Tujuh Rahasia Ghaib

Masih ingatkah anda pada peristiwa tanggal 7 Juli 2007 beberapa tahun silam? Memang ada apa sih? Gak ada apa-apa sih, Cuma tanggalnya unik : 777.  Maka pada kesempatan itu, banyak juga orang yang menggunakannya untuk momen-momen bersejarah. Masih teringat benar hari itu. Padahal hari itu adalah hari libur, tapi suasana jakarta sama ramai dan padatnya dengan hari-hari biasa, macet dimana-mana. Ternyata banyak yang memanfaatkan hari itu untuk pesta pernikahan yang akan mereka kenang dalam sejarah kehidupan. Yang lebih lucu, tak jarang pulang para ibu-ibu hamil tua rela untuk mempercepat kelahiran mereka agar anak mereka dilahirkan di hari yang unik ini dengan berbagai cara, salah satunya dengan operasi caesar. Duh, sampe segitunya. Selain unik, hari dengan angka tujuh mereka anggap sebagai angka keberuntungan atau the lucky seven. Apalagi ada tiga angka tujuh yang nangkring berbarengan. Dijamin deh, keberuntungannya akan berlipat-lipat. Gitu anggapan mereka. Hoho…

Ngomong-ngomong, ada buku unik yang mengupas tuntas masalah angka tujuh ini loh. Sebenarnya buku ini adalah terjemahan kitab “As Sab’iyyaatu Fil Mawaa’idhil Barriyyaat” karya Syaikh Abu Nashr Muhammad bin Abdurrahman Al Hamdany. Ketika diterjemahkan ke dalam bahasa indonesia kitab ini menjadi “ Mengungkap Tujuh Rahasia Gaib”.

Buku ini bermula dari sebuah pertanyaan klise kita-kita tentang hal-hal yang serba tujuh. Misalkan, mengapa langit diciptakan Allah sebanyak tujuh lapis, bumi tujuh lapis (juga)? Mengapa neraka ada tujuh (pintu), dalam seminggu ada tujuh hari dan lain sebagainya. Berangkat dari hal itulah, penulis seperti ingin menjelaskan nasehat-nasehat yang berguna bagi kita yang berkaitan dengan angka tujuh tersebut.

Buku ini terdiri dari tujuh bab  dimana setiap bab terdiri dari tujuh sub bab. Kebanyakan sih berupa hikayat-hikayat atau kisah-kisah penting dalam sejarah yang mewarnai kehidupan tujuh hari seminggu. Dibalik kisah-kisah itu terkandung sejuta nasehat yang berguna bagi kita semua. Selain itu kita jadi tahu peristiwa-peristiwa penting apa sajakah yang terjadi dalam tujuh hari seminggu tersebut.  Tuk, kita tengok.

Peristiwa di Hari Sabtu

  • Makar kaum Nuh terhadap Nabi Nuh AS
  • Makar kaum Shaleh terhadap Nabi Shaleh AS
  • Makar saudara-saudara Yusuf terhadap Nabi Yusuf AS
  • Makar Fir’aun terhadap Nabi Musa AS
  • Makar golongan Yahudi terhadap Nabi Isa AS
  • Makar kaum Quraisy terhadap Nabi Muhammad Saw
  • Makar kaum Yahudi atas larangan Allah Swt (peristiwa hari Sabbath)

Peristiwa di Hari Ahad

  • Penciptaan garis edar bintang-bintang
  • Penciptaan bintang-bintang yang bergerak
  • Penciptaan tujuh tingkat neraka (Jahannam, Saa’iir, Saqor, Jahiim, Huthomah, Ladhoo, dan Haawiyah)
  • Penciptaan tujuh lapis bumi
  • Penciptaan tujuh lautan yang besar (lautan Thibaristan, lautan Karman, lautan Oman, lautan Qolzam, lautan Hindustan, lautan Rum dan lautan Maghrib)
  • Penciptaan tujuh anggota tubuh manusia (otak, urat, urat syaraf, tulang belulang, daging, darah dan kulit)
  • Penciptaan tujuh hari dalam seminggu

