Bohong yang Boleh

Dalam suatu ceramah sore di salah satu stasiun televis, KH. Zainudin MZ pernah mengungkapkan kalo ada saatnya bohong diperbolehkan dalam agama. Hahh?? Benarkah?  Malah tidak tanggung-tanggung ada Hadist Rasulullah yang mengupas tentang hal ini. Ah, masa sih.. jadi penasaran nih.

pinokioBohong adalah lawan kata dari jujur (mengungkapkan kebenaran apa adanya tanpa ditutup-tutupi). Bohong berarti sebuah ungkapan untuk melebih-lebihkan, menambah-nambah atau mengurang-ngurangi sebuah peristiwa yang sebenarnya terjadi. Sejatinya, bohong merupakan sebuah kemaksiatan. Artinya berbohong merupakan salah satu perbuatan yang dilarang agama (Islam) dan bagi yang melakukannya akan berdosa. Dalam cerita anak-anak, dikisahkan kalo hidung pinokio akan memanjang jika ketahuan bohong. hehe..  Ini hanyalah kisah simbolik kalo bohong merupakan perbuatan tercela yang pasti ketahuan dan membuatnya malu dikemudian hari.

Namun ada saat-saat tertentu, berbohong pun ternyata diperbolehkan loh. Ini seperti yang tertuang dalam Hadist Rasulullah. Rasulullah bersabda bahwa ada tiga jenis bohong yang diperbolehkan, malah menjadi wajib dalam situasi dan kondisi tertentu. Mau tau apa aja? Yupp, ini dia…

  1. Bohong yang dilakukan oleh seseorang dalam rangka mendamaikan dua orang saudaranya yang sedang bermusuhan. Nah, ini jelas banget kan? Mungkin ada diantara kita punya dua orang temen yang saling bermusuhan. Dan tanpa sengaja, dua orang tersebut bercerita (curhat) kepada kita. Masing-masing dari mereka menjelek-jelekkan yang lain. Nah, dalam hal ini kita boleh tuh berbohong dengan mengatakan kalo yang mereka omongin tuh gak bener. Kita bisa berbohong pada masing-masing dari mereka dengan menceritakan kebaikan-kebaikan mereka pada masing-masing teman yang musuhan tadi. Hingga akhirnya, mereka berdua pun berdamai. Dan misi pun selesai. Hehe…
  2. Bohong yang dilakukan suami untuk menyenangkan istrinya atau bohong yang dilakukan istri untuk menyenangkan suaminya. Hoho… jangan diartikan macem-macem dulu. Contohnya gini. Seorang suami yang membelikan hadiah sebuah baju untuk istri tercintanya. Karena sang suami gak terlalu tahu mode pakaian yang lagi ngetren (fashionable), maka sang suami membeli baju yang.. katakanlah sangat kurang enak dipandang. Modelnya sudah kuno. Ditambah lagi warnanya ngejreng bangeet. Namun sang suami bermaksud menyenangkan istrinya dengan memberikan hadiah buat sang istri tercinta. Nah, meskipun tahu kalo baju pemberiannya sangat jelek, namun istri yang bijak akan menerima dengan senang hati. Dalam hal ini, istri boleh berbohong bahwa pemberian sang suami adalah pemberian terbaik yang pernah ia dapatkan. Tujuannya tidak lain adalah agar suami merasa senang karena pemberiannya diterima dengan baik. Gitu loooh..
  3. Bohong untuk menyelamatkan nyawa seseorang yang terancam. Contohya, misalkan ada seseorang (sebut saja namanya fulan) hendak dibunuh oleh orang lain. Padahal kita tahu, orang tersebut tidak bersalah apa-apa. Si fulan meminta perlindungan kepada kita agar dirinya diselamatkan. Dan kita pun akhirnya mau menyembunyikannya. Setelah itu, datanglah orang yang bermaksud membunuh si fulan kepada kita. Tujuannya bertanya kepada kita untuk mencari keberadaan si fulan. Maka pada saat ini, kita boleh berbohong demi kebaikan agar nyawa si fulan terselamatkan.

loveNah itulah temans, tiga jenis kebohongan yang diperbolehkan oleh Rasulullah Saw. Namun ya itu tadi, terbatas hanya pada tiga permasalahan tadi aja. Ungkapan “berbohong demi kebaikan” mungkin itulah yang disebutkan dalam Hadist Rasulullah tersebut. Tetapi sekali lagi kebaikan disini adalah kebaikan yang  dibenarkan menurut syariat islam loh. Jangan asal ngomong “kan gue bohong demi kebaikan gitu loh!”, tetapi kebaikan yang dimaksud ternyata hanya untuk kepentingannya sendiri. Nah, ini yang gak masuk kriteria. Jadi selain dari persoalan di atas yang dikemukakan Rasulullah, berbohong ya tetap saja berdosa. Wallahu A’lam Bishhowab.

