Antara Rasulullah, Kaum Wanita dan Nasib Bumi ini

Ada yang tau gak maksud judul tulisan di atas? Mm… sebagian menjawab benar. Yupp, selama tiga hari berturut-turut, kita ‘digempur’ oleh serentetan peristiwa penting yang menjadi bagian sejarah kehidupan kita di dunia ini. Mau tau?

b-24Mungkin tidak banyak yang tahu kalo tanggal 20 April adalah juga hari kelahiran Rasulullah Saw menurut kalender masehi. Sebagian besar umat Islam mengenal hari kelahiran Rasulullah (alias Maulid Nabi) yakni tanggal 12 Rabiul Awwal, dan itu udah lewat (tepatnya tanggal 9 Maret 2009). Namun, dalam Shirah Nabawiyah (sejarah perihidup Rasulullah Saw), ternyata Nabi Muhammad Saw lahir pada tanggal 12 Rabiul Awwal Tahun Gajah (karena waktu itu Mekkah diserang oleh Tentara Gajah Abrahah dari Yaman) atau bertepatan dengan tanggal 20 April 571 M (ada yang menyebutnya 570 M). Ya, perbedaan kalender (hijriyah dan masehi) dimungkinkan seseorang memiliki dua kali ‘hari ulang tahun’. Asiiik… ^_^. Maka pada hari itu, kugumamkan shalawat kepada Rasulullah sekali lagi. “Allahumma shalli ‘alaa sayyidina Muhammad”. Mengharap berkah shalawat untuk kehidupan yang (lebih) baik.

kartiniKedua, tentu sudah familiar kalo tanggal 21 April adalah hari paling bersejarah terutama bagi kaum wanita di Indonesia. Tanggal ini (21 April 1879) merujuk pada kelahiran sosok wanita yang dianggap paling berperan dalam memperjuangkan hak wanita agar bisa disejajarkan dengan kaum pria pada masa penjajahan dulu dalam masalah pendidikan. Siapa lagi kalo dewi-sartika2bukan Ibu kita Kartini, putri sejati… Hehehe… Sebenarnya ada dua wanita yang dianggap paling berpengaruh dalam sejarah masa lalu indonesia yakni Kartini (dari Jawa Tengah) dan Dewi Sartika (dari Jawa Barat). Keduanya memiliki visi dan misi yang sama dalam memperjuangkan hak kaum hawa untuk mendapat pendidikan yang layak dimasa itu. Namun, ibu kita yang pertama ternyata lebih populer dibandingkan ibu kita yang kedua. Tapi sudahlah, amal yang baik tidak harus selalu diketahui oleh banyak orang. Yang jelas, keduanya sudah berjasa besar bagi bangsa indonesia. Dan saya berdoa untuk kedua ibu kita itu, agar amal baiknya diterima oleh Allah Swt.

earthKetiga, mungkin banyak yang belum tahu juga kalo tanggal 22 April ini dianggap sebagai Hari Bumi. Lohh, emang Bumi lahir di tanggal ini sehingga kita merayakan ulang tahunnya juga? Hahaha… bukan begitu. Ini hanyalah salah satu cara untuk mengingatkan orang seluruh dunia betapa pentingnya menjaga bumi yang kita tempati ini. Plato, pada abad 4 SM telah mengamati perlakukan yang salah terhadap lingkungan hidup tersebut. Tanah Yunani yang tadinya subur dan ditutupi hutan luas dengan pohon berkualitas menjadi rusak setelah pohon-pohon banyak yang ditebang untuk membangun rumah dan kapal. Tahun 1962, Rachel Carson menulis buku Silent Spring yang memberi gambaran tentang rusaknya lingkungan, matinya berbagai jenis hewan karena penggunaan jenis pestisida yang berlebihan oleh manusia. Sejak itu, pandangan tentang perlunya kelestarian lingkungan hidup terus berkembang. Hari Bumi ditetapkan pertama kali pada tahun 1970. Kemudian setelah itu berlanjut dengan konvensi internasional yang membahas tentang lingkungan hidup, hingga sekarang.

