Aku dan Penyakit ‘Aneh’ku

Ketika dia datang, rasaku serasa gamang. Sungguh tak tenang, ku dibuat bimbang. Entahlah, aku sendiri bingung bagaimana ini bisa terjadi dan bermula pada awalnya. Semua serasa tiba-tiba. Sebuah penyakit ‘aneh’ yang menderaku tak kenal waktu. Dan ketika dia datang, aku serasa memasuki dimensi yang berbeda. Dimensi luar jiwa yang bukan diriku. Seperti masuk ke dunia lain, walaupun fisikku masih utuh di sini, namun tidak dengan pikiranku. Dan, ketika dia datang, aku sungguh takut. Takut pada keadaan, takut pada… kematian.

Setelah kuteliti, penyakit ‘aneh’ ku ini muncul ketika badanku sedang tidak dalam kondisi prima. Mula-mula badan terasa panas, kepala agak pusing, mata rasanya pedih, menelan pun rasanya sedikit sakit. Imbasnya tidur pun menjadi tidak nyaman. Sungguh, sangat tersiksa. Memang, yang kualami ini seperti sakit biasa (dan kupikir itu adalah penyakit thypus seperti biasa), sampai ia datang meski tak diundang. Aku bingung bagaimana harus menjelaskannya, karena penyakit ‘aneh’ ini hanya aku sendiri yang mengalaminya. Pikiranku seperti dijejali berjuta rasa yang tak bisa kumengerti. Namun jutaan rasa itu aku rangkum menjadi lima ‘penampakan’ tak kasat mata yang terus bermain di otakku. Inilah dia…

Mula-mula, pikiranku dipenuhi dengan gerak cepat. Rasanya, otakku dipenuhi dengan pikiran yang bergerak semakin lama semakin cepat. Semua gerakan-gerakan yang ada di sampingku, juga gerakanku sendiri, aku rasakan berjalan dengan cepatnya. Aku sadar sepenuh diriku, bahwa gerakan yang kulakukan adalah biasa saja. Namun entah mengapa dalam pikiranku, semuanya terasa begitu cepat. Bahkan menggerakkan tangan saja, aku rasakan gerakannya begitu cepat. Padahal aku tahu, aku melakukannya dengan gerakan yang lambat. Semua terasa terburu-buru seperti dikejar-kejar sesuatu yang tak tentu. Itulah keanehanku yang pertama.

Lalu, tiba-tiba saja, aku terasa ‘membesar’. Secara kasat mata, tidak ada yang berubah dengan penampilanku. Aku masih tetap sosok yang sama, dengan badan yang kurus jauh dari ideal. Namun, entah mengapa, aku merasa badanku terasa membesar perlahan. Tanganku membesar, kaki-kakiku membesar. Semua tubuhku terasa membesar berlipat ganda. Aku seperti merasa menjadi orang yang begitu kuat. (jadi inget film ‘Hulk’ yang bermetamorfosa menjadi raksasa). Seperti itulah keadaanku. Hanya bedanya, aku tidak benar-benar menjadi besar. Fisikku tetap normal, hanya dalam pikiranku saja semua terasa membesar. Bukan hanya itu, benda-benda yang kupegang pun terasa membesar berkali-kali lipat. Aku ingat, Al Qur’an dan buku-buku doa yang kubaca terasa begitu berat dan tebal dari ukuran biasa. Semuanya terasa besar, berat dan tebal.

Lebih aneh lagi, di saat yang bersamaan, tubuhku juga merasa sangat ringkih. Benda-benda yang kupegang jadi terasa sangat ramping, tipis dan rapuh. Aku ingat, jari-jari tanganku terasa sangat kurus seperti sebatang lidi saja. Aku yang merasa kuat, hampir-hampir saja ingin mematahkan jari-jariku sendiri. Ketika kebetulan memegang buku yang tebal secara fisik, aku merasa buku itu telah menjelma tipis, dan hampir saja mudah kurobek. Semua kejadian itu tidak bergantian, tetapi terjadi bersamaan. Maka sulit untuk membayangkan, bagaimana di saat yang bersamaan, aku merasa telah membesar juga mengecil dalam satu wadah tubuhku. Sekelilingku pun demikian, terasa besar tapi juga kecil. Terasa berat tetapi juga ringan. Terasa tebal tapi juga tipis. Lagi-lagi semua hanya dalam pikiranku saja. Dan, hanya aku sendiri saja yang mengalaminya. Orang lain tidak.

Kemudian, tiba-tiba saja disaat yag bersamaan, pikiranku terasa kusut seperti benang yang sulit terurai, seperti dalam ruangan pengap dan sumpek, seperti sobekan kertas yang mudah diremas ketika salah menulis dan membuangnya ke tempat sampah. Juga terjadi pada tubuh dan benda-benda yang kupegang. Aku merasa terbuang, seperti sampah, seperti kertas yang mudah diremas.

