Syahid Sepatu

cinderella81Kisah tentang sepatu udah banyak kita denger, bukan? Coba kita ulas sedikit. Mmm, ada dongeng tentang Cinderella dengan sepatu kacanya (tentu sudah familiar kan dengan kisah ini?). Seorang gadis yang disiksa terus oleh ibu tirinya, dipekerjakan layaknya seorang pembantu. Namun diakhir cerita berhasil dipersunting oleh seorang pangeran tampan hanya gara-gara sepatu kacanya tertinggal di gerbang istana. Dan akhirnya mereka hidup bahagia. Huiih, kisah klasik banget kan?

Ada juga film Children of Heaven, sebuah film yang juga mengisahkan tentang sepatu. Kakak beradik ini harus rela berlari-lari ke sekolah hanya karena harus bergantian sepatu. Hal ini mereka lakukan gara-gara sepatu sang adik hilang terbawa arus. Ketika dalam suatu perlombaan lari, melihat juara ketiga-nya berhadiah sepatu, maka sang kakak berniat ikut untukchildrenofheaven1 mengganti sepatu adiknya yang hilang. Karena sudah terbiasa lari cepat-cepat karena keadaan terpaksa setiap hari ditambah semangat yang kuat untuk mengganti sepatu adiknya, akhirnya sang kakak pun berhasil menjadi pemenang. Betapa sedihnya, ketika ia berhasil menjadi juara pertama karena hadiahnya bukanlah sebuah sepatu. Hehehe.. pemikiran lugu seorang anak! Tapi film ini sungguh hebat. Sebuah kisah sederhana yang sarat makna tentang sebuah sepatu.

Nah, kisah ini juga tentang sepatu. Namun berbeda dengan dua kisah di atas yang notabene merupakan kisah fiksi, kisah berikut ini sungguh-sungguh nyata terjadi. Sebuah kisah yang ‘menggemparkan dunia’ yang terjadi pada tanggal 15 Desember 2008 yang lalu dan saya yakin teman-temen pun sudah mendengarnya. Hehehe..

Hari itu, mungkin hari yang tidak akan pernah dilupakan oleh ‘sang pemimpin besar’ yang ngaku negaranya sebagai negara ‘polisi dunia’. Ya, karena tidak akan menjabat lagi sebagai kepala negara, maka sang presiden AS pengin pamitan pada negara yang selama ini dia anggap sudah ‘dibebaskannya’ dari penindasan rezim terdahulu. Apalagi kalo bukan negeri seribu satu malam, Irak.

Pidato kenegaraan pun berlangsung, dihadiri oleh para wartawan dan ditonton oleh jutaan orang diseluruh dunia. Bla..bla…bla… Sang Presiden Besar mengucapkan kata-kata perpisahannya didampingi dengan kepala negara setempat. Namun tanpa diduga sebelumnya, seorang wartawan Al Baghdadiyah bernama Muntazer Al Zaidi tiba-tiba saja melepaskan sepatunya. Sejurus kemudian melemparkannya pada ‘Sang Presiden Besar’. Walahh.. tuuuing….pluk! Sang presiden sempat kaget dan secara refleks menghindari lemparan sbd13856_epatu ‘terbang’. Upss, gak kena! Merasa gak puas, sang wartawan pun melemparkan sepatu satunya lagi secara heroik. Dan, lagi-lagi gak kena. Huiiih… hingga akhirnya, sang ‘pelempar sepatu’ pun diamankan. Walah..walaah..

Kejadian tadi kontan saja membuat geger, bukan hanya di negeri setempat , tetapi di seluruh dunia. Ini bukan dongeng seribu satu malam, tetapi sungguh nyata terjadi. Al Zaidi sangat kesal dengan sikap Bush Jr. karena sedari awal kedatangan ke negerinya itu, bukan untuk memperbaiki tetapi sengaja ingin menghancurkan negeri. Alih-alih menyelamatkan negeri dari penguasa kejam dan senjata pemusnah massal, sebenarnya mereka tengah ‘menjajah’ negeri yang pernah menjadi pusat keilmuan paling besar di zaman dulu. Maka, betapa tidak kesalnya seorang Al Zaidi dan masyarakat negeri itu. Dalam benaknya, mungkin mereka berfikir, “Sudah menghancurkan negeri, eh… sekarang dengan enaknya mohon diri, seolah tanpa bersalah apa-apa”. Maka puncak kekesalan pun dilampiaskan dengan melemparkan sepasang sepatu miliknya. Melempar sepatu dianggap sebagai penghinaan luar biasa dalam tradisi masyarakat Irak.

muntaze-al-zaidiAkhirnya Al Zaidi yang terkenal dengan sebutan ‘Si Pelempar Sepatu’ itu harus menjalani hari-harinya di penjara hanya gara-gara tindakan nekatnya. Dan kabarnya, ia mengalami penyiksaan dan dipaksa untuk meminta maaf kepada pemimpin negeri. Namun, di Irak sendiri dia mendapat dukungan luas dari warga. Mereka meminta agar Al Zaidi dibebaskan. Mereka menganggap Al Zaidi adalah seorang Pahlawan. Presiden Chavez dari Venezuela bahkan menyebutnya sebagai seorang pemberani. Ya iya lah.. Sampai saat ini, gak ada orang yang berani menghina orang nomer satu AS itu secara terang-terangan dengan melemparinya sepatu. Meskipun tidak terkena lemparan sepatu, saya yakin Presiden Bush Jr. itu benar-benar merasa malu dibuatnya. Sebuah ‘oleh-oleh’ kenangan terburuk diakhir masa jabatannya dan sejarah Amerika pada umumnya.

Insiden memalukan ini ternyata menginspirasi banyak pihak. Selang beberapa hari setelah kejadian itu, ada orang iseng yang sempet bikin game serupa, melempar ‘Presiden Besar’ dengan sepatu. He..he.. Malah kabarnya, sepatu yang digunakan untuk melempar itu sempet ditawar dengan harga tinggi yakni Rp. 1,1 milyar (gilee.. bener) karena mengandung nilai sejarah. Selain itu sempet dibikin monumen patung segala loh walaupun akhirnya tidak diperbolehkan. Dan diakhir cerita, sang sepatu bersejarah itu pun harus menemui syahid, yakni dihancurkan tanpa bekas. Hiks. Mungkin atas perintah si ‘Presiden Besar’ agar tidak bertambah malu dikemudian hari. Namun yang jelas, kejadian ini akan tetap diingat banyak orang. Ada sebuah sepatu yang dilemparkan dengan berani oleh pemiliknya kepada orang yang pernah menjadi orang nomor satu di negeri yang katanya superpower itu. Sebuah penghinaan memalukan yang akan dikenang sepanjang masa, meskipun sepatunya telah menjadi syahid…

Indramayu, 31 Maret 2009

All rights reserved © 2009

By Ibnu Atoirahman

One comment on “Syahid Sepatu

  1. gara-gara orang di depannya tuh (yang gundul, itu lho!), jadi gak kena deh!

    >>>pH: Hahaha… ^_^V

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s