Setelah Menang, Lalu Apa?

Duh, biasanya habis isya gini musholla rame dengan orang-orang yang mo shalat traweh. Habis tarawih, ada tadarus qur’an. Menjelang 10 hari terakhir malah lebih intens buat ibadah dengan harapan mendapat lailatul qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan. Kalo siang, orang banyak yang puasa. Menjelang magrib (ini yang biasanya rame banget), banyak orang yang nunggu buka puasa di pinggir jalan. Pokoke jalanan rame buanget ame orang-orang. Dan benar, ketika buka puasa itulah saat yang membahagiakan.

Tapi setelah idul fitri, Ramadhan pun telah lewat, praktis semua jadi sepi. Musholla yang dulu rame dengan orang-orang yang shalat, kini benar-benar sepi, cuma beberapa gelintir orang aja. Menjelang magrib, jalanan biasa aja, en gak ada yang ditunggu (buat buka puasa). Ah, rasanya sedih juga. Saat Ramadhan, orang banyak berlomba-lomba mengejar lailatul qadar. Namun setelahnya gak ada kegiatan apapun. Semua kembali seperti semula. Inilah yang memprihatinkan.

Sebenarnya Lailatul Qadar itu tergantung kita. Kalo ibadah kita setelah Ramadhan ini jadi lebih baik, amaliah kita jadi semakin bertambah, sikap kita jadi semakin baik, maka sebenarnya kita telah mendapatkan lailatul qadar, mendapatkan pencerahan dalam hidup kita yang begitu berharga, mendapat keberkahan dalam hidup yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Itulah hakikat lailatul qadar yang sebenarnya. Karena lailatul qadar itu merasuk dalam perihidup kita, bukan sekedar ritual ubudiyah belaka. Semoga keberkahan Ramadhan dan Lailaitul Qadar menaungi jiwa kita sepanjang hayat. Amien..

Kata orang, ini hari kemenangan, setelah berjuang sebulan penuh menahan hawa nafsu. Mungkin benar juga, tapi ini hanya kemenangan kecil, karena medan yang lebih besar baru saja terbentang. Kalo Ramadhan mah suasananya emang kondusif banget buat ibadah. Nah, kalo bulan laen, gempuran kemaksiatan merajalela, dan inilah perjuangan yang sebenarnya. Dan kemenangan hakiki adalah setelah kita mati dan masuk ke dalam surga-Nya. Namun demikian, setidaknya momen Idul Fitri ini adalah awal yang baik untuk memulai sebuah kebaikan. Betul… Betul… Betul…

Indramayu, 20 September 2009

Iklan

One comment on “Setelah Menang, Lalu Apa?

  1. dicatat … 🙂

    Taqabbalallahu Minna Wa Minkum Wa Ja’alanallahu Minal ‘Aidin Wal Faizin

    Baru gempa lebaran di Bali
    -http://richocean.wordpress.com/2009/09/19/gempa-lebaran-1430h-balijawasumatra/

    Hati2 gempa saat lebaran:
    -http://richocean.wordpress.com/2009/09/17/hati-hati-gempa-lebaran-1430h-sumatra-jawa/

    Yang mau tahu kondisi live jalan lewat kamera dari jalan mudik boleh mampir ke sini
    -http://richocean.wordpress.com/2009/09/20/video-live-siang-hari-pertama-situasi-jalan-lebaran-idul-fitri-1430h-jalur-utara-selatan-jawa-merak/
    -http://richocean.wordpress.com/2009/09/20/video-live-siang-hari-pertama-situasi-jalan-lebaran-idul-fitri-1430h-jawa-tengah-solo/

    Yang mau mudik naik mobil pribadi boleh mampir ke blog saya
    -http://richocean.wordpress.com/2009/09/15/tips-mudik-mobil-pribadi-bandung-malang-lewat-jalur-tengah-jawa/

    Buat rekan2 yang mau berikirim2 ucapan Idul Fitri, boleh mampir ke tempat saya,
    -http://richocean.wordpress.com/2009/09/14/kirim-sekarang-ucapan-idul-fitri-anda/

    atau jika sempat main ke blog saya ttg wisata alam:
    -http://richmountain.wordpress.com/wisata/rizqi-firdaus-agro-wana-widya-wisata-1/

    salam kenal :lol

    >>>pH: Selamat Lebaran ya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s