Terbakarnya Ramadhan

BaiturrahmanAda seorang pria, sebut saja namanya Muhammad. Ia tidak pernah shalat sama sekali. Kemudian pada saat bulan Ramadhan tiba, tersentuhlah hatinya untuk bertaubat dan beribadah kepada Allah SWT. Sejak awal Ramadhan, ia berhias diri dengan pakaian yang indah dan minyak harum. Lalu ia kerjakan shalat dan mengqadla seluruh shalat yang ia tinggalkan selama hidupnya. Tiba-tiba datanglah seorang kawan yang bertanya kepadanya, “Mengapa engkau lakukan semua ini?”. Jawabnya : “Ketahuilah kawan, bahwa bulan ini adalah bulan taubat, bulan penuh rahmat dan kebaikan, semoga dengan demikian, Allah akan mengampuni diriku”. Alkisah, setelah sekian tahun pria yang bernama Muhammad tersebut meninggal dunia, seorang kawan bertemu dengannya dalam sebuah mimpi dan ketika ditanya, “Balasan apa yang selama ini kau terima di alam baka dari Allah SWT?”. Jawabnya, “Allah mengampuni segala dosaku dengan keagungan-Nya berkat menghormati bulan suci Ramadhan, aku menyambutnya dengan bertaubat dan beribadah di dalamnya”

***

Ada seorang Majusi (penyembah api) melihat anaknya tidak tahu diri dalam bulan Ramadhan makan di pasar, lalu ia menghajarnya dengan pukulan, katanya : “Mengapa kamu tidak tahu diri dalam bulan Ramadhan yang seharusnya engkau pandai menghormati umat islam yang sedang berpuasa?”. Alkisah, seorang Majusi itu meninggal dunia dan pada suatu malam seorang yang ‘alim (ahli ilmu) mimpi bertemu dengannya. Ternyata majusi tersebut sedang berada di sebuah ranjang yang indah di surga. Orang ‘alim tersebut heran dan bertanya, “Bukankah anda seorang Majusi ? Mengapa ada di tempat seperti ini?”. Orang Majusi tersebut menjawab, “Betul. Semula aku seorang Majusi, tetapi menjelang kematianku, tersentuhlah hatiku untuk memeluk islam. Saat itulah terdengar seruan di atasku : “Hai para malaikat-Ku, jangan biarkan ia mati tersesat dengan agama Majusinya. Angkatlah dia menjadi muslim yang terhormat karena dia telah menghormati bulan Ramadhan”.

***

fireRamadhan artinya “terbakar”. Hal ini merujuk pada satu bulan dengan musim panas paling banyak. Namun belakangan, kata “terbakar” menjadi lebih filosofis maknanya. Dua kisah yang aku ambil dari Kitab Durratun Nashihin tadi, sepertinya cukup sebagai bukti bahwa Ramadhan memang bulan untuk bertaubat dan layak untuk dihormati. Bulan Ramadhan seakan mengisyaratkan kalo bulan ini adalah ajang pembakaran dosa-dosa kita agar semuanya lebur tanpa sisa. Di bulan ini, konon katanya setiap desah nafas menjadi tasbih, tidur menjadi ibadah, semua ibadah dilipatgandakan sampe 700 kali lipat. Bayangkan! Sampe 700 kali lipat. Bahkan ada doorprize ‘malam seribu bulan’ alias Lailatul Qadr. Makanya, jangan sia-siakan kesempatan ini. Mumpung masih ketemu dengan bulan Ramadhan, temans. Melalui bulan ini, Allah menempa diri kita dengan ‘pembakaran’ yang sempurna. Tengok saja, ada macam-macam ibadah yang bisa kita lakukan di bulan ini: shalat tarawih, tadarus Al Qur’an, sedekah, dan lain-lain. Hingga ketika saatnya tiba, insya Allah kita akan menjadi Muslim yang sejati di hari yang Fitri. Semoga..

Sumber Bacaan:
Kitab Durratun Nasihin

Indramayu, 28 Agustus 2009
All rights reserved © 2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s