Terakhir, aku seperti diawasi. Kurasakan, ada ‘sosok lain’ yang tengah mengawasiku, memperhatikan gerak gerikku. Kadang seperti hendak menertawakanku atau sedang tersenyum padaku. Aku seperti di awasi oleh ‘seseorang’ yang tak kasat mata. Maka yang tercipta adalah rasa malu dan risih dalam diriku. Walaupun sebenarnya, aku sangat sadar. Aku telah diawasi semenjak lama. Diawasi oleh Allah, Pencipta Semesta melalui malaikat-Nya yang mencatat amal kebaikan dan keburukan kita. Tapi perasaan itu terasa begitu nyata. Namun aku juga kadang-kadang berpikir, seperti sedang diawasi oleh makhluk lain, mungkin dari golongan jin atau apa. Entahlah..

Yang jelas, ketika penyakit ‘aneh’ itu datang, aku merasa begitu ketakutan. Ketakutan ini begitu beralasan, karena ke-lima ‘penampakan’ dalam diriku itu, hanya terjadi pada diriku saja. Orang lain tidak merasakannya. Kuceritakan pada orang lain pun, mungkin mereka tidak akan mudah percaya. Karena secara fisik aku biasa saja. Seperti tidak terjadi apa-apa. Maka sekali lagi, aku seperti memasuki dimensi lain yang bukan dalam kehidupanku. Pikiran kacau yang tidak stabil ini kutakutkan akan membuat diriku nekat melakukan hal-hal yang tak terduga.

Untunglah, di ambang kesadaranku, ketika kejadian itu datang dengan tiba-tiba, segera saja kubasuh diriku dengan wudlu. Lalu kulanjutkan dengan melantunkan Surat Yaasiin dan doa Nurun Nubuwwah. Tak putus dzikir kugumamkan dari bibir ini. Disambung dengan doa-doa penuh pengharapan. Aku berharap semoga dzikir dan doaku terbang ke langit, dan membuka pintu-Nya untuk segera menghentikan rasa gelisah ini. Aku kadang membayangkan kematian. Maka, semoga saja dengan berdoa, akhir hidupku ini menjadi akhir yang bahagia (khusnul khatimah). Bukan hanya diriku, orang tua pun juga ikut mendoakan. Memberikan aku segelas air berisi doa-doa yang sama, doa penuh pengharapan. Karena hanya kepada-Nya kami memohon segala kebaikan.

Syukurlah, selesai dzikir dan berdoa, penyakit ‘aneh’ itu berangsur-angsur mereda. Aku ingat, kejadian ini pertama kali terjadi ketika aku masih SD atau SMP dulu. Lebih sering terjadi ketika aku merasa sakit (biasanya sakit thypus yang membutuhkan porsi istirahat lebih). Namun intensitasnya berkurang ketika SMA atau perkuliahan dulu. Kadang sekarang pun masih juga, walau kadarnya telah jauh berkurang. Namun yang jelas, ketika perasaan itu datang, segera saja kulakukan ritual khas-ku dengan berdzikir dan berdoa. Mungkin Allah ingin mengingatkan aku senantiasa tidak melupakan-Nya. Agar aku selalu berdzikir dan berdoa tak kenal suasana. Agar aku merasa menjadi makhluk paling lemah dan hina, karena hanya Allah-lah kekuatan yang Maha Sempurna.

Belakangan aku tahu, ketika tanpa sengaja menonton sebuah tayangan di televisi (kalo tidak salah di Metro TV). Dikisahkan ada suatu penyakit aneh yang diderita seseorang, dimana penderitanya melihat hal-hal aneh yang diluar kebiasaanya, seperti melihat orang lain dengan hidung memanjang, tangan yang membesar, benda-benda menjadi aneh diluar kelaziman. Nama penyakit itu adalah “Syndrom Alice in Wonderland”. Loh kok ini mirip dengan judul buku anak-anak karya penulis Lewis Carol sih? Ya… namanya memang seperti itu. Dikisahkan, dalam cerita anak-anak itu, Alice juga mengalami hal-hal aneh seperti ini melalui lubang kelinci. Ia seperti memasuki negeri ajaib antah berantah. Wah, persis seperti yang pernah kualami nih, pikirku. Ternyata, penulis Alice in Wonderland (Lewis Carol) pun mungkin pernah mengalami penyakit ‘aneh’ yang pernah kualami ini. Konon katanya, penyakit ‘aneh’ ini kerap muncul pada usia anak-anak. Intensitasnya menjadi berkurang (bahkan hilang sama sekali) ketika dia dewasa. Ya… ya… Ini mungkin terdengar sangat aneh, tapi benar-benar nyata! Karena aku pun pernah mengalaminya. Menjadi seperti Alice in Wonderland…

…dan setiap kisah kehidupan adalah pengetahuan yang diajarkan Tuhan kepada manusia.

