Arafah: Wuquf atau Puasa?

Apa yang terbayang dibenak anda ketika mendengar kata “Arafah”? Mmm.. pasti ada yang menjawab: haji, wuquf, puasa, idul adha, nama tempat, mekkah, qurban… udah…udah. Semuanya betul. Memang, kata kunci paling banyak tentang Arafah adalah berkaitan dengan (proses pelaksanaan Ibadah) haji. Yupp, bener banget. Rasulullah Saw sendiri dengan terang-terangan menyebut dalam hadistnya kalo “Haji itu Arafah” artinya (pelaksanaa) haji tanpa wukuf di Arafah maka haji-nya tidak sah. Wukuf di area padang Arafah ini memang menjadi salah satu rukun haji, yang jika ditinggalkan maka proses ibadah hajinya gak sah. Makanya, para jamaah haji kita, bagaimanapun kondisinya tidak boleh tidak harus wuquf di Arafah meskipun hanya sebentar. Jadinya, baik yang sakit (ringan, sedang atau parah sekalipun) maupun yang yang sehat pada tanggal 9 Dzulhijjah nanti haruslah wukuf, diam sejenak di Arafah. Kebayang kan, betapa ramenya Arafah di hari itu.

Lalu apa yang dilakukan ketika wuquf di Arafah? Mm.. kalo dari kata-katanya sih arti wuquf tuh “diam sejenak”. Ya, kalo hanya sekedar diam saja di Arafah itu sudah sah. Tapi masa sih, Cuma diem aja gak ngelakuin apa-apa. Sayang banget kan, udah jauh-jauh dari Indonesia kok gak ngelakuin apa-apa. Apalgi kalo cuma diisi dengan acara ngobrol ngalor ngidul. Walaaah… gak bermanfaat banget kan? Maka biasanya, ketika wuquf tuh udah disiapkan serangkaian acara misalnya khutbah wuquf disamping memperbanyak diri dengan dzikir dan doa.  Padang Arafah mengingatkan kita dengan padang makhsyar di akhirat kelak. Yuppp, persis! Semua orang dari segala penjuru dunia kumpul jadi satu, menghadap Tuhan Yang Maha Esa dengan berpakaian ihram. Maka sejauh mata memandang, yang tampak hanya seperti lautan ihram putih, pakaian jemaah haji.

Lalu, apa yang bisa kita lakukan dengan kita yang tidak melaksanakan ibadah haji? Rasulullah juga telah memberi panduan yang jelas melalui hadistnya bagi kita-kita yang gak melaksanakan ibadah haji di tanah suci. Kita disunnahkan untuk melaksanakan puasa pada tanggal 9 dzulhijjah tersebut yang biasa dikenal dengan Puasa Hari Arafah. Hadist yang diriwayatkan oleh Imam Muslim menjelaskan tentang hal ini: Dari Abi Qatadah RA berkata bahwa Rasulullah Saw pernah ditanya tentang Puasa Hari Arafah. Rasulullah Saw menjawab, “(Puasa Hari Arafah) dapat menghapus (dosa) setahun yang lalu dan setahun yang akan datang”. Subhanallah… Tapi tentu saja, dosa-dosa yang dihapus adalah dosa-dosa kecil. Kalo dosa-dosa besar hanya bisa dihapus dengan taubatan nashuha. Wallahu A’lam. Kalo Idul Fitri di dahului dengan puasa Ramadhan yang wajib, maka Idul Adha didahulu dengan puasa sunnah di hari Arafah. Mm.. yuk, puasa..

Indramayu, 25 November 2009
All Rights reserved © 2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s