Menari Bersama-Mu

dervis4Ingin kuhibur hati ini dengan menari bersama-Mu dengan tarian kekhusyu’an dan syair merdu yang menggetarkan jiwa. Melepaskan seluruh raga manusiaku, menggantinya dengan sesosok cahaya bermandikan purnama di langit cinta. Gemerlap cahaya di atas cahaya. Harum semerbak wangi menjelaga.

Ingin kulepaskan beban ini lalu jatuh tersungkur lama. Menghitung setiap detik nadi yang ikut bertasbih, mengikuti iringan nyanyian hati, mempersembahkannya kepada-Mu, saja.

Ingin kuhanyutkan diriku di samudera luas penuh kesejukan. Mengusir segala gundahku yang masih saja menggema di ujung muara kehidupan. Nyatanya aku hanyalah hamba yang begitu hitam diantara putihnya fitrah-Mu. Segunung noda dihadapan kesucian hakiki. Menyisakan rasa sesak di dada yang begitu hampa. Dengan rasa cinta yang masih tersisa, aku begitu berharap : Kembalikan damai dalam diriku…

***

laskar-cintaSaya jadi teringat sebuah video klip yang digarap Dewa (19) yang judulnya “Laskar Cinta”. Tentu anda sudah tahu bukan? Yang menarik, dalam video klip tersebut ditampilkan ‘lelaki-lelaki berbaju aneh’ yang memakai jubah dan kopiah panjang. Yang dilakukan oleh lelaki-lelaki tersebut adalah menari. Sebuah tarian monoton, karena hanya didominasi dengan gerakan memutar dan terus memutar, layaknya sebuah gasing. Timbul pertanyaan ‘nakal’ saya, apa mereka tidak merasa pusing? Hehehe..

Sebenarnya, aku sudah tahu semenjak awal, jika tarian yang mereka mainkan dinamakan Sa’ma. Sebuah tarian yang banyak digemari oleh kaum Sufi, sebuah komunitas pecinta ilmu tasawuf (ilmu cinta kepada Tuhan). Saya jadi teringat dengan syair dari Sa’di tentang Sa’ma ini.

“Jangan salahkan Sufi dalam sa’ma. Apabila ia mengayunkan tangan dan kakinya, alasannya adalah bahwa ia sedang tenggelam (di lautan eksistensi); dan Tarian itu membukakan dalam jiwa sebuah pintu bagi pengaruh-pegaruh ilahiah. Tangan-tangan Sufi direntangkan lebar-lebar untuk semua makhluk dan tariannya adalah murni ketika ia muncul dari ingatan kepada yang dicintai (Tuhan). Kemudian setiap lengan yang bergerak memiliki jiwa di dalamnya. Apabila engkau terjun dengan berani untuk berenang, engkau dapat menggerakkan lengan dan kaki dengan sangat baik ketika menanggalkan pakaian. Mengangkat juba-jubah kehormatan dan kemunafikan duniawi, Seorang manusia yang tenggelam terhalangi oleh pakaiannya sendiri”.

Ternyata, tarian Sa’ma tidak bisa dilakukan dengan sembarangan. Ada syarat dan ketentuan berlaku (hehehe..). Dalam setiap putaran yang mereka mainkan selalu diiringi dengan pujian-pujian kepada Allah, menyampaikan rasa cinta yang begitu mendalam kepada Sang Pecinta. Maka tidaklah mengherankan jika para penari tersebut ada yang sampai tak sadarkan diri, karena begitu asyik menikmati ‘pertemuan’ Allah dalam jiwa dan raganya. Jadi, masihkah ada rasa pusing jika kita bertemu dengan Maha Yang Terkasih?

Indramayu, 31 Maret 2009

All rights reserved © 2009

By Ibnu Atoirahman

Sumber gambar:

http://www.dewa19.com

http://www.andibagus.blogspot.com


2 comments on “Menari Bersama-Mu

  1. ingin kuberlari menujumu menuju pintu ke agunganmu, namun semua takan terjdi karena aku sang pengkhianat hati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s