Indramayu, 17 Mei 2010
All rights reserved © 2010
By Ibnu Atoirahman


Tulisan ini dibuat untuk KONTES BLOG Berbagi Kisah Sejati

Penyelenggara: http://anazkia.blogspot.com/

Sponsor : http://denaihati.com/

Iklan

18 comments on “Aku dan Penyakit ‘Aneh’ku

  1. Assalamualaikum..
    Saya juga pernah ngerasain hal itu..dan saya coba search di google sampai nemu halaman ini..dulu sering saya alami,trus berangsur hilang..bahkan waktu kecil saya ngerasain waktu tidur..seperti tumpukan batu bata yg dibuat sangat cepat lalu di robohkan lg..lalu di buat lg..kadang terlihat begitu kecil,kadang sangat besar hingga menimpa badan saya..dan belakangan ini saya mulai merasakannya kembali..bahkan sering..terima kasih untuk infonya.. 🙂
    salam..

    >>>pH: Wa’alaikum salam. Wah, kita pernah punya pengalaman yang sama ya. Hehe…

  2. Ping-balik: Daftar Peserta Lomba - Daftar Peserta Lomba - Daftar Peserta Lomba - Daftar Peserta Lomba | Asuhan Keperawatan

  3. kayaknya aku juga pernah ngalamin kejadian ini waktu kecil .
    sering malah .
    tapi sejak sma kayaknya belum pernah ngalamin lagi .

    >>>pH: Wuaah, pernah ngalamin juga ya? 🙂

  4. aku jg pernah, tp cuma dg perasaanku aja..mata n telinga ga kganggu, cuma kl merem liat bnda2 yg kdang gde bgt kdang kcil bgt..itu pun dulu waktu kecil dan lg demam, skrg udh ga, alhamdulillah 🙂

    >>>pH: ternyata namanya syndrome alice in wonderland. konon katanya, “penampakan” ini berangsung menghilang/berkurang seiring dengan bertambahnya usia.

  5. Persis sama seperti yg saya rasakan. Apalg dibagian jari2 seperti mengecil. Ternyata bkn saya saja yg mengalami seperti ini…

  6. Ini cerita saya jauh berbeda dengan kisah kalian semua tetapi gejala-gejala semua yang tercantum disini semuanya kena denganku apa ini hanya sebuah illusi? Apa ini hanya sebuah mimpi? Apa ini hanya seperti Sasuke sedang Genjutsuin aku? Apalagi bagian yang diawasi oleh makhluk halus!😖😖😖 rasanya itu kayak aku diikuti setan THE CONJURING 2 bernama “Valak” penyakit ini aku rasakan berbeda seperti yang sindrom kamu bilang “Alice In Wonderland” tetapi rasanya “human Trapped By The Anime Jin” penyakit ini lebih dahsyat dari penyakit bersinrom “Alice In Wonderland” berbeda kalian menganggap jari kalian mengecil seperti illusi tetapi aku merasa kayak aku ini dirasuki oleh “Goldie” yang berasal dari film anime “Inazuma Eleven Go” berbeda dengan kartun lain ya… Kalian kan sudah tahu bahwa anime kebanyakan perang filmnya kalau kartun biasa itu lebih beredukasi. Yang paling aku alami ini adalah bercampur kalimat ketika aku ingin bicara kalimat yang ada di film seperti Naruto, Inazuma Eleven Go, Dragon Ball Z, dan yang paling aku takuti sekarang adalah The Conjuring 2: Enfield Poltergeist. Memang aku tahu apa yang kalian rasakan tetapi ini penyakit yang kalian alami sekarang, seperti yang aku katakan penyakit Human Trapped By
    The Anime Jin lebih dahsyat dari kalian karena yang kurasakan ini seperti migren, mual, merinding, demam, amandel semua penyakit itu rasanya digabungkan dalam satu sindrom yang bernama Human Trapped By The Anime Jin! Bagaimana aku bisa tahu sindrom ini? Itu semua karena aku pernah memiliki penyakit yang sama ketika aku berumur 4 berbeda dengan sekarang dulu sindromku adalah Human Trapped By The Blacl King yang illusinya masih ketawan babwa itu illusi mudah untuk disingkirkan jika sudah disingkirkan maka akan terlahirlah Human Trapped By The Anime Jin! Pasti kalian bertanya emangnya conjuring anime? Memang bukan tetapi sindrom Human Trapped By The Anime Jin ini berasal dari film film yang sangat kita ingatnya sehingga kekuatan otak kita tidak dapat menampungi film-film dahsyat tersebut karena suara-suara yang kita dengarkan sehari-hari sangatlah banyak maka otak kita tidak memiliki cara tetapi mengeluarkan film-film dahsyat tersebut akan bercampur-campur aduk-aduk di seluruh kepala kita kayak merasakan migren ultimate maksudnya semua sisi-sisi kepala terasa sangatlah pusing tetapi yang dapat menyembuhkan penyakit hanyalah Tuhan yang berkuasa. Jika kalian memiliki cerita atau penyakit yang sama tolong reply ini komen karena aku ingin membantu orang yang memiliki penyakit yang sama denganku karena penyakit ini tidak dapat disembuhkan sendiri. Terima Kasih salam dari: Charles

