Kidung Kembara

Umumnya, novel tuh isinya tulisaaan semua. Kalo pun ada gambar, ya Cuma beberapa aja. Namun umumnya ya seperti itu tadi, isinya tulisan semua. Hal inilah yang membuat sebagian orang malas untuk membaca buku yang isinya tulisan semua. Hehe… kalo hobinya baca mah, gak masalah. Apalagi kisahnya menarik dan seru abis. Kalo untuk pembaca pemula, perlu ada rangsangan lebih salah satunya menampilkan gambar ilustrasi dalam porsi yang lebih banyak. Kalo isinya gambaaar semua kan, namanya komik. Bagi para pipiet senjamaniak baca kadang ada yang gak suka komik loh. Pengennya bacaaa aja, semua tulisan apapun itu. Apalagi baca novel dengan cerita yang menarik. Nah, untuk menjembatani keduanya, lahirlah Nomik alias Novel Komik. Kisah dalam novel yang dibumbui dengan komik yang mendukung cerita tersebut.

Walaah, ada toh yang namanya novel komik? Ya ada dong, dan buku yang akan kita bahas ini salah satu buktinya. Nomik yang pertama aku kenal adalah Serial Catatan Harian Si Olin karya Ali Muakhir dan Dyotami. Nah, kalo Nomik Kidung Kembara ini karya dari ibu kita, Mbak Pipiet Senja yang merupakan nama pena dari Etty Hadiwati Arief. Seorang penulis yang keukeuh banget untuk terus menulis meskipun didera penyakit thallassemia, sebuah penyakit bawaan semenjak lahir yang mengharuskan penderitanya harus ditransfusi darah setiap 2 -3 bulan sekali, terus menerus sepanjang hidupnya. Masya Allah. Namun mbak Pipiet ini tetap tegar untuk terus menulis, bahkan dinobatkan menjadi ‘keluarga penulis’ karena suami dan anak-anaknya pun kini menjadi penulis pula. Hebat kan?

Kidung kembaraBuku “Kidung Kembara” ini merupakan salah satu nomik yang pernah saya baca. Lumayan seru juga karena kisahnya tentang petualangan dua remaja yang masih bersaudara. Namanya Butet dan Euis, yang merupakan saudara sepupu yang dilahirkan dari anak kembar. Artinya salah satu orang tua mereka adalah saudara kembar. Butet dan Euis ini mengalami nasib yang sama, yakni ditinggal oleh kedua orang tuanya secara tragis. Euis sendiri tinggal bersama dengan keluarga neneknya dan disayang banyak orang. Namun tidak demikian dengan Butet yang selalu mendapat perlakuan kejam dari keluarga mendiang ayahnya. Saat liburan, Euis berhasil membawa Butet keluar dari lingkungan keluarga besar ayahnya. Melalui pergaulan singkat keduanya sadar memiliki banyak kesamaan, salah satunya memiliki kekuatan supranatural yang diberikan Allah Swt. Suatu hari mereka berjalan-jalan ke Curug Pengantin. Disinilah kisah penuh misteri pun dimulai. Mereka seperti memasuki dunia lain yang tak kasat mata. Berkenalan dengan lelaki misterius dan hal-hal gaib lainnya. Dan akhirnya, dengan perjuangan yang keras mereka pun berusaha untuk melarikan diri dari dunia aneh yang mereka alami. Sungguh petualangan yang seru untuk dinikmati.

Indramayu, 5 Oktober 2009

Allrights reserved © 2009

By Ibnu Atoirahman

Nb: Tulisan ini di-request oleh TRAIL

One comment on “Kidung Kembara

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s