Jangan Menyerah!

Aku bukanlah fans berat d’Massiv. Namun suatu waktu, aku melihat salah satu video klip-nya yang berjudul “Jangan Menyerah”. Dalam video klip tersebut dikisahkan seorang penari tradisional yang harus berjuang keras di jalanan dalam rangka meraih sesuap nasi di teriknya ibu kota. Menjadi semakin dramatis, ketika sosok penari itu memiliki penyakit (mungkin akibat kelelahan). Dan salutnya, dia tetep tegar, terus menari dan menari. Dan diakhir cerita, 15 tahun kemudian, sang penari kini menjelma orang yang sukses secara materi. Sebuah kisah sederhana yang konon katanya didasarkan dari kisah nyata.

Dan kali ini, lirik lagu dan video klip d’Massiv tersebut telah menyeret alam bawah sadarku, mengaduk-aduk emosi dan jiwaku, dan meramunya menjadi sebuah rasa haru. Sungguh, aku terharu! Lagu ini seolah mengingatkanku pada masa-masa jatuh yang pernah kualami. Aku pernah mengalami fase dis-orientasi alias gak punya arah tujuan (hidup). Rasanya seperti hidup segan, mati tak mau. Dan hal ini gak enak banget.

booksNamun hikmahnya, aku bisa berbagi dengan orang lain melalui sebuah buku berjudul “Hidup Tanpa Masalah” yang diterbitkan oleh DAR!Mizan (2006). Melalui buku ini, aku mencoba merenungi, apa yang sebenarnya terjadi dengan diriku. Melalui buku ini, aku berusaha membangkitkan kembali semangat yang pernah padam. Meskipun proses itu masih terus berlangsung hingga saat ini, setidaknya aku berusaha ingin merubah keadaan menjadi lebih baik. Dan aku harus banyak bersyukur kepada Allah akan segala nikmat yang telah dianugerahkan-Nya. Aku berterima kasih pada kedua ortu, saudara, guru, sahabat dan orang-orang yang sadar atau pun tidak telah memulihkan semangatku, bangkit dari keterpurukan untuk menemukan arti hidup yang sesungguhnya.

Ya, harusnya kita “Jangan Menyerah!” dengan keadaan yang pernah kita alami. Namun, pengalaman dan perasaan bersalah memang mengajarkan banyak hal dalam kehidupan kita. Sebagai contoh, dulu aku terkenal dengan ke-introvert-annya, namun sedikit demi sedikit, aku mulai membuka diri. Jadilah aku manusia ambivert, yang seimbang antara kadar introvert dan ekstrovert-nya. Memang benar kata orang bijak, masalah kadang membuat kita jadi lebih dewasa. Dan itu benar. Tuhan seolah membimbing kita menjadi dewasa dengan cara-Nya. Tuhan seolah membimbing kita untuk menjadi pribadi yang baik dan lebih baik. Untuk itulah aku memohon doa kepadamu, temans.

Maka kembali kudendangkan dalam hati lagu d’Massiv. Sebuah lagu yang membuatku kembali merenung untuk “Jangan Menyerah!” dalam kehidupan ini…

Tak ada manusia yang terlahir sempurna

Jangan kau sesali segala yang telah terjadi

Kita pasti pernah dapat cobaan yang berat

Seakan hidup ini tak ada artinya lagi

Syukuri apa yang ada

Hidup adalah anugerah

Tetap jalani hidup ini

Melakukan yang terbaik

Tuhan pasti kan menunjukkan kebesaran dan kuasa-Nya

Bagi hamba-Nya yang sabar dan tak kenal putus asa

Jangan Menyerah!

Indramayu, 22 Juli 2009

All rights reserved © 2009

Nb: Pemesanan buku ini bisa dilakukan via email:  moslem.diary@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s