Gus Dur dan Angka 9

Orang Nahdlatul Ulama (NU), organisasi massa islam terbesar di Indonesia seneng banget dengan angka 9. Menurut mereka, angka 9 merupakan angka ‘sakti’. Hal inilah yang menyebabkan NU seringkali menggunakan angka 9 dalam beberapa hal, salah satunya adalah pada lambang NU itu sendiri. Terdapat 9 bintang yang menghiasi bola dunia dan tulisan arab Nahdlatul Ulama yang menjadi ciri khas lambang mereka. Wali songo, penyebar agama Islam di pulau jawa berjumlah 9 orang. Asmaul Husna (nama-nama Allah yang agung) berjumlah 99 nama. Selain itu, angka 9 merupakan angka tertinggi dalam kaidah penghitungan matematika. Angka 10 dan seterusnya hanyalah merupakan gabungan dua angka yang berbeda. Lebih lanjut, angka berapapun jika dikalikan dengan 9, lalu dijumlahkan unsur-unsur bilangannya, akan menghasilkan angka 9 juga. Gak percaya? Yuk kita coba.

1 x 9 = 9

5 x 9 = 45 ; 4 + 5 = 9

14 x 9 = 126 ; 1 + 2 + 6 = 9

37 x 9 = 333 ; 3 + 3 + 3 = 9

3586 x 9 = 32274 ; 3 + 2 + 2 + 7 + 4 = 18 ; 1 + 8 = 9

Dan seterusnya.. dan seterusnya… Hebat bukan?

Nah, ngomong-ngomong dengan angka 9, ada fakta unik dan menarik dengan angka ini berkaitan erat dengan Gus Dur alias KH. Abdurrahman Wahid. Ngomongin Gus Dur memang gak akan pernah ada habisnya. Sosok Gus Dur merupakan interpretasi dari kita semua. Beliau adalah kyai, sekaligus budayawan, penulis, presiden RI keempat, ‘pelawak’ dengan humor-humor cerdasnya, politikus, pengamat film, musik dan sepak bola, pembela kaum minoritas, seorang demokrat yang humanis dan sebagainya. Kita semua adalah Gus Dur. Hanya bedanya, Gus Dur  telah melampaui taraf kita sedangkan kita belum bisa menjadi seperti Gus Dur. Entahlah, berapa tahun lagi kita bisa temui sosok seperti ini, karena Guru Bangsa sekaligus Bapak Pluralisme Indonesia ini telah meninggal dunia pada hari Rabu (banyak kyai-kyai besar yang meninggal dunia pada hari Rabu) tanggal 30 Desember 2009 pada pukul 18.45 WIB. Sebuah SMS yang saya terima (entah siapa yang pertama kali mengirim) memberitakan fakta unik dan menarik ini. Mari kita hitung angka-angka yang berkaitan dengan waktu meninggalnya Gus Dur: hari Rabu, pukul 18. 45 dan tanggal 30-12-09.

18 = 1+ 8 = 9

45 = 4 + 5 = 9

30 x 30 = 900 = 9 + 0 + 0 = 9

12 x 12 = 144 = 1 + 4 + 4 = 9

09 x 09 = 81 = 8 + 1 = 9

Semuanya mengarah pada satu angka yang sama yaitu 9. Mungkin ini hanyalah kebetulan saja. Namun tetap saja, kebetulan yang benar-benar unik dan menarik. Fakta ini sekaligus menegaskan kalo Gus Dur memang bener-bener seorang NU sejati. Hehe… Wallahu A’lam.

Indramayu, 22 Januari 2010
All Rights reserved © 2010

By  Ibnu Atoirahman

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s