Mengejar Layang-layang Kehidupan

kite_runnerAku memiliki satu kesempatan terakhir untuk mengambil keputusan, untuk menentukan apa jadinya diriku. Aku bisa melangkah memasuki gang itu, membela Hasan dan menerima apa pun yang mungkin menimpaku. Atau, aku bisa melarikan diri. Akhirnya, aku melarikan diri.

Amir telah mengkhianati Hassan, satu-satunya sahabatnya, saudaranya. Rasa bersalah kini mengantuinya. Menyingkirkan Hassan dari kehidupannya adalah pilihan tersulit yang harus diambilnya.

Namun setelah Hassan pergi, tak ada lagi yang tersisa dari masa kecilnya. Seperti layang-layang putus, sebagian dari dirinya terbang bersama angin. Tetapi masa lalu yang telah terkubur dalam-dalam pun senantiasa menyeruak kembali. Hadir membawa luka-luka lama. Dan seperti rapuhnya layang-layang, tak kuasa menahan badai, Amir harus menghadapi kenangannya yang mewujud kembali.

“The Kite Runner” adalah sebuah kisah penuh kekuatan tentang persaudaraan, kasih sayang, pengkhianatan, dan penderitaan. Khaled Hosseini dengan brilian menghadirkan sisi-sisi lain Afghanistan, negeri indah yang hingga kini masih menyimpan duka. Di tengah belantara puing kota Kabul, akankah Amir menemukan kebahagiaan yang kelak menyapu kesedihannya?

***

kite-runner2Itulah cuplikan dari buku “The Kite Runner” karya Khaled Hosseini. Aku udah menyelesaikan membaca buku tersebut. Mm.. Novel ini bercerita tentang penyesalan masa lalu yang terus menghantui seorang amir terhadap hasan, saat masih bocah dulu sampai dengan dia dewasa. Menceritakan negara afganistan secara detail, dulu dan saat ini. Kisah yang penuh kekuatan tentang persaudaraan, kasih sayang, pengkhianatan dan penderitaan. Semua disajikan cukup detil penggambarannya. Bahasa sastranya juga bagus. Yang lebih bagus lagi adalah ceritanya tentang realita, ada adegan yang tidak bisa ditebak dan tokohnya abu-abu (bukan tipikal superhero gitu). Ada adegan-adegan dalam buku yang membuatku begitu terenyuh. ada juga adegan yang membuat tubuhku merasa ngilu akibat penggambaran penulis yang detil tentang luka tubuh sang tokoh. Mm.. Secara keseluruhan emang bagus banget. Ditulis dengan gaya penceritaan sudut pandang orang pertama, novel ini nampak seperti sebuah catatan harian tokoh utamanya, amir. Seolah-olah yang menulis cerita memang si amir sendiri. Kadang aku membayangkan, mungkin khaled adalah amir itu sendiri. Atau setidaknya, adegan yang ia ciptakan pernah menjelma dalam kehidupannya. Pokoke keren deh. Pantes buku ini jadi best seller internasional (lebih dari 8 juta kopi diterjemahkan ke dalam 42 bahasa diseluruh dunia loh). Bahkan buku tersebut sudah filmkan. Hampir persis seperti bukunya. Sekali lagi, novel ini benar-benar mengungkapkan realita, dengan segala kelebihan dan kekurangan, tokohnya yang ditampilkan benar-benar berkarakter. Sungguh luar biasa. [i@R]

Iklan

2 comments on “Mengejar Layang-layang Kehidupan

  1. sobat, punya dvd filmnya? nyarinya dimana ya, pengen banget nonton…

    >>>pH: Wah, aku ndak punya dvd filmnya. Maaf ya. Moga-moga aja pas Ramadhan di puter di TV (hehe.. ngarep). Terima kasih telah berkunjung, sahabat…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s