Maulidul Barzanji: Kisah Keagungan Rasulullah

Ada satu kitab yang biasanya dibaca pada peringatan maulid Nabi Muhammad Saw pada hari ini. Kitab itu berisi tentang perihidup Rasulullah (macam biografi) mulai dari masa kelahiran sampai perjuangannya mengembangkan Islam di tanah Arab. Kitab itu tak lain adalah Maulidul Barzanji. Disebut demikian karena ditulis oleh Syaikh Ja’far Al Barzanji yang pernah menjadi khatib Masjidil haram dari golongan Syafi’iyah yang wafat sekitar tahun 1177 H/ 1763 M. Saking terkenalnya kitab ini, tak jarang biasanya pada peringatan maulid Nabi Saw kitab ini selalu dibaca (terutama oleh kalangan pesantren tradisionalis) diberbagai pelosok Indonesia atau biasa yang dikenal dengan nama “Marhabanan”. Namun biasanya, pembacaan kitab ini tidak hanya murni kitab Maulidul Barzanji. Kadang digabungkan juga dengan pembacaan kitab Maulidul Daiba’, Maulidul Barzanji dan kadang diikuti juga dengan shalawat-shalawat burdah. Intinya sama, berusaha menghidupkan kembali kenangan kita akan sosok agung penghulu alam semesta, Nabi Akhiruzzaman Muhammad Saw yang lahir tepat hari ini 12 Rabiul Awwal.

Berikut, saya kutipkan sebagian kecil terjemahan kitab ini terutama pada bagian-bagian awal tentang kelahiran Rasulullah Saw.

Ketika Allah Ta’ala telah menghendaki untuk menciptakan Nabi Muhammad Saw. Dan Melahirkan jasmani dan rohaninya dengan bentuk rupanya dan sifatnya di alam dunia. Maka Allah Swt memindahkan tempat nur kenabiannya kepada Aminah yang suci. Dan mengkhususkan kepadanya, sebagai ibu dari Nabi yang terpilih Allah Swt. Dan diserukan pada segenap penjuru langit dan bumi, bahwa nur-nya telah dikandung ibunya. Ketika halnya sudah sedemikian itu, maka seluruh makhluk senantiasa rindu dan berharap dengan kelahirannya. Serta bumi yang telah bertahun-tahun gersang, mulai tumbuh tanamannya menjadi bumi yang sangat subur. Dan buah-buahan pun segera menjadi masak, sedap, dan cabang serta dahannya melengkung dan merendah. Dan seluruh binatang melata kepunyaan suku Quraisy berucap tentang kandungan yang telah dikandungnya dengan ucapan yang fasih. Sedangkan singgasana raja-raja kafir dan berhala-berhalanya roboh runtuh berantakan. Binatang-binatang liar di belahan bumi sebelah timur dan barat serta binatang laut pun ikut bersuka ria. Seluruh penghuni alam menyatakan pula rasa kegembirannya. Juga pihak golongan jin diberikan kesenangan, sedangkan ahli nujum, tukang sihir, tertimpa kerusakan serta para pendeta Nashrani menjadi gentar hatinya, karena ketakutan. Orang-orang cerdik pandai yang telah mengerti tentang kehadiran Nabi akhir zaman dari kitab-kitab yang terdahulu, bertekun menceritakan kebaikan sifat-sifat Nabi ini. Ketika Aminah sedang tidur, dia bermimpi, lalu dikatakan kepadanya: “Hai Aminah, sesungguhnya engkau telah mengandung penghulu seluruh alam dari sebaik-baik makhluk”. Dan apabila engkau telah melahirkannya, maka namakanlah Muhammad, karena dia akan dipuji kesudahannya.

Ya Allah, hamparkanlah wewangian pada kuburannya yang mulia dengan harum wewangian shalawat dan salam sejahtera.

Ketika beliau Nabi Saw dalam kandungan cukup sempurna dua bulan, menurut qaul yang telah meriwayatkan. Maka wafatlah ayahnya yang bernama Abdullah di kota Madinah. Ketika itu Abdullah dalam perjalanan menuju saudara-saudara ibunya Bani ‘Adiy dari Suku Najjar. Di sana dia menetap sebulan dalam keadaan sakit dengan mendapatkan pemeliharaan mereka. Ketika Nabi Saw cukup sempurna sembilan bulan dalam kandungan. Dan sudah hampir masanya beliau akan lahir. Maka pada malam kelahirannya, Asiyah (istri Fir’aun, penj.) dan Maryam (ibunda Nabi Isa AS, penj.) datang beserta sejumlah bidadari dari surga kepada ibunya. Dan tidak lama kemudian ibunya itu terasa akan melahirkan, dan lahirlah beliau Nabi Saw dengan bercahaya yang sangat cemerlang, sehingga memenuhi seluruh angkasa raya.

Ada keajaiban-keajaiban yang terjadi di waktu Nabi Saw dilahirkan, seperti dituang dalam syair berikut ini:

Dengan wajahmu bagaikan matahri yang menerangi

Daripadanya terang benderang malam yang permai

Malam kelahiran, bagi orang yang beragama

Menjadikan kegembiraan dan kemegahan pada hari siangnya

Kelahirannya merupakan hari kejayaan yang diperoleh Aminah

Kejayaan yang belum pernah diperoleh wanita-wanita lain

Putera yang dilahirkan adalah lebih utama dari putra

Yang dikandung Maryam, yang lahir sebelum itu

Hari kelahiran Nabi pada pandangan orang kafir

Merupakan suatu bencana dan malapetaka baginya

Ikut bersuka ria hawatif (suara tanpa rupa)

Dengan kelahiran Nabi pilihan yang akan membawa kegembiraan seluruh alam

Inilah letak yang oleh Ulama Mutaqaddimin dikatakan bahwa sebaiknya berdiri ketika menyebutkan kelahiran Nabi yang mulia. Niscaya berbahagia orang yang mau mengagungkan kepada Nabi Saw dengan kegembiraan sebagai kehendak dan tujuannya.

