Ketika Suara Adzan Menggema

Ada yang tahu gak asal usul suara adzan? Mm… Baiklah akan saya ceritakan asal muasal kumandang adzan seperti yang saya kutip dari kitab Sunan Ibnu Majah I hal. 240 sebagai berikut:

lonceng“Adalah Rasulullah Saw sudah bercita-cita hendak membunyikan “bouq” (sejenis tanduk yang dapat berbunyi jika ditiup) dan telah pernah pula beliau menyuruh memakai “naqus” (sebangsa lonceng) untuk dipakai pemanggil orang shalat. Tiba-tiba seorang sahabat bernama Abdullah bin Zeid bermimpi. Abdullah bin Zeid mengabarkan mimpinya itu: “Saya melihat seorang laki-lakai memakai pakaian hijau sedang memikul lonceng, maka saya bertanya kepadanya: ‘bisakah engkau menjual naqus ini?’ Ia bertanya kepadaku: ‘Buat apa naqus ini bagimu?’, Saya menjawab: ‘Untuk memanggil orang shalat’. Laki-laki itu berkata: ‘Maukah engkau saya tunjukkan yang lebih baik dari itu untuk memanggil shalat?’. ‘Apa itu?’ Tanya saya. Jawabnya: Allahu Akbar – Allahu Akbar. Allahu Akbar- Allahu Akbar.  Asyhadu an laa ilaaha illallaah. Asyhadu an laa ilaaha illallaah. Asyhadu anna muhammadan rosuulullah. Asyhadu anna muhammadan rosuulullah.  Hayya ‘alash sholaah. Hayya ‘alash sholaah.  Hayya ‘alal falaah. Hayya ‘alal falaah. Allahu Akbar – Allahu Akbar. Laa ilaaha illallah.

Maka keluarlah Abdullah bin Zeid  dan ia mengabarkan kepada Rasulullah sekalian mimpinya. Maka Rasulullah berkata kepada orang banyak: ‘Ini saudaramu bermimpi. Hai Bilal (bin Rabah), pergilan ke Mesjid Adzan. Maka saya, kata Abdullah bin Zeid mengajarkan kepada Bilal (bin Rabah) kalimat adzan itu, kalimat per kalimat dan Bilal mengadzankan kalimat-kalimat itu.

Kemudian Sayyidina Umar bin Khattab mendengar suara adzan itu keluar  kepada Rasulullah dan lantas berkata bahwa beliau bermimpi  pula serupa mimpinya Abdullah Zeid (HR. Ibnu Majah).

adzanDemikianlah asal muasal suara adzan yang akhirnya dijadikan penanda waktu shalat tiba. Jika kaum Yahudi menggunakan terompet untuk memanggil orang waktu ibadah, kaum Nashrani menggunakan loncengn, maka Adzan merupakan penanda yang digunakan kaum Muslim untuk memanggil orang menunaikan ibadah shalat. Lebih lanjut saya ingin bertanya, “Ada berapa banyak jumlah adzan yang dikumandangkan muadzin (orang yang adzan) dalam sehari semalam?” Mungkin sebagian dari anda akan menjawab, ya… lima kali lah. Sesuai dengan jumlah waktu dalam shalat, yakni Dzuhur, Ashar, Maghrib, Isya dan Subuh. Jadi, dalam sehari semalam, kita hanya mendengar suara adzan sebanyak lima kali saja, selebihnya adalah waktu jeda, tanpa suara adzan. Karena hanya lima waktu itulah kita diperintahkan untuk menunaikan perintah shalat wajib dalam sehari semalam. Namun benarkan demikian?

bumiJawaban pertanyaan di atas, saya dapatkan ketika mendengarkan kumandang suara Adzan di salah satu televisi swasta (Metro TV) ketika Maghrib tiba. Klip yang menampilkan suara adzan maghrib selain ditampilkan tulisan arab teks adzan juga ditampilkan informasi penting tentang jawaban pertanyaan yang saya ajukan di atas. Ternyata, suara adzan terus menggema dari waktu ke waktu tanpa putus dengan jumlah yang sangat banyak. Entahlah, hanya Allah yang tahu jumlahnya. Hal ini menjadi masuk akal karena bumi memang be-rotasi (berputar) pada porosnya. Bayangkan saja, waktu dzuhur di tiap tempat berbeda-beda karena rotasi tadi. Begitu juga dengan waktu Ashar, Maghrib, Isya dan Subuh. Maka dari atas sana (angkasa), akan terdengar suara adzan dari bumi  yang berkumandang seolah tanpa henti dan saling bersahut-sahutan di seluruh penjuru negeri bumi. Dan kondisi ini akan terus menerus sampai hari kiamat tiba. Subhanallah, Maha Suci Allah yang senantiasa mengingatkan kita untuk kembali pada-Nya, menghentikan sejenak saja kesibukan kita untuk menghadap-Nya, dan untuk memperoleh kebahagiaan sebagaimana yang diserukan oleh para muadzin tersebut; Hayya ‘Alal Falaah.. Marilah kita Menjemput Kebahagiaan…

Indramayu, 9 November 2009

All rights reserved © 2009

By Ibnu Atoirahman

Iklan

3 comments on “Ketika Suara Adzan Menggema

  1. saya suka adzan maghrib yang di metro tv itu. benar-benar terharu membaca informasi tentang adzan yang ada di bagian bawahnya, terutama bagian yang mengatakan bahwa adzan akan terus berkumandang di Bumi ini sampai kiamat tiba.

    >>>pH: benar, saya juga!

  2. Subhaanalloh…yah memang demikian, tiap detik, adzan itu tdk putus, tetapi selalu berkumandang, krn jarak atau letak dr satu wilayah ke wilayah berbeda, sgt boleh jadi indonesia azan zuhur, di arab atau negera sekitar sdg azan asar, atau lbh jauh lg sdg azan mgrib, bahkan perselisihan waktu di indonesia saja beda2 walau hny per sekian menit atau detik. hal inilah yg mnyebabkan azan berkumandang terus setiap detiknya, krn bumi ini bulat bukan datar, bumi ini berputar dan tdk diam

    >>>pH: maha suci Allah…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s