 

Indramayu, 31 Agustus 2009

All rights reserved © 2009

By Ibnu Atoirahman

 

18 comments on “Bohong yang Boleh

  1. Kebanyakan, istri/suami akan jujur kalau dibelikan pakaian yang tidak cocok di hatinya. Mungkin, ini adalah salah satu jujur yang tidak dianjurkan^^

    >>>pH: Begitulah… Untuk kasus di atas, kalo jujur malah jadi ribut kan? hehe…

  2. assalamualaikum wr wb
    lah mas ibnu wong indramayu tah…priben kabare mas. salam kenal. jazakallah atas tulisannya.

    >>>pH: Wa’alaikum salam. Inggih. Salam kenal juga ya! ^^b

  3. Pengasuh blog yth,

    Bisakah disebutkan kalau referensi ini adalah hadiths Rasulullah saw? Sampai saat ini saya masih berpendapat bohong adalah bohong, tidak mungkin kebaikan bisa diperoleh dari kebohongan.

    Untuk butir ke 1&2 di atas, dengan tidak menyampaikan apa yang dikatakan oleh 2 orang yang kita damaikan, itu bukan kategori berbohong.

    Sementara butir ke 3, seandainya si Fulan jadi selamat, apakah kita tega mengatakan bahwa si Fulan selamat berkat kebohongan? Na udzubilah – kita sudah memasuki ranah syirk, karena si Fulan selamat karena Allah ta ala. Siapa tahu, dengan tidak berbohong – mengatakan apa adanya – kebaikan bisa diperoleh (pernah ada riwayat Syekh Abd Qadir Al jaelani, yang taat kepada nasihat Ibunya agar tidak pernah berbohong, bukan saja harta bendanya tidak jadi dirampok, malah si raja rampoknya sendiri kemudian jadi murid beliau karena takjub akan kejujuran beliau).

    >>>pH: saya sangat senang bisa mendiskusikan hal ini. tulisan ini saya buat setelah mendengar ceramah KH. Zainudin MZ. Tetapi, saya juga penasaran tentang hadist tersebut. Mungkin tulisan dari blog berikut bisa kita jadi tambahan ilmu: http://abukhodijah.wordpress.com/2009/10/24/bolehkah-berbohong/

    Oh, ya tentang kisah syaikh abdul qadir jailani, saya juga pernah mendengar kisahnya. Yuup, kisah yang sangat menakjubkan. Memang semua pertolongan datangnya dari Allah (apapun itu), tetapi manusia mungkin bisa saja jadi wasilah (jalan) menuju pertolongan tersebut. Wallahu A’lam🙂

  4. Ping-balik: Kebohongan ataukah Kejujuran?? « BRIGHTEN2nd

  5. ada cewek curhat ama aku kalo dia suka si A dan saya berjanji untuk tidak mengatakannya kepada si A. tp saya ngomong ke A, dengan tujuan supaya si A jadian ama cewek tersebut. itu hukumnya gmana?

  6. om saya ingin nanya nih om saya berbohong kepada teman saya nih tetapi demi kebaikan begini ceritanya saya kan punya ps3 lalu teman-teman saya tuh orang nya pada iri kalau mereka tetap tahu bahwa saya punya ps3 maka semua teman-teman saya tuh jd malas berteman dengan saya dan iri dan untuk demi kebaikan saya berbohong bahwa ps3 saya dijual dan saya bilang ps3 saya tuh di jual sama kelurga ayah saya…. truzz dosa gk om kalau aku ngelakuin ini demi kebaikan diri saya plizzz di jawab om… thanks

    >>>pH: Wallahu A’lam. Trus, apakah dengan berbohong tersebutakan memberikan kebaikan bersama setelah itu? ataukah justru malah membuat kebohongan-kebohongan baru untuk menutupi yang sebelumnya?

  7. Ping-balik: Life, Science, and Islam | #7 Kecil sih tapi Berdampak Besar

  8. Hmm… kalo bohong demi memajukan agama islam boleh ngk..?? seperti nyebar2 hoax islami,

    Gmana boleh gk..?

    >>>pH: tergantung niatnya.tapi kalo menurut saya sih lebih baik dihindari semampu kita🙂

  9. setahu saya Rasul tdk pernah mengajari suatu kebohongan, cth cerita yg smp saat ini sering kita salah artikan…ketika Rasul dihampiri sahabatnya yg akan dibunuh, lalu Rasul berkata “sembunyilah di belakang saya, stlh sembunyi Rasul bergeser posisinya kesamping,tdk lama kemudian datanglah seorang yg berniat akan membunuh sahabat rasul dan bertanya wahai Rasul apakah melihat si fulan lewat sini, Rasul menjawab, memangnya ada apa kamu mencari si fulan……ya Rasul dia mau sy bunuh krn suatu hal…lalu Rasul menjawab “Demi Allah selama saya berdiri disini saya tdk melihat si fulan….itulah sdikit cth yg disalah artikan bhw rasul aja mengajari kebohongan demi kebaikan….padahal kl kita liat dari alur cerita bhw rasul berpindah posisi sblm menjawab pertanyaan dari si pembunuh…..bohong adlh bohong…..krn KEBOHONGAN = awalnya indah, Akhirnya sakit…..KEJUJURAN = awalnya sakit,akhirnya indah…..insya allah….

  10. Ping-balik: Tiga jenis taqiyah : Syi’ah-Sunni-Wahabi | Adventura Científica

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s