Dibaca: “Yaa Siin”

Sejatinya, bahasa Arab terutama bahasa Al Qur’an memang tak bisa digantikan dengan bahasa lain. Segala bentuk transliterasi bahasa arab ke dalam bentuk bahasa lain kadang menimbulkan masalah tersendiri. Seperti kisah berikut ini. Di sebuah pesantren, terdapat tiga orang calon santri. Meskipun umur mereka sudah cukup (katakanlah anak SMA), tetapi mereka benar-benar tidak bisa membaca Al Qur’an sama sekali. Walaupun demikian, mereka bisa membaca tulisan huruf latin (bahasa Indonesia). Sungguh ironis memang. Pencapaian Ilmu umum kadang tidak seimbang dengan ilmu agama. Maka tak heran, banyak dari kita sebagai orang tua lebih mengutamakan ilmu umum untuk dipelajari dengan mengesampingkan ilmu agama. Padahal keduanya multak diperlukan.

Maka diadakanlah tes untuk menguji sejauh mana pemahaman agama mereka. Tes-nya sih gampang banget, hanya disuruh membaca Al Qur’an. Untuk menutupi rasa malunya, mereka pun mengusulkan agar di tes membaca surat Yaa Siin saja, bukan bacaan dari kitab Suci Al Qur’an. secara utuh. Kebetulan mereka sudah mempersiapkan buku Surat Yaasin Seperti yang beredar di masyarakat ketika ada yang meninggal dunia. Pemilihan surat ini bukan tanpa alasan. Mereka menginginkan bacaan surat yang sudah di transliterasi ke dalam bahasa Indonesia. Maksudnya, selain tulisan arab, ada juga tulisan Indonesia-nya gitu.

Maka dipanggillah calon-calon santri baru untuk membaca. Mereka pun membuka kitab dengan perlahan dan mulai membaca dengan terbata-bata. Tulisan Yaa Siin memang hanya terdiri dari dua huruf hijaiyyah saja yakni huruf Ya dan huruf Sin.  Jadi yang tertulis di kitab adalah kata  YAA..SIIN.

Santri pertama             :  YA.. SA..

Santri kedua             : Salah tuh bacaannya. Masa YA..SA.. Yang bener dibaca YA.. ASIN.

Santri Ketiga            : Sembarangan! Emang garam, pake rasa asin-asin segala. Yang bener tuh YA.. SI.. IIN

Santri Pertama            : Wuaaah… kenapa Si Iin bisa-bisa ada di surat ini. Kok bisa siih??

Penguji             : ……

Para penguji hanya bisa tersenyum. Hehe.. ada-ada saja. Begitulah kalo bahasa arab di transliterasi. Bagi orang-orang awam yang gak ngerti bisa gawat kan??

Indramayu, 7 Desember 2009

All Rights reserved © 2009

By Ibnu Atoirahman

4 comments on “Dibaca: “Yaa Siin”

  1. hikmahnya kita harus belajar sampai bisa membaca alQur’an ya Mas. Trims sudah mengingatkan. Dan trims juga sudah berkunjung ke blog saya.
    Salam kenal dan salam sukses selalu🙂

    >>>pH: Hehe.. salam sukses juga ya!

  2. masih sering kejadian emang hal yang kaya gt, dilingkungan ku masih banyak orang yang sudah punya anak cucu juga blm bisa ngaji
    terima kasih sudah mengingatkan.

    >>>pH: Ayo kita belajar ngaji! ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s