Selamat “Ulang Tahun” Ya Rasulullah

Siapakah yang tahu, tanggal kelahiran Rasulullah Saw? Tanggal 12 Rabiul Awwal Tahun Gajah? Yupp, bener juga. Tapi kalo dikonversi ke Tahun Masehi jadi tanggal berapa, hayo?

Tidak banyak yang tahu jika tanggal 20 April ini adalah Maulid Nabi Muhammad Saw menurut perhitungan kalender Hijriyah. Menurut sejarah kenabian (Shirah Nabawiyah) Rasulullah Lahir pada tanggal 12 Rabiul Awwal Tahun Gajah atau bertepatan dengan tanggal 20 April 571 M (atau ada juga yang bilang 570 M). Ya.. ya… Penghitungan kalender yang berbeda memungkinkan seseorang merayakan ‘ulang tahun’ lebih dari sekali. Hehe…

Rasulullah dilahirkan disebuah tempat yang dinamakan ‘maulid nabi’. Sekarang, di tempat kelahiran Baginda Rasullullah itu dibangun sebuah bangunan dua tingkat yang dijadikan sebuah perpustakaan (pusat sumber)dengan nama “Maktabah Makkah Al-Mukarramah”. Perpustakaan ini menempatkan banyak buku-buku ilmiah yang kebanyakannya terdiri dari jenis buku dan kitab-kitab agama Islam.

Lalu apakah perlu ‘dirayakan’ sebagaimana peringatan-peringatan Maulid Nabi seperti tanggal 12 Rabiul Awwal beberapa waktu yang lalu? Tentu tidak. Hanya saja, aku tetap menganggap hari ini adalah hari istimewa.  Aku masih ingat, tanggal unik tahun 2004 silam yakni tanggal 20 April 2004 (ditulis : 20-04-2004). Waktu itu, aku masih di Bogor menjalani sejumlah aktfitas. Sejarah itu masih terukir jelas, karena saat itu adalah ‘Ulang Tahun’ Rasulullah dengan tanggal unik. Cuma bisa ditemui yang seperti ini lagi seratus tahun lagi. Maka kesempatan itu, tidak ku sia-siakan begitu saja. Aku paling senang dengan tanggal-tanggal unik. Maka, agar tak lekang dalam ingatan, sengaja pada tanggal itu kujadikan hari yang penuh kenangan. Sehari bersama Rasulullah. Saat itu masih ingat dalam ingatan, aku membeli kaset pembacaan kitab Maulidul Barzanji oleh Ust. H. Muammar ZA.

Tak lupa, kugumamkan senandung shalawat bersama Ust. Muammar ZA sambil terus berharap, semoga Allah menyampaikan shalawatku kepada beliau.

Shalawat ada tiga jenis :

1. Shalawat Allah kepada beliau berarti memberi rahmat

2. Shalawat pada malaikat kepada beliau berarti memohonkan ampun

3. Shalawat manusia (kita-kita ini) kepada beliau berarti doa

Ya, ya.. seperti hari ini, aku pun menggumamkan shalawat banyak-banyaknya. Alfu Shalawat ‘ala Rasulullah (Seribu Shalawat untuk Rasulullah) dengan harapan smoga kita mendapatkan syafaatnya suatu saat kelak. Amin…

Hari ini aku tak kemana-mana

Hanya mengunjungi Rasulullah yang telah lama tak ku sowani

Tepat di hadapannya,

Kucium tangannya ta’dzim

Kupeluk dirinya haru

Kuungkapkan jiwaku padanya

Kubuka hatiku dan kuperlihatkan padanya

Kotor, sangat kotor

Tangisku basah

Kuharap dapat menyirami jiwaku

Ingin kuhanyutkan diriku dalam lautan hikmah penuh berkah

Rasul hanya tersenyum, menenangkan hati

Lalu mengangguk ketika kupinta dirinya

: mengantarkan diriku menghadap Allah, malam nanti

Renungan Miladiah Rasulullah Saw menurut Tahun Masehi

Indramayu, 20 April 2010

All rights reserved © 2010

By Ibnu Atoirahman

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s