.

5. Semut selalu mengumpulkan makanan bukan hanya untuk dirinya sendiri tetapi untuk bersama. Artinya sebagai seorang muslim kita jangan egois dalam mengejar sesuatu. Kita dituntut untuk saling berbagi dengan sesama dengan membayar zakat dll.

6. Semut adalah binatang yang hemat. Dalam sebuah kisah diceritakan, bahwa Nabi Sulaiman pernah bertanya kepada seekor semut tentang berapa banyak makanan yang ia butuhkan untuk hidupnya selama setahun. Semut menjawab bahwa ia hanya membutuhkan sebutir beras untuk kehidupannya selama setahun. Maka Nabi Sulaiman pun memberikan sebutir beras kepadanya. Setahun kemudian, Nabi Sulaiman berkunjung kembali ke tempat semut untuk melihat keadaannya. Alangkah terkejutnya beliau karena semut hanya menghabiskan separuh makanannya yakni hanya setengah butir beras saja. Nabi Sulaiman pun menanyakan hal ini dan semut menjawab, bahwa hal ini ia lakukan karena dirinya tidak tahu apakah Nabi Sulaiman akan memberikan sebutir beras lagi tahun berikutnya. Sehingga ia harus menghemat makanan yang telah diberikannya. Subhanallah, naluri seorang semut ternyata lebih dari yang kita bayangkan, bahwa dia juga ternyata memikirkan masa depannya. Oleh karena itu ia berupaya untuk berhemat.

Mari kita sama-sama belajar dari si Semut…

Allrights reserved (c) 2009


Iklan

2 comments on “Kuliah dari Semut

  1. Subhanallah, ternyata kita tidak selamanya lebih baik dari seekor semut. ia diciptakan Allah SWT untuk menjadikan semakin sadar manusia akan kelemahannya. akhirnya . . . Allaahu Akbar.

    >>>pH: Allahu Akbar!

  2. Iya jadi teringat lagu melisa Semut-Semut Kecil, banyak yg merindukan lagu kanak-kanak ini…..Buat lo pada yang suka Melisa gabung yuk dengan group di Facebook: Semua Suka Melisa Si “Semut-Semut Kecil” http://www.facebook.com/group.php?gid=131980523481040&ref=search&sid=YNm4vJ5Re9pn_rbyS8MB7g.838000007..1

    >>>pH: “Cemut.. cemut ketil. caya mau anya, apatah tamyu, di dalam tanah, tidak tatut tetaaan… [oweee…owee….].” hehehe… jadi inget masa muda. ^^b

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s