Inikah “Gombal” Warming itu?

state of fearSangat kontroversial! Di saat semua orang gencar memberitakan kalo bumi kita telah mengalami apa yang disebut pemanasan global (global warming), Michael Chricton seorang penulis fiksi ilmiah (science fiction) berani menulis hal yang berbeda. Tak pelak lagi, tulisannya dalam novel State of Fear ini mengundang banyak reaksi. Ada yang setuju-setuju aja, namun tidak sedikit yang mengkritik Chricton yang dianggap salah dalam menginterpretasi data iklim. Yang menarik, dalam novel ini semua hal-hal yang menyangkut pemanasan global dibantah habis oleh Crichton dengan menggunakan fakta-fakta ilmiah yang dilakukan juga oleh peneliti dalam bidang cuaca/iklim.

Saya pernah membaca sebuah tulisan karya Pak Jalal (seorang pemerhati lingkungan) yang berjudul “Pemanasan Global: Omong Kosong Terbesar ataukah Masalah Lingkungan Paling Serius? Membaca Lebih Jauh “Perang” Crichton versus Flannery”. Tulisan ini mengupas tuntas tentang perdebatan pemikiran antara seorang Michael Crichton (penulis fiksi) dan Tim Flannery (peneliti) tentang masalah perubahan iklim. Hebat, baru kali ini ada penulis fiksi disandingkan dengan seorang peneliti. Disebutkan bahwa penyataan Dr. Hansen dalam kutipan novel State of Fear memang merupakan salah satu titik tolak paling penting yang menjadikan pemanasan global sebagai salah satu isu lingkungan terpanas. Salah satu kesalahan pembacaan itu berkaitan dengan grafik buatan Dr. Jim Hansen yang interpretasinya ia sampaikan di depan Kongres Amerika Serikat di tahun 1988. Michael Crichton menyatakan bahwa “Dr. Hansen overestimated global warming by 300 percent”. Pernyataan inilah yang digunakan Crichton untuk menentang pendapat bahwa telah terjadi pemanasan global. Ia seolah berkata kalo pemasan global yang diagungkan orang-orang hanyalah merupakan sebuah teori yang bisa benar, bisa juga salah.

michael crichtonPada paparannya, Dr. Hansen hanya menampilkan Skenario B, dan menyatakannya sebagai skenario yang paling mungkin, dengan asumsi bahwa pada tahun 1995 terjadi letusan gunung yang besar. Kenyataannya Gunung Pinatubo meletus pada tahun 1991 dan Skenario B berhasil meramalkan secara tepat bahwa peningkatan suhu global adalah sekitar 0,11 °C/dekade. Gavin Schmidt mencatat bahwa orang yang melontarkan tuduhan kotor pada Dr. Hansen adalah Patrick Michaels yang dalam kesaksiannya di depan Kongres sepuluh tahun setelah Dr. Hansen menghilangkan Skenario B dan C untuk memberikan kesan bahwa model mengenai pemanasan global tidaklah reliabel.

Namun sekali lagi, jika kita jeli, paparan yang dikemukakan oleh Dr. Hansen di atas hanyalah sebuah skenario model iklim melalui komputer yang berusaha memprediksi iklim bumi beberapa tahun kemudian. Prediksi ini mungkin bisa benar atau juga salah, bukan? Salah satu dosen saya pernah mengatakan kalo fenomena anomali cuaca/iklim yang terjadi sekarang ini bukan benar-benar menandakan terjadinya climate change (perubahan iklim) tetapi lebih disebut sebagai variabilitas cuaca/iklim belaka. Entahlah, apakah itu memang disebut sebagai pemananasan global ataukah tidak? Walaupun demikian, bukan berarti tidak usah peduli lagi dengan lingkungan karena ada anggapan “Ah, gak ada pemanasan global aja!”. Bukan.. bukan seperti itu. Sebagai manusia yang diserahi tugas oleh Tuhan, tentu kita wajib memakmurkan bumi ini dengan sebaik-baiknya dengan segala kemampuan. Karena manusialah yang yang tinggal di bumi ini, maka sudah sepantasnyalah kita yang menjaganya. Michael Chircton hanya tidak setuju kalo ilmu pengetahuan dimanfaatkan oleh orang-orang yang gak bertanggungjawab, semisal para peneliti yang dengan kesengajaannya rela memanipulasi data untuk kepentingannya pribadi (seperti misalnya biar dapet dana kampanye gitu deh). Ini terbukti dari novel yang ia buat yakni State of Fear yang kontrovesial.

kondisi ketakutanYang jelas, Michael Crichton bagaimanapun juga hanyalah seorang penulis cerita fiksi, walaupun dalam setiap novel maupun naskah filmnya ia selalu menggunakan perkembangan ilmu pengetahuan mutakhir sebagai dasar cerita. Dalam novel State of Fear (Kondisi Ketakutan) ini sendiri berkisah tentang Peter Evans yang merupakan pengacara dari George Morton, seorang milyuner yang rajin memberikan bantuan untuk LSM lingkungan bernama NERF. Namun belakangan, Morton bermaksud membatalkan sumbangannya gara-gara menemukan fakta ganjil seputar lembaga tersebut. Muncul dugaan bahwa LSM tersebut terlibat dengan jaringan teroris yang berniat menimbulkan bencana alam di seluruh dunia, termasuk bencana tsunami yang akan melanda Florida. Bersama dengan John Kenner (dosen MIT), Sanjong Thapa, Sarah Jones, dan Jennifer (mantan anggota NERF yang tobat), Peter Evans bertualang dari Antartika sampai Kepulauan Solomon untuk menyingkap intrik dan konspirasi dibalik bencana alam buatan ini. Sangat seru dan filmis, sangat khas Michael Crichton.

Indramayu, 19 Juli 2009

All rights reserved © 2009

Iklan

2 comments on “Inikah “Gombal” Warming itu?

  1. buku yang bagus

    >>pH: Iya, bener. Buku yang menentang arus. Seperti baca diktat kuliah tetapi dalam versi novel. hehe…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s