Lalu apa hubungan dari ketiga peristiwa bersejarah itu? Mm… tentu berhubungan ya. Rasulullah adalah qudwah (teladan) kita, yang mengajarkan begitu banyak kebaikan bagi ummat manusia. Beliau bukan hanya diutus untuk satu golongan tertentu (mis. Bangsa Arab saja) tetapi untuk seluruh ummat manusia dan makhluk hidup (rahmatan lil ‘aalamiin). Sudah tentu ajarannya begitu kompleks dan universal.

moslem1Diantara ajaran beliau adalah menjunjung tinggi harkat dan derajat kaum wanita. Betapa tidak, selama ratusan tahun Jazirah arab dikenal sebagai bangsa yang kasar dan tidak berperikemanusiaan terutama terhadap wanita. Pada jaman jahiliyah, kaum wanita sungguh sangat tidak berharga. Bahkan tidak jarang mereka rela mengubur bayi perempuan mereka sendiri karena dianggap tidak berguna. Namun, semenjak kehadiran Rasulullah dalam misi kerasulannnya, semua berubah. Hanya dalam waktu yang relatif singkat (kurang lebih 23 tahun), bangsa Arab yang terkenal keras, berubah menjadi bangsa yang beradab dan saling berkasih sayang. Lebih lanjut, Rasulullah menyebutkan bahwa kaum wanita layak dihormati 3 kali lipat dibandingkan kaum pria. Ini terlihat dengan penyebutan kata “ibumu” sebanyak tiga kali, setelah itu ‘ayahmu” ketika ditanya tentang “siapakah orang yang paling berhak dihormati?”. Namun, semuanya haruslah pada batas-batas kewajaran alamiah seorang wanita. Alih-alih menggunakan kata keramat “emasipasi”, wanita janganlah memperlakukan dirinya dengan tidak wajar hingga pada akhirnya menjatuhkan harga dirinya sendiri. Karena bagaimanapun, kaum pria diciptakan sebagai pemimpin bagi kaum wanita. Begitu juga sebaliknya, kaum wanita menjadi penunjang keberhasilan kepemimpinan kaum pria. Hehehe… Saling melengkapi, bukan?

44325Selanjutnya, Rasulullah menyuruh ummatnya untuk menjaga kelestarian alam semesta beserta isinya ini. Lima belas abad yang lalu, Al Qur’an (surat Ar Ruum : 41) sudah meramalkan hal ini : “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”. Masya Allah. Hingga akhirnya, isu lingkungan lebih gencar disuarakan, terlebih lagi gara-gara ada “Global Warming” alias pemanasan global. Ya, bumi menjadi semakin merana. Apalagi jika kita sebagai manusia memperlakukannya dengan semena-mena. Mengeksploitasi hasil bumi secara berlebihan tanpa mau mengembalikan kehijauan bumi. Jika bumi sudah tidak layak untuk ditempati, lalu kemana lagi kita akan tinggal? Mau tinggal di Mars?? Hehehee…

Kaum wanita juga menjadi salah satu sosok yang paling berperan dalam mengelola bumi ini. Dengan sentuhan lembut kaum wanita, dijadikannya indah bumi ini. Selain itu, wanita adalah tiang negara. Jika wanitanya rusak, maka tiang negara ini akan ambruk dan hancurlah tatanan kehidupan negeri. Maka dari itulah, wanita dianggap memiliki andil yang cukup besar bagi kelangsungan kehidupan untuk membantu kaum pria dalam memakmurkan bumi dan segala isinya (sebagai khalifah fil ardhi), seperti yang diperintahkan Tuhan kepada manusia..

Akhirnya, untuk menutup tulisan ini, (jika boleh) saya mo ngucapin : “SELAMAT ULANG TAHUN UNTUK RASULULLAH SAW, IBU KARTINI DAN BUMI INI…” Hehehe…

Indramayu, 22 April 2009
All rights reserved © 2009

By Ibnu Atoirahman

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s