    • Asalamualaikum….
      Semua yang kamu ceritakan itu pun terjadi kepada yang saya rasakan skarang ini😢
      Dan ini semua membuat saya bingung dengan nama penyakit nya dan apa penyebabnya😢
      Thanks😊😊

      • Iya bang sya juga sama,sya malah kadang down sering bersliweran pikirian2 yang aneh,seperti smua org sedang memperhatiin sya,dan mood sya juga sering ber ubah2 dlm hitungan menit,jdi lebih sensitif,pemalu,dan skarang lebih suka menyendiri :(…
        Mohon bantuan nya dong…

        >>>pH: perbanyak dzikir dengan mengingat-Nya. Kalo saya, ketika rasa itu datang, saya langsung baca qur’an. Meskipun berat, berusaha saya tahan. Jangan menyendiri, sibukkan diri dengan ngobrol bersama orang lain.

  7. Ngerasa kayak ngitung angka angka yang nominanya besar gitu gak?
    >>>pH : belum pernah yang seperti itu 🙂

  8. dulu waktu kecil klo cerita ke org tua. katanya mau gede.. tp skrg aku udh gede masih ngrasain hal kyk gt. jadi penasaran akhirnya tanya mbah google. sampe bermacam2 keyword di ketik di google. eh akhirnya nemu cerita ini.. jadi itu namanya. hehehe.

  9. dari kecil sampe sekarang saya masih sering ngerasain itu apalagi saat lelah dan saat mau tidur, rasanya takut dan ingin menangis saat ngerasain itu.
    sebelum saya tau bahwa penyakit ini bernama Syndrom Alice in Wonderland, saya kira saya mengalami serangan panik.
    saya masih bingung kenapa saya bisa ngerasain hal seperti itu? saya berfikiran kalau ini terjadi karena trauma sewaktu kecil, apa itu benar?

  10. Saya sering sekali rasaain seperti itu. Semua terasa cepat keadaan,gerakan, juga suara semuanya cepat makin lama makin cepat. Padahal saya tau klw saya itu bergerak secara normal. Saya jg merasa barang2 menjadi besar. Selama ini alhamdulillah hanya itu yang saya rasakan. Ada pendapat kah.?

    >>>pH: Iya, saya juga sering gitu. Rasanya benar-benar “aneh” dan “takut” soale hanya kita sendiri yang merasakan. tapi sekali lagi, ketika “dia datang” saya langsung berwudlu, merapal doa memohon agar Yang Mahakuasa segera menolong saya. Alhamdulillah, setelah dewasa, “penyakit” ini jarang muncul.

  11. assalamualaikum

    min.. saya mau tanya.. kapan hilangnya penyakit itu .. atau ada kah obatnya.. sampai sekarang saya masih ngarasain penyakit itu..
    dan.. malah semakin menjadi.. klo boleh tau ada kah obatnya atau akan hilang sendirinya..

    kalau hilang sendirinya kira kira usia berapa. karna saya sudah mengalaminya sejak sd kelas 3. tepat setelah saya sakit tifus. hingga sekarang saya kuliah. masih blom hilang penyakit itu.. tolong kasih respon min..

  12. Assalamualaikum,
    Bisa minta penjelasan knpa hal itu bisa terjadi? Ada hal yg sama terjadi pada saya. Saya sering sejak kecil saat saki sering merasa semua berjalan sangat cepat, tapi sekarang saya merasa hal itu sering muncul walau saat kondisi saya sedang tidak sakit.
    Mohon penjelasannya, terimakasih

    >>>pH : Wa’alaikumsalam. Wuah, saya juga tidak mengerti apa yang terjadi pada saya ketika itu. tetapi sepertinya, “penyakit” ini muncul ketika badan saya tidak sehat dan banyak pikiran. jalan satu-satunya bagi saya ketika itu adalah “merapal mantra” alias doa-doa. Memohon kepada Yang Mahakuasa, semoga segera reda. Dengan berjalannya waktu, penyakit seperti ini hilang dengan sendirinya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s