Mudik Kembali Ke Pangkuan Hati

Salah satu tradisi khas bangsa Indonesia menjelang Idul Fitri adalah mudik. Secara harfiah, mudik merupakan kebalikan dari urbanisasi. Jika urbanisasi berarti mobilisasi masyarakat baik secara individu maupun kelompok dari daerah yang kurang maju baik secara perekonomian maupun industri ke daerah yang lebih maju secara industri dan perekonomiannya, maka sebaliknya, mudik adalah arus kembalinya kaum urban (kota) kembali ke desa dengan kehidupan yang serba udik. Dari sinilah kata “mudik’ akhirnya tercipta, yang berarti ‘kembali ke udik (kampung)’.

Menurut almarhum Umar Kayam seperti yang dikutip oleh Arief Junianto, mudik awal mulanya merupakan tradisi primordial masyarakat petani jawa. Keberadaannya jauh sebelum Kerajaan Majapahit. Awalnya kegiatan ini digunakan untuk membersihkan pekuburan amudiktau makam leluhur, dengan disertai doa bersama kepada dewa dewa di Khayangan. Tradisi ini bertujuan agar para perantau diberi keselamatan dalam mencari rezeki dan keluarga yang ditinggalkan tidak diselimuti masalah. Namun, masuknya pengaruh Islam ke Tanah Jawa membuat tradisi ini lama-kelamaan terkikis, karena dianggap perbuatan syirik. Meski begitu, peluang kembali ke kampung halaman setahun sekali ini muncul lewat momen Idul Fitri. Bukan tidak mungkin, diantara hadirin sekalian ada yang telah menempuh perjalanan jauh, melakukan mudik dari kota tempat bekerja untuk sekedar bisa berlebaran bersama keluarga di kampung.

Selain itu, para pemudik pun berusaha untuk mempersiapkan berbagai macam bekal yang akan mereka bawa ke kampung nanti, entah itu buah tangan (oleh-oleh) ataupun lainnya sebagai ajang pembuktian kerja kerasnya selama setahun yang lalu di kota tempat mereka bekerja. Selain itu, tradisi mudik menjadi semacam ajang menautkan kembali tali silaturahmi yang sempat terputus karena terpisah jarak dan waktu. Selain itu, momen ini dapat dimanfaatkan untuk saling maaf memaafkan semua khilaf dan dosa yang pernah tercipta. Sehingga, suasana tangis haru dan bahagia pun kerap mewarnai tradisi mudik masyarakat kita. Setidaknya itulah esensi mudik secara lahir dan implikasinya terhadap ketenangan batin.

Dalam kaitannya dengan alam rohani, ternyata tradisi mudik pun terkait erat dengan ibadah yang baru kita jalani di bulan Ramadhan. Selama sebulan penuh, kita dibimbing oleh Allah untuk mempersiapkan bekal yang banyak melalui berbagai macam ibadah. Kita lakukan shalat tarawih dan tadarus qur’an di malam hari. Ibadah puasa kita lakukan di siang hari. Tak lupa pula zakat kita tunaikan di akhir Ramadhan sebagai pembersih puasa kita. Semua ini tidak lain kita lakukan sebagai bekal untuk mempersiapkan mudik yang akan kita lakukan. Dan hari ini, sebagai umat muslim yang telah berjuang selama sebulan penuh, tepat tanggal 1 Syawwal ini kita pun akhirnya melakukan mudik: kembali ke pangkuan jiwa yang fitrah, suci dari segala noda dan dosa seperti bayi yang baru dilahirkan. Lebih lanjut, hidup di dunia pun merupakan ajang pencarian bekal sebanyak-banyaknya untuk persiapan mudik menuju kampung yang kekal abadi yakni kampung akhirat.

Untuk itu, dalam suasana yang bahagia ini, sungguhlah rugi jika kita tidak menyempatkan diri bertafakur sambil merenungkan diri kita sejenak dengan sebuah pertanyaan: “Apakah umur kita yang tersisa ini akan cukup panjang untuk menunggu kehadiran Ramadhan , lailatul qadr dan lebaran di tahun depan?”. Karena dengan pertanyaan inilah, kita akan menjadikan hari raya yang fitri ini lebih bermakna. Bukan sekedar seremonial kemenangan dengan acara pesta dan hura-hura, tetapi lebih mengisinya dengan untaian rasa syukur, saling memaafkan segala kesalahan dan memohon keberkahan hidup untuk semua. Karena hakikatnya, bahagia bukanlah untuk diri kita sendiri, tetapi untuk kita nikmati bersama-sama.

Indramayu, 20 September 2009 (1 Syawwal 1430 H)

One comment on “Mudik Kembali Ke Pangkuan Hati

  1. seuju …🙂

    Taqabbalallahu Minna Wa Minkum Wa Ja’alanallahu Minal ‘Aidin Wal Faizin

    Baru gempa lebaran di Bali
    -http://richocean.wordpress.com/2009/09/19/gempa-lebaran-1430h-balijawasumatra/

    Hati2 gempa saat lebaran:
    -http://richocean.wordpress.com/2009/09/17/hati-hati-gempa-lebaran-1430h-sumatra-jawa/

    Yang mau tahu kondisi live jalan lewat kamera dari jalan mudik boleh mampir ke sini
    -http://richocean.wordpress.com/2009/09/20/video-live-siang-hari-pertama-situasi-jalan-lebaran-idul-fitri-1430h-jalur-utara-selatan-jawa-merak/
    -http://richocean.wordpress.com/2009/09/20/video-live-siang-hari-pertama-situasi-jalan-lebaran-idul-fitri-1430h-jawa-tengah-solo/

    Yang mau mudik naik mobil pribadi boleh mampir ke blog saya
    -http://richocean.wordpress.com/2009/09/15/tips-mudik-mobil-pribadi-bandung-malang-lewat-jalur-tengah-jawa/

    Buat rekan2 yang mau berikirim2 ucapan Idul Fitri, boleh mampir ke tempat saya,
    -http://richocean.wordpress.com/2009/09/14/kirim-sekarang-ucapan-idul-fitri-anda/

    atau jika sempat main ke blog saya ttg wisata alam:
    -http://richmountain.wordpress.com/wisata/rizqi-firdaus-agro-wana-widya-wisata-1/

    salam kenal😆

    >>>pH: terima kasih. oke..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s