Ya Allah, hamparkanlah wewangian pada kuburannya yang mulia dengan harum wewangian shalawat dan salam sejahtera.

Nabi Muhammad Saw lahir sudah mampu meletakkan kedua tangannya di permukaan bumi dan kepalanya mengangkat ke arah langit yang tinggi. Yang demikian itu, memberikan pertanda kepada kemuliaan dan ketinggian martabatnya. Dan mengisyaratkan kepada ketinggian derajatnya melebihi seluruh makhluk. Sebenarnya dia memang kekasih Allah yang bagus watak dan budi pekertinya. Ketika itu ibunya terus memanggil Abdul Muthalib yang sedang melakukan thawaf mengelilingi ka’bah. Lalu dia segera menghadap dan melihatnya dengan hati yang gembira. Dan dibawanya pula Muhammad lalu dimasukkan ke dalam Ka’bah seraya mendoakannya dengan keikhlasan niatnya. Lalu dia bersyukur kepada Allah Swt atas cucu yang telah dianugerahkan kepadanya. Nabi Saw lahir sudah dalam keadaan bersih dan berkhitan, serta sudah terpotong tali pusarnya dengan kekuasaan Allah Swt. Harum baunya, berminyak rambutnya dan bercelak kedua bola matanya. Keterangan lain mengatakan, bahwa dia dikhitankan kakeknya sesudah malam ketujuh. Dengan mengadakan resepsi dan menamakannya Muhammad, lagi pula tempatnya pun di atur demikian rapi.

Ya Allah, hamparkanlah wewangian pada kuburannya yang mulia dengan harum wewangian shalawat dan salam sejahtera.

Di waktu kelahiran Nabi Saw muncul macam-macam kejadian aneh diluar kebiasaan manusia, dan hal-hal yang mengagumkan yang tidak dapat diketahui manusia, tak dapat dinalar akal manusia. Kesemuanya itu sebagai ketetapan kenabiannya, dan pemberitahuan bahwa beliay adalah Nabi pilihan Allah. Ketika itu, langit diperketat penjagaannya dan syaitan yang akan naik ke langit mendengarkan geritan qalam Lauh Mahfudz diusir sejauh-jauhnya. Bintang-bintang yang perdaya pembakar melontari setiap syaitan yang masih berusaha naik ke sana. Bintang-bintang Zuhrah merendah ikut menghormat Nabi Saw. Dan memancarkan sinarnya sampai ke dataran rendah bumi haram dan dataran tingginya. Dan bersamaan dengan itu keluar pula cahaya yang menerangi rumah-rumah bertingkat di negeri Syam. Sehingga penduduk kota Mekkah dapat menyaksikannya. Balai dan kantor-kantor pemerintahan di negeri Madain memecah dan membelah. Kantor-kantor mana yang atap menjulangnya telah dibangun oleh Raja Anusyarwan (Persi). Empat belas anjung beranda yang menjulang runtuh berantakan. Singgasana raja besar Anusyarwan pun retak pula, karena tergoncang dengan kejadian besar kelahiran Nabi Saw. Api sesembahan di negeri-negeri jajahan kerajaan Persi padam seketika. Karena kemunculan Nabi bulan purnama yang cemerlang dan kehadiran wajahnya yang gemilang. Tasik bernama Sawah yang terletak diantara kota Hamdan dan Qum (Iran) menjadi kering. Mata airnya yang biasa mengalirkan airnya sedikit demi sedikit itu pun terhenti pula. Sebaliknya lembah Samawah pada padang belantar dan daratannya melimpah airnya. Padahal sebelum kelahirannya tidak didapatkan air yang dapa menghilangkan haus orang yang dahaga. Tempat kelahiran Nabi Saw adalah di sebuah tempat di kota Mekkah yang telah dikenal oleh khalayak ramai. Yaitu kota yang pokok kayunya, haram ditebang dan rumputnya haram dicabut. Tahun, bulan dan hari kelahirannya masih belum disepakati oleh ulama ahli riwayat. Tetapi menurut qaul (pendapat) yang kuat adalah sebelum subuh pada hari Senin, tanggal 12 Rabiul Awwal Tahun Gajah.

Demikianlah sebagian kutipan kitab Maulidul Barzanji yang membahas kelahiran Rasulullah Saw. Ini baru permulaannya saja loh, masih banyak kisah perihidup Nabi Saw lainnya seperti berdagang ke Syam, menikah, peristiwa Isra Mi’raj dan lain sebagainya. Sepertinya lumayan juga untuk dibaca dalam rangka menambah khazanah wawasan kita untuk lebih mengenal sosok Nabi Muhammad Saw yang “ulang tahun” di hari ini. Allahumma Shalli ‘Alaa Sayyidinaa Muhammad. Wa ‘alaa aali Sayyidinaa Muhammad.

Renungan Maulid Nabi Muhammad Saw

Indramayu, 26 Februari 2010
All Rights reserved © 2010

By Ibnu Atoirahman

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s