(Bukan) Hari Ibu

Gak di sini, gak di sana. Sama saja. Status-status di facebook atau twitter pun gak jauh beda. Yuup, semua seperti tak mau melewatkan hari ini.  Bahkan di dunia nyata pun mereka rela berkorban untuk hari ini.  Berusaha mempersembahkan satu hari terbaik kepada sosok yang mereka cintai yakni ibu. Memang ada apa sih? Hihi.. Hari ini, 22 Desember gitu loh. Tanggal hari ini, diperingati oleh orang Indonesia sebagai HARI IBU.

Menurut Wikipedia “Hari Ibu” adalah hari peringatan/ perayaan terhadap peran seorang ibu dalam keluarganya, baik untuk suami, anak-anaknya, maupun lingkungan sosialnya. Peringatan dan perayaan biasanya dilakukan dengan membebas-tugaskankan ibu dari tugas domestik yang sehari-hari dianggap merupakan kewajibannya, seperti memasak, merawat anak, dan urusan rumah tangga lainnya. Di Indonesia hari ini dirayakan pada tanggal  22 Desember dan ditetapkan sebagai perayaan nasional.

Sementara di Amerika, dan lebih dari 75 negara lain, seperti Australia, Kanada, Jerman, Italia, Jepang, Belanda, Malaysia, Singapura, Taiwan dan Hongkong, mereka merayakan  Hari Ibu atau Mother’s Day (dalam bahasa Inggris) pada hari Minggu di pekan ke dua bulan Mei.  Di beberapa negara Eropa dan Timur Tengah, Hari Perempuan Internasional  atau International Women’s Day (dalam bahasa Inggris) diperingati setiap tanggal 8 Maret.

Di Indonesia sendiri, dipilihnya tanggal 22 Desember sebagai hari ibu tak lepas dari satu peristiwa sejarah yang cukup penting.  Para pejuang wanita  saat itu mengadakan Konggres Perempuan Indonesia I pada  22 – 25 Desember 1928 di Yogyakarta bertempat di gedung yang kemudian dikenal sebagai Mandalabhakti Wanitatama di Jalan Adisucipto. Kongres itu dihadiri sekitar 30 organisasi perempuan dari 12 kota di Jawa dan Sumatera. Hasil dari kongres tersebut salah satunya adalah membentuk Kongres Perempuan yang kini dikenal sebagai Kongres Wanita Indonesia (Kowani).

Penetapan tanggal 22 Desember sebagai perayaan Hari Ibu diputuskan dalam Kongres Perempuan Indonesia III pada tahun 1938. Presiden Soekarno menetapkan melalui Dekrit Presiden No. 316 tahun 1959 bahwa tanggal 22 Desember adalah Hari Ibu dan dirayakan secara nasional hingga kini.

Kalo berdasarkan sejarah di atas, harusnya tanggal 22 Desember tersebut bukan diperingati sebagai Hari Ibu. Lebih tepat diperingati sebagai Hari Ibu-Ibu atau Hari Perempuan atau Hari Wanita. Hehe.. Karena saat itu, ibu-ibu pejuang indonesia berkumpul untuk menyatukan visi mereka untuk Indonesia merdeka. Hari Ibu hendaknya diperingati setiap hari, tidak mengkhususkan pada satu hari saja. Karena seperti kata nyanyian : “Kasih Ibu kepada beta, tak terhingga sepanjang masa. Hanya memberi, tak harap kembali. Bagai sang surya menyinari dunia”. Gak akan cukup satu hari untuk mengungkapkan rasa terima kasih kita pada ibu. Karena selamanya takkan pernah terbalas jasanya.  Kasihnya sepanjang jalan, cintanya sehangat mentari. Walaupun demikian, mudah-mudahan satu hari ini  bisa membuka jalan kita menuju keridloan Tuhan, seraya mengucapkan: “Terima kasih, Ibu…”

Indramayu, 22 Desember 2009

(Renungan di Hari Ibu)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s