Kecerdasan Kiri atau Kanan?

t012861aApakah anda tipe orang yang senang berlama-lama menderngarkan musik sambil menghafalkan lirik lagunya atau lebih suka mengerjakan soal-soal tryout ujian matematika? Mmm… dua kepribadian yang berbeda ya. Jika anda menyukai hal yang pertama, maka bukan tidak mungkin bahwa anda lebih banyak memanfaatkan kecerdasan otak kanan anda. Sebaliknya, jika anda pecinta hal nomor dua, berarti anda memiliki kecerdasan otak kiri. Demikian dijelaskan dalam sebuah kuis untuk mengetahui seberapa dominannya otak kita bekerja.

Dalam otak kita ada dua macam bagian (lobus) yakni kiri dan kanan. Otak kiri biasanya berkaitan dengan masalah berfikir, logika, berhitung dan sejenisnya. Sementara itu, otak kanan lebih banyak difungsikan pada hal-hala yang berbau seni, estetika, keindahan dan semacamnya.

Contoh paling nyata dalam penggunaan otak kiri dan kanan dapat kita temukan dalam film Laskar Pelangi. Diceritakan ada dua sosok anak pintar yang memiliki bidang dan karateristik berbeda. Lintang, sosok anak yang sangat jenius dalam bidang hitung-menghitung, logika dan dan sejenisnya. Sedangkan Mahar, sangat jenus dalam hal yang berhubungan dengan seni dan estetika. Ya, menurutku, keduanya merupakan sosok-sosok yang jenius. Lintang merupakan representasi orang-orang yang lebih menggunakan otak kirinya dalam bekerja, sementara Mahar merupakan sosok sebaliknya, merupakan representasi dari orang-orang yang lebih banyak menggunakan otak kanannya. Sejatinya, otak kiri dan kanan digunakan secara seimbang. Maka muncullah tokoh Ikal, yang tidak terlalu pintar matematika dan juga seni. Ia adalah sosok penengah yang menjadi pelengkap bagi keberhasilan kehidupan. Ia tampil sebagai sosok yang mampu memanfaatkan kecerdasan otaknya secara berimbang.

einsteinKebanyakan dari orang-orang jenius tadi memiliki kesamaan, yakni tidak terlalu memperhatikan fisiknya. Tidak percaya? Lihat saja tokoh “Einstein’ yang terkenal jenius tetapi nyentrik. Tak jarang juga, para seniman-seniman tampil dengan dandanan yang tak kalah anehnya.

Dan aku percaya, setiap orang ditakdirkan oleh Tuhan untuk menjadi dirinya sendiri, dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Tidak ada orang yang pintar dalam segala hal. Karena untuk itulah kita diciptakan, untuk saling melengkapi agar hidup ini menjadi sempurna. Bahkan seorang Hasan pun yang dimata orang umum tidak sempurna, berhasil menjadi tokoh penyelamat Laskar Pelangi agar agar sekolah tidak ditutup karena kekurangan murid. Saya jadi ingat kata ayah, “Semua orang itu berguna. Ibarat sebuah ‘pikulan’ untuk mengangkat barang. Orang yang (berwatak) keras menjadi kayu, sedangkan yang (berwatak) lembut menjadi tali. Jika hanya kayu, tidak bisa untuk mengangkat. Sedangkan jika hanya tali, begitu berat untuk mengangkat. Jadilah keduanya mutlak diperlukan, untuk saling melengkapi. Hingga semua hal dapat dengan mudah dikerjakan”.

Jadi apapun keahlianmu, kecerdasan apapun yang anda miliki, yakinlah bahwa itu ternyata berguna untuk saling melengkapi kekurangan orang lain. Hingga akhirnya, perpaduan antara Lintang, Mahar dan Ikal pun berhasil menjadi Juara Lomba Cerdas Cermat . Begitulah, kehidupan…

Indramayu, 5 April 2009

All rights reserved ã 2009

By Ibnu Atoirahman

2 comments on “Kecerdasan Kiri atau Kanan?

  1. enaknya milih otak kanan atau otak kiria ya? aku milih dua duanya ah..

    >>>pH: “baguuuus… “(ceriwis mode: on). Kita ditakdirkan untuk saling melengkapi..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s