Pahala Keutamaan Tarawih

tarawihTentu kita sudah tahu, kalo dalam bulan Ramadhan ada salah satu ibadah yang khas, dilakukan oleh hampir semua muslim sedunia. Apalagi kalo bukan Shalat Tarawih. Sebuah ibadah shalat sunnah muakkad (sunnah yang dikuatkan), yang biasa dilakukan sesudah shalat isya.

Sekali lagi, tarawih dalam bahasa Arab berarti “santai” atau “Istirahat”. Hal ini merujuk pada sebuah ibadah malam (qiyamullail) yang hanya dilakukan pada malam-malam bulan Ramadhan ba’da Shalat Isya. Orang-orang zaman dahulu (shalafusshalih), melaksanakan shalat tarawih dengan santai, dimana setiap selesai salam, mereka melakukan kegiatan-kegiatan lain seperti dzikir atau membaca Qur’an. Maka tidaklah mengherankan jika shalat tarawih yang mereka lakukan sangatlah lama, bahkan bisa berlangsung sampai tengah malam. [baca juga: Tarawih itu Santai]

masjidRasulullah Saw melaksanakan shalat tarawih selama 3 malam di masjid, setelah itu lebih banyak melakukannya di rumah seorang diri karena takut dianggap wajib oleh pengikutnya. Sepeninggal Rasulullah Saw, banyak orang yang shalat tarawih sendiri-sendiri atau berkelompok-kelompok. Atas inisiatif Khalifah Umar bin Khattab, shalat tarawih dilakukan secara berjamaah dengan satu imam di masjid agar terlihat lebih nampak ukhuwah islamiyah-nya. Shalat tarawih dilakukan sebanyak 20 rakaat dengan 3 witir. Penduduk Madinah bahkan melakukan shalat tarawih sampai 36 rakaat dengan 3 witir. Nah, temans, mumpung bulan Ramadhan, marilah perbanyak amal ibadah kita di bulan ini dengan niat yang tulus mengharapkan keridloan Allah semata. Berikut diantara pahala keutamaan shalat tarawih tiap malam di bulan Ramadhan.

  1. Malam ke-1 : Diampuni dosanya, bersih seperti bayi lahir dari kandungan ibunya
  2. Malam ke-2 : Diampuni dosanya dan dosa kedua orang tuanya yang mu’min
  3. Malam ke-3 : Malaikat memanggil dari bawah ‘Arsy, berseru, “Segeralah kamu beramal, Allah mengampuni dosa-dosamu yang telah lalu”
  4. Malam ke-4 : Diberi pahala sebanyak pahala membaca Taurat, Injil, Zabur dan Al Qur’an
  5. Malam ke-5 : Diberi pahala sebanyak pahala shalat di Masjidil Haram, Masjid Nabawi dan Masjidil Aqsha
  6. Malam ke-6 : Diberi pahala sebanyak pahala thawaf di Baitul Makmur (tempat thawafnya malaikat), setiap batu-batuan dan tanah liat beristighfar untuknya
  7. Malam ke-7 : Seolah-olah bertemu dengan Nabi Musa AS dan berjuang bersama melawan Fir’aun dan Haman
  8. Malam ke-8 : Diberi segala sesuatu sesuatu seperti apa yang pernah diberikan kepada Nabi Ibrahim AS
  9. Malam ke-9 : Seolah-olah ia beribadah seperti ibadah yang dikerjakan Nabi Muhammad Saw
  10. Malam ke-10 : Allah memberi kebaikan dunia dan akhirat
  11. Malam ke-11 : Ia akan meninggal dunia dalam keadaan bersih dari dosa seperti bayi baru dilahirkan oleh ibunya
  12. Malam ke-12 : Wajahnya akan bercahaya seperti bulan purnama di hari kiamat nanti
  13. Malam ke-13 : Kelak di hari kiamat ia akan aman dari segala kejahatan
  14. Malam ke-14 : Dibebaskan dari hisab dan para malaikat memberikan kesaksian atas ibadah tarawihnya
  15. Malam ke-15 : Bershalawatlah kepadanya segenap malaikat, penanggung ‘ Arsy dan Kursi Allah
  16. Malam ke-16 : Dibebaskan dari siksa api neraka dan dibebaskan masuk ke surga
  17. Malam ke-17 : Diberi pahala seperti yang diterima para Nabi
  18. Malam ke-18 : Malaikat memanggilnya; “Wahai Hamba Allah, engkau dan kedua orang tuamu telah diridloi Allah Swt”
  19. Malam ke-19 : Derajatnya ditinggikan di surga Firdaus
  20. Malam ke-20 : Diberi pahala seperti pahalanya syuhada dan shalihin (orang-orang shalih)
  21. Malam ke-21 : Dibuatkan gedung dari cahaya (nur) di surga
  22. Malam ke-22 : Kelak di hari kiamat akan aman dari bencana yang menyedihkan dan menggelisahkan
  23. Malam ke-23 : Dibangunkan sebuah kota di dalam surga
  24. Malam ke-24 : Sebanyak 24 doa yang ia panjatkan akan dikabulkan Allah Swt.
  25. Malam ke-25 : Dibebaskan dari siksa kubur
  26. Malam ke-26 : Pahala baginya ditingkatkan selama 40 tahun
  27. Malam ke-27 : Melintasi Shirathal Mustaqiem seperti kilat menyambar
  28. Malam ke-28 : Ditinggikan derajatnya sampai 1000 tingkat di surga kelak
  29. Malam ke-29 : Diberi pahala sebanyak pahala 1000 haji mabrur
  30. Malam ke-30 : Akan diseru Allah Swt dalam Firman-Nya: “Wahai hamba-Ku, silakan makan buah-buahan surga, mandi dari mata air salsabil, dan minumlah dari Telaga Kautsar. Akulah Tuhanmu dan kamu adalah hamba-Ku”

Fadhilah-fadhilah (keutamaan) di atas merupakan sabda Rasulullah Saw ketika ditanya Shahabat Ali bin Abi Thalib tentang fadhilah Shalat tarawih yang termaktub dalam kitab Duratun Nashihin sebagai bentuk Fadhoilul A’mal.

Indramayu, 22 Agustus 2009
All rights reserved © 2009
By Ibnu Atoirahman

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s