Peristiwa di Hari Senin

  • Naiknya Nabi Idris AS ke langit
  • Kepergian Nabi Musa AS ke bukit Thursina
  • Turunnya dalil tentang ke-Esa-an Allah Swt
  • Kelahiran Rasulullah Saw
  • Malaikat Jibril turu pertama kali kepada Rasulullah
  • Diperlihatkannya semua amalan ummat kepada Rasulullah
  • Wafatnya Rasulullah Saw

Peristiwa di Hari Selasa

  • Terbunuhnya Jurjais AS
  • Terbunuhya Nabi Yahya AS
  • Terbunuhnya Nabi Zakaria AS
  • Terbunuhnya para Tukang Sihir Fir’aun (yang beriman kepada Nabi Musa AS)
  • Terbunuhnya Siti Asiah istri Fir’aun (yang beriman kepada Nabi Musa AS)
  • Terbunuhnya Habil putra Nabi Adam AS
  • Disembelihnya Sapi Bani Israil (seperti diceritakan dalam surat Al Baqoroh)

Peristiwa di Hari Rabu

  • Kebinasaan Auq bin Anuq
  • Kebinasaan Qaruun
  • Kebinasaan Fir’aun dan bala tentaranya
  • Kebinasaan Namrudz bin Kanlan
  • Kebinasaan kaum Nabi Shaleh
  • Kebinasaan Syadaad bin Aad
  • Kebinasaan kaum Nabi Hud

Peristwa di Hari Kamis

  • Nabi Ibrahim AS menghadap Raja Mesir
  • Tukang Beri Minum Raja Mesir masuk penjara (zaman Nabi Yusuf)
  • Saudara-saudara Yusuf datang menghadap Nabi Yusuf
  • Kedatangan Bunyamin (saudara sekandung Nabi Yusuf) ke kota Mesir
  • Kedatangan Ya’qub AS (ayah Nabi Yusuf) ke kota Mesir
  • Nabi Musa AS masuk kota Mesir
  • Nabi Muhammad Saw masuk kota Mekkah (peristiwa Fathu Mekkah)

Peristiwa di Hari Jum’at

  • Pernikahan Nabi Adam AS dan Siti Hawwa
  • Pernikahan Nabi Yusuf AS dan Zulaikha
  • Pernikahan Nabi Musa AS dan Sharawa
  • Pernikahan Nabi Sulaiman AS dengan Balqis
  • Pernikahan Nabi Muhammad Saw dengan Siti Khadijah
  • Pernikahan Nabi Muhammad Saw dengan Siti Aisyah
  • Pernikahan Ali bin Abi Thalib Kw dengan Siti Fatimah

Berkaitan dengan hari-hari dalam seminggu, Imam Ali Karromallahu Wajha pernah bersyair demikian:

Sebaik-baik hari adalah hari Sabtu

Untuk berburu tanpa ragu bila Anda ingin

Dan pada Hari Ahad untuk membangun rumaah karena hari itu

Allah memulai penciptaan langit

Dan pada hari Senin bila Anda ingin berlayar

Anda akan selamat dari musibah dan bala’

Bila Anda ingin berbekam lakukanlah pada hari Selasa

Pada saat itu darah ditumpahkan

Bila sesorang akan meminum obat

Sebaik-baik hari untuk itu adalah hari Rabu

Dan pada hari kamis untuk menunaikan hajat

Karena Allah memerinakan penuaian

Dan di hari Ju’at untuk perkawinan

Melapangkan urusan keadaan wanita

Ilmu ini tidaklah dihimpunkan kecuali

Oleh Nabi atau  Pewaris Nabi

Indramayu, 23 Februari 2010
All Rights reserved © 2010

By Ibnu Atoirahman

9 comments on “Tujuh Rahasia Ghaib

  1. Salam kenal.
    Artikel unik🙂 Klo bole mohon bantuannya, apakah anda punya Kisahnya lengkap? krn Kisah2 ini dapat membantu sy sbg Referensi.. Thx
    Hensoe

