Serial Nida dan Dakwah Remaja

Menurut O. Solihin, penulis terkenal buku “Jangan Jadi Bebek”, banyak cara yang bisa dilakukan remaja muslim khususnya yang udah paham dan ngerti banget betapa pentingnya menyampaikan islam kepada orang lain. Dengan semangat jihad memmelatibara (dan kadang meledak-ledak), mereka tampil ‘all out’ membagi pengalamannya baik itu dengan bahasa lisan maupun dengan bahasa tulisan. Ada juga yang tampil dengan kelembutan. Namun tak sedikit pula yang menyampaikan dakwah mereka dengan cara yang lebih mengena di hati remaja itu sendiri melalui tulisan-tulisan super lucu bin konyol namun masih berada dalam koridor syariat islam.

Seperti inilah gaya penulisan Mbak Dian Yasmina Fajri dalam buku “Apapun Namanya Melati Tetap Harum” dan “Puri Kurcaci”. Meski Mbak Dian bukan lagi disebut sebagai remaja, namun gaya penulisan dalam kedua buku yang akan saya bahas ini benar-benar remaja banget. Pokoke feel teenlit-nya kerasa banggets deh. Namun berbeda dengan novel atau serial teenlit sekarang yang gak jauh dari masalah cinta en cinta, Mbak Dian lebih hebat lagi. Memadukan unsur dakwah islami di setiap tulisannya dalam kedua buku ini. Membaca buku ini dijamin gak bakalan bosen, karena bahasanya khas remaja. Kadang lucu, kocak bahkan gokil namun esensi dakwah islamnya kerasa banget. Kita seolah belajar pengetahuan islam tanpa sadar, karena disampaikan secara lentur, tanpa terkesan menggurui.

puri kurcaciKedua buku ini sebenarnya merupakan serial yang pernah nongol berturut-turut di majalah Annida waktu jaman dulu, terlebih lagi ketika Mbak Dian masih aktif jadi staf redaksi di majalah tersebut. Kisahnya sendiri tentang sosok remaja putri seumuran SMA, namanya Nida. Bersama teman-temannya di Sekolah Tunas Cendikia (Tuncen), mereka membuat beragam kisah-kisah menarik yang sarat makna.  Kedua buku ini saling berkaitan loh. Buku “Puri Kurcaci” merupakan sekuel dari buku “Apapun Namanya Melati Tetap Harum”. Pemilihan judul tersebut diambil dari salah satu cerita dalam buku tersebut. Bentuknya jadi mirip dengan cerpen. Namun kalo kumpulan cerpen kan, kadang antara satu judul dengan judul lainnya gak berkaitan. Nah, serial Nida ini masih saling berkaitan dengan judul-judul lainnya. Namun buku ini bukan juga berbentuk novel.  Kalo novel kan merupakan satu kesatuan yang utuh. Jadi kalo pengen tau ceritanya, kudu baca keseluruhan buku. Nah, kalo dalam serial dalam satu judul, kadang cerita yang ditampilkan langsung habis dengan satu penyelesaian. Jadinya enak deh.

annidaJadi jangan heran, kita akan tertawa ngikik sendirian gara-gara baca kedua buku ini. Namun sekali lagi penuh makna karena dibumbui nilai-nilai islami. Menurut Mbak Nina M. Armando seperti dalam kata pengantarnya menyebutkan kalo serial ini bermanfaat banget buat pembaca muda untuk memahami fenomena-fenomena di sekitar mereka. Misalnya, kisah kerusuhan Mei 1997 (dalam kisah Korban), kehamilan pra-nikah (Kandidat), nasib guru (Guru Digugu dan Ditiru), penipuan hipnotis (Ala Bisa Karena Biasa) atau perayaan valentine dan gaya pacaran bebas (Februari Biru). Ada juga kisah tentang seseorang anak yang malu dengan arti namanya (Apapun Namanya Melati Tetap Harum). Dalam sekuelnya, Mbak Dian juga menampilkan kisah anak-anak panti asuhan yang terlantar (Puri Kurcaci dan Putri Kurcaci), mode berpakaian jilbab (Jilbab Gaul), tergila-gila sinetron tivi (Keranjingan) atau kisah tentang gadis amnesia (Memori yang Hilang). Pokoke membaca kisah-kisah tersebut benar-benar khas remaja. Kadang bikin ketawa-ketiwi, ngakak, kesel, aneh namun tak jarang pula membuat hati pilu serasa teriris sembilu. Namun setelahnya, kita-kita jadi mikir dan merenung lebih jauh tentang keberislaman kita selama ini. Salut deh buat Mbak Dian Yasmina Fajri! ^_^b

Indramayu, 5 Oktober 2009

Allrights reserved © 2009

By Ibnu Atoirahman

Nb: Tulisan ini di-request oleh IQLIMA

Iklan

2 comments on “Serial Nida dan Dakwah Remaja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s