Wah, Sarungnya Bolong…

Guru merupakan seorang yang mengajarkan ilmu pengetahuan. Sosok guru yang tanpa pamrih dan ikhlas merupakan sosok yang terpuji. Jasanya takkan pernah terbalas sampai kapan pun dan takkan pernah bisa diukur dengan uang. Namun demikian, sebagai bentuk penghormatan santri kepada guru, maka tidak ada salahnya santri memberikan hadiah kepada gurunya. Dalam kitab ta’lim muta’allim, kedudukan guru terhadap murid sungguh mulia. Maka demi mengharapkan keberkahan ilmu yang dipelajarinya, seorang santri berniat memberi hadiah kepada guru yang sangat dihormatinya tersebut. Setelah dibungkus rapi, hadiah itu pun akhirnya diserahkan kepada kyai yang sangat dicintainya. Sang kyai pun menerima dengan senang hati. Santri pun merasa puas karena pemberiannya diterima dengan baik. Maka langsung saja sang kyai membuka hadiah tersebut yang ternyata sebuah sarung dengan merk terkenal.

“Subhanallah, sarung yang bagus!” kata sang kyai. Santri hanya tersenyum dengan puas dan bangga. Tetapi senyum santri tiba-tiba lenyap ketika kyai tersebut berkata, “Wah, sarungnya bolong (=berlubang) ya?”

Kontan saja, santri pun menjadi malu gara-gara sarung pemberiannya ternyata tidak bagus. Buktinya kyai bilang kalo sarung pemberiannya berlubang alias bolong. Lalu, demi mengurangi rasa malunya, maka santri pun langsung berkata, “Kyai, saya akan tukar dengan yang sarung lain!”

Kyai merasa keheranan, “Memangnya kenapa?”

“Katanya, sarungnya bolong. Jadi saya akan ganti dengan sarung baru yang tidak bolong”

Sang kyai pun tertawa. “ Hehe… gak usah. Gak usah. Semua sarung sama saja. Kamu beli yang baru pun pasti bolong semua. Kalo gak bolong, gak akan saya pake. Mubazir!”

Santri pun masih bingung dengan penjelasan kyai. Setelah sekian lama berfikir, akhirnya ia baru sadar. Hehe.. iya, ya. Semua sarung pasti berlubang dua, atas dan bawah. Kalo gak bolong, gimana mau dipake. Hihi.. bikin kaget aja!

Indramayu, 22 Januari 2010

All Rights reserved © 2010

By Ibnu Atoirahman

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s