    >>>pH: kisah-kisahnya banyak banget. Anda bisa memilih judul kisah-kisah yang yang diinginkan. insya Allah akan saya posting kutipannya, jika ada waktu. Senang berkenalan dengan anda.. ^^b

  2. Sumbernya Shahih apa tidak ya ?

    >>>pH: Tidak disebutkan sumbernya sahih atau tidak. Yang jelas, buku ini adalah terjemahan salah satu kitab.

  3. saya ada hasil foto terjemahan nya..
    kitab asli nya jg pernah liat kok ,, (cuma arab gundul, jadi belum bisa baca nya). di karang sekitar 200 tahun yg lalu..
    yg berminat foto hasil terjemahannya , bisa email ke amul.telco@gmail.com

  4. hmm.. sedikit koreksi ..
    Sebaik² hari adalah hari jum’at bukan hari sabtu … hari Sabtu utk orang Yahudi..

    KEUTAMAAN HARI JUM’AT

    Hari Jum’at memiliki beberapa keutamaan sebagaimana terdapat dalam beberapa hadis Nabi, diantaranya:

    Pertama. Hari Jum’at adalah hari yang paling utama diantara hari-hari lainnya.

    Kedua. Nabi Adam Alaihissalam diciptakan pada hari Jum’at dan pada hari ini pula diwafatkan. Pada hari ini ia dimasukkan ke dalam syurga dan pada hari ini pula dikeluarkan dari syurga.

    Ketiga. Hari kiamat akan terjadi pada hari Jum’at.

    [3] Abu Hurairah Radhiyalahu ‘anhu meriwayatkan, bahawa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

    خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ، فِيْهِ خُلِقَ آدَمُ، وَفِيْهِ أُدْخِلَ الْجَنَّةَ، وَفِيْهِ أُخْرِجَ مِنْهَا، وَلاَ تَقَوْمُ السَّاعَةُ إِلاَّ فِي يَوْمِ الْجُمُعَة .

    “Sebaik-baik hari yang matahari terbit padanya adalah hari Jum’at; pada hari ini Adam as diciptakan, pada hari ini (Adam Alaihissalam) dimasukkan ke dalam syurga, dan pada hari ini pula ia dikeluarkan dari syurga. Dan tidaklah kiamat akan terjadi kecuali pada hari ini.[HR Muslim, no. 854]

    Dalam riwayat Aus bin Aus Radhiyallahu ‘anhu dengan lafal:

    إِنَّ مِنْ أَفْضَلِ أَيَّامِكُمْ يَوْمُ الْجُمُعَةِ، فِيْهِ خُلِقَ آدَمُ، وَفِيْهِ قُبِضَ، وَفِيْهِ النَّفْخَةُ، وَفِيْهِ الصَّعِقَةُ …….

    “Sesungguhnya seutama-utama hari kalian adalah hari Jum’at ; pada hari ini Adam Alaihissalam diciptakan, pada hari ini pula ia dimatikan, pada hari ini ditiupkan sangkakala (tanda kiamat), dan pada hari ini pula hari kebangkitan”

    [4] Keempat. Hari Jum’at merupakan keistimewaan dan hidayah yang Allah berikan kepada umat Islam yang tidak diberikan kepada umat-umat lain sebelumnya. Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

    نَحْنُ اْلآخِرُوْنَ اْلأَوَّلُوْنَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَنَحْنُ أَوَّلُ مَنْ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ بَيْدَ أَنَّهُمْ أُوْتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِنَا وَأُوْتِيْنَاهُ مِنْ بَعْدِهِمْ فَاخْتَلَفُوْا فَهَدَانَا اللهُ لِمَا اخْتَلَفُوْا فِيهِ مِنَ الْحَقِّ، فَهَذَا يَوْمُهُمُ الَّذِيْ اخْتَلَفُوْا فِيْهِ هَدَانَا اللهُ لَهُ –قَالَ: يَوْمُ الْجُمْعَةِ-، فَالْيَوْمُ لَنَا وَغَداً لِلْيَهُوْدِ وَبَعْدَ غَدٍ لِلنَّصَارَى.

