Kasih Sayang Di Obral Setengah Harga

Kata orang, hari ini adalah hari kasih sayang. Makanya, banyak banget orang-orang yang rela bersusah ria buat mengungkapkan cinta dan kasih sayangnya di hari ini. Pada bulan Februari tepatnya tanggal 14 ini, kita selalu menyaksikan media massa, mal-mal, pusat-pusat hiburan bersibuk-ria berlomba menarik perhatian para remaja dengan menggelar pesta perayaan yang tak jarang berlangsung hingga larut malam bahkan hingga dini hari. Semua pesta tersebut bermuara pada satu hal yaitu Valentine’s Day. Biasanya mereka saling mengucapkan “selamat hari Valentine”, berkirim kartu dan bunga, saling bertukar pasangan (???), saling curhat, menyatakan sayang atau cinta karena anggapan saat hari ini adalah “hari kasih sayang”. Ada juga yang ngasih coklat yang dihias cantik berbentuk hati karena ingin dianggap cintanya semanis coklat dan seindah bentuk cinta yang tulus dari hati. Atau ada juga yang ngasih kartu ucapan super romantis karena dibubuhi puisi-puisi yang menurut mereka ungkapan hati paling tulus yang bisa diberikan di hari ini. Benarkah sebegitu pentingnya momen hari ini?

Tapi, sungguh aku tidak peduli dengan semua itu. Lagian acara-acara model gini bukan budaya kita. Perayaan Valentine sebenarnya tidak ada hubungannya dengan Kasih Sayang. Ada banyak versi tentang kisah di balik perayaan ini. Yang jelas, perayaan ini cuma menyesatkan umat islam sendiri karena bersumber dari perayaan orang-orang Romawi dan orang kristen. Waduh, kalo ini bahaya banget! Kenapa? Soale kita sudah dibodohi ame orang-orang barat, dengan dalih ”Hari Kasih Sayang” tapi isinya adalah perbuatan yang menjurus pada kemaksiatan. Mm..m.. Apalagi jika kita mengucapkan ”Be My Valentine” yang artinya ”Maukah kamu jadi Yang Maha Perkasa/Maha Kuat/Maha Kuasa ku?”, ini jelas-jelas bukan ajaran Islam. Menjadikan pasangan kita saingan sama Tuhan. Itu kan perbuatan yang menjurus pada kekafiran. Pokoke bahaya banget deh! Bukan bahagia yang di dapet, eh malah celaka di akhirat kelak karena niru-niru ada adat jahiliyah (tapi dianggap modern) yang gak jelas juntrungannya. Na’udzubillah min dzaalik.

Makanya, buat temen-temen yang udah tau, lebih baik gak usah ikut-ikutan segala ngerayain acara yang begituan. Kasih sayang gak mesti diungkapkan pada satu hari doang, tapi setiap hari. Dan kasih sayang itu bukan melulu pada teman terkasih, tetapi lebih layak ditujukan pada semua orang terlebih pada ortu, saudara, adik kakak atau sahabat. Iya kann???

Indramayu, 14 Februari 2010
All Rights reserved © 2010

By Ibnu Atoirahman

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s