Samson dan Lailatul Qadr

Ada yang tau gak cerita tentang Samson? Bukan nama band yang digandrungi oleh banyak remaja sekarang ini, bukan. Tetapi Samson yang ini adalah lelaki yang sangat kuat. Yupp, lelaki super kuat itu loh. Kalo di luar negeri lebih dikenal dengan kisah “Samsmalamon & Delilah”. Lalu apa hubungannya dengan Lailatul Qadr (Malam Kemuliaan)? Eitss.. Ternyata ada hubungannya loh. Simak kisahnya berikut ini.

Dalam kitab Durratun Nashihin, Ibnu Abbas Ra menceritakan sebuah kisah dari Nabi Muhammad Saw. Malaikat Jibril As, meriwayatkan tentang kisah orang terdahulu yang bernama Syam’un Al Ghazi (dibaca sama orang barat jadinya ‘Samson’ deh) kepada Nabi Saw. Syam’un ini telah berperang melawan orang kafir selama 1000 bulan. Senjatanya hanyalah rambut jenggot unta. Walaupun hanya bermodalkan senjata tersebut, banyak musuh  kafir yang tewas tak terhitung jumlahnya. Subhanallah. Apabila Syam’un haus, ia cukup meminum air segar yang keluar dari sela-sela gusinya. Apabila lapar, tumbuhlah daging dari tubuhnya, lalu ia pun memakannya. Menghadapi Syam’un yang gagah perkasa, musuh begitu kewalahan. Mereka berkata kepada istri Sya’mun “Kami hadiahkan sejumlah harta untukmu jika kamu bisa membunuh suamimu”. Istrinya menjawab, “Dengan apa aku dapat membunuhnya?”. Lalu orang-orang kafir tersebut berkata, “Akan kuberikan tali yang sangat kuat. Ikatlah tangan dan kakinya ketika dia tertidur. Setelah itu, kami sendiri yang akan membunuhnya”

Karena istrinya tidak beriman kepada Allah, ia pun nekat melakukan perbuatan tersebut. Ketika tidur, Syam’un diikat oleh istrinya. Ketika bangun, Syam’un begitu kaget dan berkata, “Siapa yang mengikatku?”. Jawab istrinya, “Akulah yang mengikat, sekedar menguji kekuatanmu saja, wahai suamiku”. Segera saja Syam’un melapaskan tali itu dengan sangat mudah. Gagal sudah usaha istrinya untuk membunuh suaminya. Namun, ia tidak menyerah. Kali ini atas perintah orang kafir, istrinya mengikat Syam’un dengan rantai. Namun, Dengan mudah Syam’un pun bisa memutuskannya. Berkali-kali ia mencoba, namun selalu saja gagal. Akhirnya, Syam’un berkata, “Wahai istriku, aku ini adalah seorang wali Allah. Tidak ada yang bisa mengalahkanku dalam perkara dunia, kecuali rambusamsontku ini atas izin Allah”. Syam’un memang berambut panjang. Mendengar kelemahan suaminya ini, timbullah ide istrinya untuk memotong rambut suaminya ketika tidur. Usahanya berhasil. Rambut panjang Syam’un dipotong, dibagi menjadi 8 gelung. Empat gelung digunakan untuk mengikat kedua tangannya, sedangkan empat gelung lainnya untuk mengikat kedua kakinya.

Hasilnya, luar biasa! Ketika bangun, Syam’un benar-benar tidak bisa bergerak. Ia begitu marah kepada istrinya, namun sang istri segera saja memberi tahu orang kafir agar segera membunuh suaminya. Syam’un pun digiring menuju ladang pembantaian. Disana dia diikat pada sebuah tiang rumah yang sangat kuat. Satu persatu mereka memotong kedua telinganya, , bibir, mulut, kedua tangan, kedua tangannya dan membutakan kedua matanya. Astaghfirullahal adziim.. Betapa kejamnya mereka!

Kemudian Allah memberi wahyu/ilham kepada Syam’un, “Apa yang kau inginkan, Syam’un?”. Dia pun menjawab, “Aku ingin agar Engkau memberikan kekuatan kepadaku kembali, agar dapat kugerakkan tiang rumah ini dan kuhancurkan mereka”.

Allah pun memberikan kekuatan kembali kepadanya, sehingga dapat menghancurkan orang kafir tersebut. Semuanya mati binasa termasuk istrinya yang durhaka. Hanya Syam’unlah yang diselamatkan oleh Allah dan hidup sampai 1000 bulan  (lk. 83 tahun 4 bulan) yang ia gunakan untuk shalat dimalam hari dan berpuasa di siang hari. Ia juga mengangkat senjata memerangi musuh-musuh Allah yang durhaka.

shalatMendengar kisah ini, para Sahabat Rasulullah Saw menangis terharu. Mereka berkata: “Ya Rasul, tahukah Engkau, berapa pahalanya?”. Rasul Saw menjawab : “Tidak”. Setelah itu atas perintah Allah malaikat Jibril menurukan wahyu Surat Al Qadr. “Allah memberikan Lailatul Qadar kepadamu dan ummatmu, jika ibadah dimalam itu, maka pahalanya lebih utama dari seribu bulan” kata Malaikat Jibril. Subhanallah.

Demikianlah kisah dibalik turunnya surat Al Qadr yang menjelaskan tentang keutamaan Lailatul Qadar (malam kemulian) yang hanya bisa ditemui di bulan Ramadhan ini. Kalangan ulama berbeda pendapat mengenai turunnya Lailatul Qadar ini. Namun sebagian besar berpendapat, Lailatul Qadar turun di sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan. So, ayo dong gaiz. Perbanyak ibadah di bulan ini, siapa tau aja dapet doorprize dari Allah berupa hadiah Lailatul Qadr, yang pahalanya lebih baik dari ibadahnya Syam’un (alias Samson) selama seribu bulan. Semoga Allah mempertemukan kita dengan Lailatul Qadar. Amien…

Indramayu, 13 September 2009

All rights reserved © 2009

By Ibnu Atoirahman

Iklan

One comment on “Samson dan Lailatul Qadr

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s