    “Kita adalah umat yang datang terakhir tapi paling awal datang pada hari kiamat, dan kita yang pertama kali masuk syurga, cuma mereka diberi Kitab sebelum kita sedangkan kita diberi Kitab setelah mereka. Kemudian mereka berselisih, lalu Allah memberi kita hidayah terhadap apa yang mereka perselisihkan. Inilah hari yang mereka perselisihkan, dan Allah berikan hidayah berupa hari ini kepada kita (Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebut hari Jum’at). Maka hari (Jum’at) ini untuk kita (umat Islam), besok (Sabtu) untuk umat Yahudi dan lusa (Ahad) untuk umat Nasrani”.[HR Muslim, no. 855]

    Dalam riwayat lain dari Hudzaifah Radhiyallahu ‘anhu dengan lafadz:

    أَضَلَّ اللهُ عَنِ الْجُمُعَةِ مَنْ كَانَ قَبْلَنَا، فَكَانَ لِلْيَهُوْدِ يَوْمُ السَّبْتِ وَكَانَ لِلنَّصَارَى يَوْمُ اْلأَحَدِ، فَجَاءَ اللهُ بِنَا فَهَدَانَا اللهُ لِيَوْمِ الْجُمُعَةِ فَجَعَلَ الْجُمُعَةَ وَالسَّبْتَ وَاْلأَحَدَ، وَكَذَلِكَ هُمْ تَبَعٌ لَنَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ، نَحْنُ اْلآخِرُوْنَ مِنْ أَهْلِ الدُّنْيَا وَاْلأَوَّلُوْنَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ الْمَقْضِيَّ لَهُمْ قَبْلَ الْخَلاَئِقِ.

    Allah telah menyesatkan orang-orang sebelum kita dari hari Jum’at, maka umat Yahudi memperoleh hari Sabtu, umat Nasrani memperoleh hari Ahad. Lalu Allah mendatangkan kita dan memberi kita hidayah untuk memperoleh hari Jum’at. Maka Allah menjadikan hari Jum’at, Sabtu dan Ahad, dan mereka (umat sebelum kita) berada di belakang kita pada hari kiamat. Kita datang paling akhir di dunia, tetapi paling awal datang di hari kiamat yang telah ditetapkan untuk mereka sebelum diciptakan seluruh makhluk” [HR Muslim, no. 856]

    Kelima. Pada hari Jum’at ini terdapat saat-saat terkabulnya do’a, terutama pada akhir-akhir siangnya setelah Ashar. Berdasarkan riwayat dari Abu Hurairah bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

    إِنَّ فِي الْجُمُعَةِ لَسَاعَةً لاَ يُوَافِقُهَا مُسْلِمٌ قَائِمٌ يُصَلِّيْ يَسْأَلُ اللهَ خَيْراً إِلاَّ أَعْطَاهُ إِيَّاهُ، قَالَ: وَهِيَ سَاعَةٌ خَفِيْفَةٌ.

    “Sesungguhnya pada hari Jum’at ada saat-saat, iaitu seorang muslim tidaklah ia berdiri sholat dan meminta kebaikan kepada Allah, melainkan Allah akan memberinya.” Lalu Beliau berkata,”Dan saat-saat tersebut adalah saat yang singkat.” [HR Muslim, no. 852]

  5. wow artikelnya bagus sekaliii

    terima kasih atas penjelasannya yg sgt betharga sekali ini dan sgt baguss……

    ♡♡♡♡♡

    >>>pH : Terima kasih, alhamdulillah. semoga berkah dan bermanfaat yaa..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s