Terserah Apa Katamu?

donkey

TEMANS, pernah denger gak kisah Lukmanul Hakim yang bermaksud memberikan pelajaran sangat berharga kepada anaknya? Mmm… rasanya tidak ada salahnya jika aku menceritakannya kembali kisah populer ini, karena terkandung hikmah besar di dalamnya. Lukmanul Hakim hidup di Afrika pada abad 5 Sebelum Masehi. Dari segi fisik, Lukmanul Hakim adalah sosok yang jauh dari sempurna. Digambarkan bahwa tubuhnya pendek, kulitnya hitam pekat, rambutnya keriting, matanya lebar, bibirnya tebal dan hidungnya pesek. Sehingga dimanapun ia berada seringkali menjadi bahan tertawaan dan cemoohan orang-orang yang melihatnya. Namun, dibalik fisiknya yang ”tidak sempurna”, Allah telah menganugerahkan kepadanya sifat arif dan bijaksana. Akhlaqnya juga sangat baik sehingga setiap butir-butir kata yang keluar dari mulutnya, laksana mutiara yang tak ternilai harganya. Maka pantaslah Allah mengabadikan namanya dalam Al Qur’an melalui nasihat-nasihatnya yang begitu indah.

Suatu hari, Lukmanul Hakim memerintahkan anaknya mengambil seekor keledai. Sang anak memenuhinya dan membawa keledai tersebut ke hadapan sang ayah. Lalu Lukman menaiki keledai itu dan memerintahkan anaknya untuk menuntun keledai. Keduanya berjalan melewati kerumunan orang banyak. Tiba-tiba orang-orang yang melihat mereka berdua berkata dengan nada kecaman,

“Anak kecil itu berjalan kaki, sedangkan orang-tuanya asik-asikan duduk di atas keledai. Ih, kejam banget tuh orang tuanya”

Lukman bertanya kepada anaknya, “Nak, apa kata orang tentang kita?”. Sang anak menyampaikan tanggapan mereka kepada sang ayah.

Kemudian, Lukman turun dari keledai. Kali ini, gantian sang anak yang disuruhnya menaiki keledai. Sementara Lukmanul Hakim sendiri, menuntunnya. Keduanya lalu berjalan melewati kerumunan orang di tempat lain. Tiba-tiba mereka mencemooh sang anak seraya berkata, “Kurang ajar banget tuh anak muda! Masa sih, dia tega membiarkan orang tuanya berjalan kaki, sementara dirinya yang masih kuat berjalan enak-enakan duduk di atas keledai”

Lukman bertanya kepada anaknya, “Nak, apa kata orang tentang kita?” Sang anak menyampaikan tanggapan mereka.

Mendengar ucapan mereka, lalu Lukman dan anaknya sama-sama menaiki keledai. Keduanya pun berjalan melewati keramaian di tempat lain. Tiba-tiba orang-orang menghardik keduanya seraya berkata, “Gila, kejam banget tuh kedua orang itu. Mereka menaiki seekor keledai yang kecil, padahal mereka tidak sakit ataupun lemah.”

Lukman bertanya kepada anaknya, “Nak, apa kata orang tentang kita?” Lagi-lagi sang anak menyampaikan tanggapan mereka.

Akhirnya, Lukman dan anaknya turun dari keledai. Keduanya berjalan kaki sambil menuntunnya, melewati keramaian di tempat lain. Tiba-tiba orang-orang mengecam juga. “Subhanallah. Seekor keledai yang sehat dan kuat dibiarkan berjalan? Sementara pemiliknya berjalan kaki. Duh, sayang banget tuh. Punya keledai kok gak dimanfaatkan sih?” Kata mereka sambil geleng-geleng kepala.

Lagi, Lukman bertanya kepada anaknya, “Nak, apa kata orang tentang kita?” Dan sang anak pun menyampaikan tanggapan mereka.

Kemudian, Lukman menasihati anaknya: “Wahai anakku, bukankah aku telah berkata kepadamu, kerjakanlah pekerjaan yang membuat engkau menjadi saleh dan janganlah menghiraukan orang lain. Dengan peristiwa ini aku hanya ingin memberi pelajaran kepadamu.”

Subhanallah. Dari kisah tadi kita bisa mengambil hikmah. Apapun tindakan kita akan selalu ada orang yang bicara, entah baik atau pun buruk (kebanyakan sih selalu menyalahkan). Makanya, kalo selalu berusaha nurutin dan ngikutin kemauan semua orang, dijamin, susah banget deh. Karena tiap orang punya pikiran masing-masing. Tiap manusia dianugerahi akal yang berbeda. Oleh karena itu, tetaplah berusaha menjadi diri sendiri. Sepanjang itu baik menurut syariat, kerjakan saja! Dan biarkan saja orang lain bicara tentang kita, karena kita sedang belajar untuk bahagia.

Allrights reserved (C) 2008


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s