Menunggu Bintang Jatuh

bulan-bintangDulu, kalo malem tiba, sejenak aku keluar rumah. Memandang langit, memandang bintang. Tampak bintang kecil berkelap kelip (Twinkle-twinkle little star, hi..hi..). Indah, benar-benar indah. Maha Suci Allah yang menciptakan keindahan. Konon katanya, sebelum sampai ke mata kita, cahaya bintang banyak mengalami gangguan seperti serapan cahaya oleh gas dan debu antar bintang dan turbulensi (gerak berputar) atmosfer bumi. Karena jarak yang sangat jauh, bintang terlihat sangat kecil seperti titik. Yang tampak hanyalah kelap-kelip-nya saja. Hal ini dikarenakan perbedaan warna suhu permukaannya. Semakin tinggi suhu permukaannya, warnanya semakin biru (sekitar 20.000-25.000 °C). Bintang-bintang yang dingin berwarna merah (2000-3000 °C). Matahari merupakan bintang dengan suhu permukaan 6000 °C. Walaupun jauh dari pandangan mata, bintang itu tetap indah dipandang mata. Aku masih terus memandanginya, barangkali saja ada yang jatuh.

Menunggu bintang jatuh, demikian aku menyebutnya. Kata orang, kalo ada bintang jatuh, gumamkanlah permintaan, pasti deh permintaanmu akan dikabulkan. Baiklah, nanti kalo bintang itu jatuh, akan kuceritakan semua permintaanku dan kukatakan padanya agar ia menjadi cahaya jiwaku. Aku terus menunggumu, Bintang…

Namun setelah lama menunggu, ternyata tidak ada bintang yang jatuh. Pun demikian di malam-malam yang lain kulewati. Bintang yang kutunggu benar-benar tidak ada ybintang-jatuhang jatuh atau… mungkin tidak akan pernah jatuh, selamanya. Aku jadi sadar, penantianku selama ini adalah sia-sia. Ternyata bukan bintanglah yang mampu menjadi pelita dalam jiwa ini. Kita tidak sadar bahwa semenjak dahulu, kita pun telah memiliki bintang itu sendiri. Ya, bintang milik sendiri. Namun bintang itu semakin lama semakin meredup seiring dengan perbuatan-perbuatan buruk kita. Bintang itu tak lain adalah hati kita. Ya, hati kita sendiri. Kejernihan hati adalah bintang yang senantiasa berpijar, menerangi jalan kita dalam melangkah. Hati yang bersih merupakan bintang terang yang terkena pancaran Nur Ilahi.

Sejak saat itu, aku tidak lagi menunggu bintang jatuh. Aku ingin jadi bintang itu sendiri. Bukankah lebih indah untuk menerangi daripada terus menerus minta diterangi? Ya, aku ingin menjadi bintang terang bagi dunia, menjadi orang yang bisa bermanfaat (meskipun itu kecil), bukan hanya buat diri sendiri tapi juga buat orang lain. Siapapun itu. Ketika keyakinan itu telah lama tertanam, tanpa sadar kulihat sebuah bintang jatuh meluncur dari langit. Sayangnya, aku sudah tidak memperdulikannya lagi…


Indramayu, 11 November 2005

All rights reserved © 2005

Sumber bacaan:

Buku Hidup Tanpa Masalah, DAR!Mizan Bandung

Sumber gambar:

http://kweklina.files.wordpress.com/2009/04/bulan_dan_bintang1.jpg

http://yoana.blogdetik.com/files/2009/01/bintang-jatuh.jpg

12 comments on “Menunggu Bintang Jatuh

  1. jadi teringat lagu BINTANG KECIL, ada yang mau ikut menyanyikannya?
    BINTANG KECIL DILANGIT YANG TINGGI..
    AMAT BANYAK MENGHIAS ANGKASA
    AKUINGIN TERBANG DAN MENARI
    JAUH TINGGI KETEMPAT KAU BERADA..

    >>>pH: iiih, suaranya baguuuuus… ^_^V

  2. bIntang kecil tu sngGuh sngt indh
    aku lum pnah lyt bintang jtuh
    pNgen bgd lyt bntng jtuh
    n aku pngn bdg lyt styp mlm bnyk bintang dlngit ya ky brtbur bintang gto lah pZti lbh indh lg?🙂

    >>>pH: iya, mbak. paling seneng tiduran di hamparan trus memandang langit malam bertabur bintang. nyadar, betapa kecilnya kita dibandingkan semesta.🙂

  3. Aq sangat suka BINTANG…, BINTANG iTu adaLah Fitri Ramadhini.

    aq SLaLu menunggu N meLihaT BINTANG sTiapa maLm….

    sapa yang merasa Diri’a BINTANG, add dJah ya bi Fb aq..,
    bintang.torres@yahoo.co.id

    >>>pH: Hehehe… hayo-hayo, pada nge-add ‘bintang’ tuh.

  4. subhanallah memang sungguh maha suci Allah ia menciptakan mahluknya dg bbrp keajaiban yang tak bisa dicerna oleh akal kita, dan kalaupun ada bintang jatuh lalu kita mengucapkan permintaan tentulah itu sangat konyol karena sesungguhnya Allah lah tempat kita maminta, tempat memohon Karena Dia- sungguh MAHA KUASA:-)

    >>>pH: berdoa setiap saat, setiap waktu…

  5. bintang,, inspirasi.
    pernah liat bintang jatuh.. subhanallah seip.
    waktu itu bru pulang sholat shubuh.
    hny bisa bertasbih,, bertasbih,, subhanallah indahnya

    >>>pH: wah.. wah… bener-bener indah. tapi sekarang aku jarang liat lagi.

  6. wuich……, kren banget emg yg namanya bintang….,!!!
    sampe kpan pun q bakal tetep suka ma bintang!!!
    karna bagiq.., bintang tu inspirasiQ, dya slalu ada kapanpun…,
    Dya selalu nmenin hari2qu…,
    Klo lgi sedih…,gundah…., atau kgen ma BINTANG HATIQU…,
    Q JUGA liat bintang…
    dach…, byak bget knangan brsama bntang dech!!!

    >>>pH: Emang tuh ye, aku paling seneng memandang bintang di langit malam hari. Rasanya damai dan sadar bahwa kita “sangat kecil” di hadapan-Nya

  7. Bintang yang jatuh itu sudah tidak nampak lagi, karena kita tinggal di kota besar, sehingga kalah dengan sinar lampu listrik, tapi kalo ingin melihat keindahan bintang jatuh atau alihan (jawa) sebaiknya kita kedesa yang sepi yang jauh dari keramaian. Disini baru terasa betapa hebatnya ciptaan Tuhan.

    >>>pH: Betul, Pak. Aku yang tinggal di desa aja, tetep tidak pernah lihat lagi ‘si bintang jatuh’. kenapa ya? smoga saja bintang itu tetap ada di hati kita yang cahayanya menyinari dunia. ^^b

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s