Betapa Ikhlasnya Si Tukang Parkir

Ikhlas. Satu kata yang mudah diucapkan, tetapi sangat sulit untuk diamalkan. Seperti dalam Film Kiamat Sudah Dekat besutan Dedy Mizwar, ikhlas merupakan tahap akhir dari segala ujian. Hanya merekalah yang ikhlas yang akan mendapatkan apa yang diinginkannya, walau seringkali tanpa sadar. Mengapa bisa begitu? Karena ikhlas bukanlah ilmu yang dipelajari begitu saja tetapi dipraktekkan. Dan ini sulit, karena berhubungan dengan hati. Dalamnya lautan bisa diukur, dalamnya hati siapa yang tahu, begitu pepatah mengatakan. Lalu, tahukah anda, siapakah orang paling ikhlas se-dunia? Jawabnya Tukang Parkir. Loh?

Lihat sejenak tukang parkir di sekitar kita. Di tempat-tempat tertentu mis. pasar, jasa tukang parkir sungguh besar. Kita bisa menitipkan kendaraan kita kepadanya untuk dia jaga, sementara kita bisa lebih leluasa berbelanja tanpa rasa khawatir kendaraan kita akan hilang. Atas jasanya itu, kadang kita selipkan uang recehan (bukan di pusat perbelanjaan modern loh dimana tarif parkir sudah di tentukan pihak pengelola) untuk mereka. Alakadarnya, dan mereka pun menerima. Namun bukan itu yang menjadikan dirinya ikhlas.

Ada yang menarik dari pekerjaan Si Tukang Parkir ini. Mula-mula dia datang ke tempat kerja tanpa membawa apa-apa. Lalu, satu persatu banyak orang yang menitipkan kendaraannya kepadanya. Dia pun menerima dengan senang hati, menjaganya baik-baik. Jumlahnya semakin lama semakin banyak. Dan dia tentu cukup senang dan bahagia. Tetapi ada saatnya semua barang yang dititipkan kepadanya diambil kembali. Udah capek-capek dikumpulin, eh.. diambil lagi. Tapi mereka ikhlas. Gak ada Tukang parkir yang melarang motor titipannya diambil kembali sama sang pemilik kendaraan. Wah, bisa-bisa kena marah, tuh. Yang ada, Tukang parkir itu malah dengan senang hati jika kendaraan yang dititipkannya diambil kembali. Malah dikasih bonus senyum pula, karena kita menyelipkan uang receh alakadarnya. Itulah mengapa Tukang Parkir adalah orang paling ikhlas sedunia. Lama kelamaan, kendaran yang banyak pun mulai berkurang, diambil sama pemiliknya. Bahkan sampai habis sama sekali seperti sedia kala. Ia pulang tidak membawa apa-apa, selain uang receh upah jasa parkiran. Toh, dia senang, dia ikhlas dan tidak marah sedikitpun. Hehe.

Ya, dalam kehidupan ini kita pun layaknya SI Tukang parkir itu. Mulanya kita datang ke dunia tanpa membawa apa-apa. Lambat laun, Allah memberikan apa saja yang menjadi keinginan kita. Harta, tahta dan wanita pun Allah berikan kepada kita. Semua yang kita miliki di dunia ini sejatinya hanyalah titipan Yang Maha Pencipta. Kita jaga baik-baik sesuatu yang Allah titipkan pada kita. Persis seperti tukang parkir yang menjaga kendaraan kita. Dan suatu saat, Sang pemilik itu akan mengambilnya kembali dari kita. Dan kita pun akan diberikan ‘upah’ oleh-Nya berupa pahala karena kita telah merawat dan menjaga titipan-Nya dengan baik. Lalu akankah kita bisa seikhlas Tukang Parkir ketika barang titipan kita kembali diambil?

Indramayu, 16 Maret 2010
All rights reserved © 2010
By Ibnu Atoirahman

Iklan

One comment on “Betapa Ikhlasnya Si Tukang Parkir

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s