Oh, Pancasila Nasibmu Kini…

Sebelumnya, saya ingin bertanya terlebih dahulu. Siapa diantara teman-teman sekalian yang masih hafal teks Pancasila? Yupp, teks yang terdiri dari lima kalimat itu loh. Oke, siapa??

garuda_pancasilaSebagian dari kita akan berkata, “Ah, udah lupa tuh! Itu kan jadul (jaman dulu maksudnya) banget, waktu zaman gue SD!”. Atau ada yang berkata, “Wah, aku udah gak ngurusin itu lagi. Kerjaan gue bejibun. Mana sempet sama hal-hal sepele macam gini?” Upps, masa sih sampe segitunya? Sadarkah kita, bahwa ucapan-ucapan semacam itu secara tidak langsung, mencerminkan betapa rendahnya rasa cinta tanah air dalam diri kita.

Jika anda masih hafal, berarti anda hebat, karena sebagai warga negara Indonesia yang baik, anda benar-benar peduli dengan identitas bangsa sendiri. Identitas yang menjadi ciri negara di mana anda dilahirkan yakni Indonesia. Untuk yang tidak hafal (mungkin anda bilang lupa) maka mulai sekarang, mulailah untuk menghafalkannya kembali. Betapa menyedihkannya, sebagai warga negara Indonesia, anda tidak begitu peduli dengan identitasnya. Ini Pancasila loh, dasar negara kita, Indonesia! Betapa memprihatinkannya, kalo ditanya Pancasila aja nggak tahu. Teks singkat yang hanya terdiri dari lima kalimat saja. Gimana dengan Pembukaan UUD 1945 yang panjang banget. He..he.. Iya gak?

Mungkin juga pendapat tadi akan membuat temen-temen ngomel. “Masa sih sampe segitunya? Cuma gara-gara gak hafal pancasila trus dikatakan sampe gak cinta sama tanah air. Banyak cara untuk mencintai tanah air kan, bukan hanya sekedar menghafal teks pancasila ataupun UUD 1945, Iya kan?”  he..he.. mungkin itu pembelaan teman-teman. Ya, saya setuju, memang banyak cara untuk mencintai negeri yang menjadi tanah kelahiran kita ini, misalnya dengan membeli produk bangsa sendiri, gerakan cinta rupiah dsb. Tapi coba perhatikan, bagaimana kalo ada orang asing yang tanya ke kita, apa sih dasar negara Indonesia? Kita langsung buru-buru menjawab: Pancasila. Lalu jika pertanyaan berlanjut, bagaimana isinya? Waah, betapa malunya kita kalo sampe gak hafal. Betapa malunya Indonesia di mata internasional. Ini memang persoalan yang sepele. Tapi saking sepelenya, sampai kita lupakan begitu saja. Seolah gak ngaruh dalam hidup kita.  Padahal itu bisa berakibat fatal loh.

benderaJika memang begini keadaannya, betapa merananya Indonesia, yang sudah tidak dicintai lagi warganya. Atau mungkin, kita juga sudah malu menjadi warga negera Indonesia, dengan segudang permasalahan yang ada di dalamnya. Wuahh, dimana rasa nasionalisme kita? Rasa nasionalisme mungkin hanya “berkibar” ketika mendekati masa-masa 17 agustusan, hari kemerdekaan Indonesia. Selain hari itu, dibiarkan begitu saja, seolah tanpa makna. Ini baru masalah kecil loh, belum termasuk ke dalam pengamalan nilai-nilai pancasila  itu sendiri.

Lebih lanjut, ada yang tau gak hari lahirnya Pancasila? Pasti nggak banyak yang tahu juga, kalo tanggal 1 Juni ini sebenarnya merupakan hari lahirnya Pancasila. Yupp, dasar negara kita loh, dear. Waktu itu, BPUPKI alias Badan Usaha Penyelidik Kemerdekaan Indonesia mengadakan sidang, merencanakan dasar negara Indonesia yang akan dibentuk. Usul pun mengemuka, mulai dari Muhamad Yamin sampai Soekarno. atas petunjuk Muh. yamin lima dasar yang disampaikan Soekarno tanggal 1 juni 1945 diberi nama Pancasila (panca = lima, sila = dasar).

Pancasila sebenarnya sangat baik karena bersifat integralistik, mencakup kemajemukan budaya Indonesia sejak dulu. P4 (pedoman penghayatan dan pengamalan Pancasila) merupakan butir-butir penjabaran Pancasila, namun belakangan P4 ini dicabut melalui ketetapan MPR karena dianggap sia-sia. Sebenarnya, P4 sangatlah bagus (malah katanya si Amerika punya undang-undang yang isinya mirip P4, sedangkan kita sudah menghapusnya. Wuahhh!). Yang gak baik adalah warga negaranya yang kurang greget dalam menjalankan butir-butir yang tertuang dalam P4. Beribu-ribu penataran P4 (waktu zaman orde baru) dianggap sia-sia karena hasilnya tidak membekas dalam kehidupan sehari-hari. sejak bergulirnya reformasi gaung pancasila kurang greget walopun masih dianggap dasar negara, tetapi tidak menjadi satu-satunya ideologi yang dianut banyak partai. walopun demikian Pancasila masih tetap eksis sejak 63 tahun lalu. Semoga bukan sekedar seremonial belaka, Pancasila hendaknya dihayati dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Karena hal itulah yang menjadi ciri khas bangsa indonesia dimata dunia.

Pancasila memang tidak dijadikan satu-satunya asas dalam berorganisasi menyusul dicabutnya ketetapan mengenai hal ini. Maka tidak jarang, partai politik (parpol) yang berasaskan bukan pancasila. Namun, ideologi bangsa kita memang masih Pancasila. Sejarah telah banyak membuktikan jika Pancasila memang masih cukup ampuh mempertahankan diri menjadi ideologi. Seperti misalnya tanggal 1 Oktober yang diperingati sebagai hari kesaktian pancasila karena berhasil “melumpuhkan” gerakan pemberontakaan PKI tanggal 30 September 1965. Dan ketika zaman berganti, sepertii era reformasi 1998, Pancasila masih dipercaya sebagai ideologi bangsa. Menurut saya, Pancasila masih relevan dengan kondisi bangsa Indonesia sekarang ini. Aturan Pancasila telah mencakup semua aspek dan lapisan masyarakat yang berbinneka tunggal ika. Tengok saja ada aspek ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan dan keadilan. Yang menjadi masalah adalah nilai-nilai pancasila kurang dihayati dan diamalkan dengan kesungguhan hati. Ia menjelma hanya sekedar alat politik, “hiasan” ideologi kebangsaan dan simbolik identitas kenegaraan belaka. Esensi dari pancasila yang semua aspek tersebut hampir kurang dilaksanakan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Maka yang terjadi adalah kesewenang-wenangan, kekisruhan, dan kebebasan reformasi yang tidak bertanggungjawab. Sungguh menyedihkan. Apakah pantas pancasila disalahkan, jika warganya sendiri tidak mengamalkan nilai-nilai yang terkandung pancasila itu sendiri? Ini adalah perenungan buat kita bersama.

Btw, buat yang masih belum hafal atau sudah lupa teks pancasila, nih aku kasih bocorannya. Ayo ucapin bareng-bareng (upps, jadi kaya upacara deh..)

pancasila

Renungan di hari lahir Pancasila

Indramayu, 1 Juni 2009

All rights reserved © 2009

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s