Keluarlah dari Dirimu!

Suatu hari aku membaca buku yang berjudul Futuhul Ghaib (di Indonesiakan menjadi “Menyingkap Rahasia Keghaiban Hati”) karya Syekh Abdul Qadir Al Jailani, seorang yang pernah dijuluki pemimpin para wali Allah. Semenjak dulu aku sangat menyukai sosok beliau. Bahkan manaqib-nya sering dibaca oleh banyak orang demi untuk mengharap keberkahan dengan harapan, doanya akan dikabulkan oleh Tuhan. Dalam buku yang kubaca ini, sampailah aku pada sebuah tulisan yang menarik: “Keluarlah dari dirimu dan serahkan sepenuhnya kepada Allah”. Sekali lagi kubaca tulisan itu. Kali ini dengan perlahan-lahan dan penuh makna. Lalu kuteruskan bacaanku. “Keluarlah dari dirimu sendiri, dan serahkan sepenuhnya kepada Allah. Penuhi hatimu dengan Allah. Patuhlah kepada perintah-Nya dan larikanlah dirimu dari larangan-Nya agar nafsu badaniahmu tidak memasuki hatimu setelah ia keluar. Janganlah menghendaki sesuatu yang tidak dikehendaki Allah, karena kehendakmu tidak sesuai dengan kehendak Allah. Jika kehendak itu kau turuti, maka ia akan merusak dirimu dan menjauhkanmu dari Allah. Bertawakallah kepada Allah”. Sampai disini, aku berhenti membaca. Menarik nafas panjang dan berfikir sejenak. Apa yang sebenarnya dikehendaki Allah akan diriku?

Lama aku berfikir, dan akhirnya aku sadar. Ketika suatu keinginan tidak bisa diwujudkan, janganlah menyalahkan siapa-siapa. Salahkanlah dirimu dan/atau orang lain (jika memang itu perlu) sewajarnya saja, sebagai bahan introspeksi/perenungan dan perbaikan diri dikemudian hari. Benahi segalanya secara arif dan bijaksana, walaupun aku tahu, itu sangat sulit. Boleh jadi kita menyukai sesuatu, tetapi ternyata sesuatu itu benar-benar gak baik buat kita. Makanya Allah memilihkan jalan yang lain. Percayalah, Allah adalah sebaik-baik pembuat keputusan.

Ketika kita tidak bisa mencapai sesuatu yang kita harapkan, kembalikan segalanya kepada Allah. Serahkanlah dirimu kepada Allah dengan hati yang pasrah. Ikhlaskanlah.. Jika ada yang hilang, percayalah Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik. Jika ada yang kurang, percayalah Allah pasti akan menambahnya meski tidak saat ini. Masuklah pada jalan takdir yang telah digariskan-Nya pada kita sambil terus berusaha (ikhtiar) dan berdoa. Kata orang, doa dan takdir bertarung di langit. Maka paketkanlah doa banyak-banyak agar mampu menembus langit. Mudah-mudahan Allah dapat merubah takdir kita menjadi lebih baik. Sungguh, Allah telah berjanji bahwa tidak ada doa yang tidak dikabulkan-Nya. Semuanya hanya menunggu waktu, cepat atau lambat pasti Dia akan mengabulkan doa kita. Atau jika tidak, Allah akan mengganti doa kita dengan sesuatu yang lain. Akhirnya aku semakin sadar: “Keluarlah dari dirimu dan serahkan sepenuhnya kepada Allah”.

Sumber bacaan: Hidup Tanpa Masalah, DAR! Mizan 2006
Indramayu, April 2006
All Rights reserved © 2006
By Ibnu Atoirahman

Iklan

One comment on “Keluarlah dari Dirimu!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s