SANTRI: Sebuah Pesan dari Hati

Complek DepanSUNGGUH BERAT menjadi seorang santri. Walaupun demikian, seorang santri sungguh mulia. Karena Allah telah meninggikan derajat mereka di atas orang lain “ Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang beriman dan berilmu diantara mereka beberapa derajat.  Kata santri populer digunakan dikalangan pesantren untuk menyebut seorang pelajar yang sedang menuntut ilmu. Sebenarnya, penyebutkan nama “santri” bersifat umum yakni seseorang yang menuntut ilmu tanpa dibatasi wilayah teritorial, umur, jenis kelamin, bidang pembelajaran dll. Namun kata santri mengalami penyempitan makna, yakni ditujukan kepada mereka para pelajar yang menuntut ilmu pada suatu wilayah khusus dan bidang khusus pula. Wilayah yang dimaksud biasanya merujuk pada sebuah lembaga pendidikan agama, seperti pesantren, taman pendidikan Al Qur’an dan lembaga-lembaga sejenis. Oleh karena itu, bidang yang didalami pun tidak akan jauh dari masalah keagamaan, walaupun pada akhirnya mereka pun dapat mengembangkan diri pada bidang-bidang lainnya. Seorang santri akan belajar berbagai ilmu misalnya fiqih, nahwu sharaf, tata baca qur’an, tafsir qur’an, hadist sampai dengan ilmu balaghah dan mantiq.

Bagaimana kepribadian seorang santri? Menurutku, setidaknya ada 6 sifat yg dimiliki santri yg tercermin dari huruf-huruf yang merangkainya..

  • S = SOPAN dalam tingkah laku, SANTUN dalam tutur kata.
  • A = APIK, artinya bagus dalam segala hal. Apik bisa juga berarti “pemilih”, maksudnya hanya menginginkan perkara yang baik-baik dalam kehidupannya.
  • N = NURUT sama orang tua dan guru dalam kebaikan dan taqwa.
  • T = TAQWA kepada Allah & Rasul-Nya, yang juga merupakan penjabaran dari Tawadlu (rendah hati), Qona’ah (selalu merasa cukup atas pemberian-Nya), Waro’ (hati-hati dalam bertindak) dan Yaqin.
  • R = RAJIN terutama dalam menuntut ilmu
  • I = IRIT alias hemat dalam membelanjakan uang kiriman dari ortu. Tidak boros.

Picture 016Dari ulasan diatas, kita bisa melihat, ternyata tidaklah gampang menjadi seorang santri. Banyak aturan yang mesti diikuti, selain untuk kebaikannya sendiri, juga untuk kebaikan nama santri itu sendiri. Jangan sampai ada seorang santri yang berperilaku tidak semestinya. Lebih baik jangan mengaku santri, jika sifat dan perilakunya jauh dari kebaikan. Seorang santri “tangguh” akan dipersiapkan menjadi seorang alim ulama yang berwibawa. Yang akan membawa kebaikan bukan hanya untuk dirinya sendiri tetapi juga untuk orang lain.

Benarlah firman Allah diatas, ilmu yang banyak tidak akan cukup menjadikan diri seseorang diangkat derajatnya oleh Allah. Tetapi masih ada satu hal lagi yakni iman. Betapa banyak para ilmuwan yang ahli dalam bidang tertentu, justru malah akhirnya ilmu yang mereka miliki digunakan untuk sebuah kejahatan. Kejahatan orang yang pintar jauh lebih berbahaya daripada orang yang bodoh. Karena dampaknya multidimensi. Nah, melalui status santri inilah, seseorang tidak hanya diajarkan menjadi pintar, tetapi juga menjadi benar. Dan hal itu, sangat dibutuhkan di negeri ini…

Indramayu, 20 Juli 2009

One comment on “SANTRI: Sebuah Pesan dari Hati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s