Mabuk Facebook..book..book..

Tak pernah kubayangkan 10 tahun yang lalu kejadiannya bisa seperti ini. Dulu, ketika mengidolakan seseorang (public figure) untuk berhubungan dengan mereka perlu waktu yang cukup lama. Mulai dari mencari infomasi tentang mereka di media massa, kemudian menulis surat kepada mereka. Itu pun tidak menjamin mereka akan membalas surat kita karena orang yang mengirim surat kepada mereka pun sama banyak jumlahnya. Namun kejadian seperti itu menjadi bisa diminimalisasi. Semenjak maraknya internet yang menjangkai desa-desa bahkan sekarang sudah bisa diakses melalui handphone, ajang situs pertemanan pun menjamur. Wahana ini memungkinkan kita untuk lebih mudah ‘bertemu’ dan mengobrol dengan mereka, sosok-sosok yang kita kagumi yang bahkan bertemu secara nyata pun tidak pernah.

Salah satu situs jejaring sosial itu adalah Facebook. Dibuat oleh Mark Zuckerberg, yang saat itu masih berusia 23 tahun dan masih berstatus sebagai mahasiswa Harvard University. Di kamar asramanya, Zuckerberg bekerja dan meluncurkan situs dam sistem jaringan yang dapat menghubungkan seluruh elemen di kampus Harvard, termasuk dosen, staf dan para mahasiswa. Akhirnya, situs ini berkembang bukan hanya di Harvard saja, tetapi juga kampus-kampus lain di Amerika. Dan akhrinya mendunia. Situs jaring sosial ini pun bernama Facebook.

Facebook? Buku wajah? Atau Wajah buku? Hemm.. Mungkin maksudnya, buku digital yang menampilkan keadaan kita (status) yang bisa dilihat orang lain. Juga menampilkan informasi-informasi yang disebarkan secara cepat dalam waktu yang bersamaan. Mengenai facebook sendiri di Indonesia ada pro dan kontra.

Menurut saya, facebook hanyalah sarana. Seperti pisau yang bisa menjadi bermanfaat atau justru berbahaya tergantung yang menggunakannya. Pisau jika digunakan oleh ulama, yang terpotong paling-paling Cuma leher ayam, kambing, sapi untuk kurban. Tetapi jika digunakan oleh penjahat, maka yang terpotong bisa-bisa leher manusia. Jika digunakan oleh ibu-ibu rumah tangga, justru sangat berguna untuk keperluan dapur. Tapi jika digunakan oleh anak kecil dan balita, tentu menjadi lain. Bisa-bisa melukai diri mereka sendiri. Jadi pendek kata, pisau hanyalah alat yang bisa menjadi baik atau buruk tergantung pemakainya.

Begitu juga facebook, dan juga jejaring sosial lain seperti Friendster, Twitter, Tagged, Hi-5 dan lain-lain. Jika digunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, tentu menjadi sarana yang membahayakan. Tak sedikit orang-orang menjadi korban akibat jejaring sosial macam ini. Mulai dari penipuan, penculikan yang berujung pada perkosaan, sarana perselingkuhan, dll. Maka tidak juga salah ketika ada fatwa MUI Jawa Timur yang mengharamkan facebook melihat dampak-dampak buruk yang ditimbulkannya. Mereka hanya ingin lebih wara’ (berhati-hati) dengan tindakan pencegahan (preventif) agar para remaja yang menjadi mayoritas pengguna facebook tidak menjurus hal-hal negatif. Bahkan yang bukan negatif pun menjadi kurang baik Cuma gara-gara facebook. Ingin selalu update status, dan menunggu status kita dikomentari orang hingga lupa waktu, saling mencela dan menghina orang lain bisa menjadi penyebab bahwa facebook yang kita gunakan sudah tidak sehat. Selain itu, perlu kehati-hatian bahwa identitas yang kita cantumkan di facebook secara lengkap bisa-bisa dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Terlepas dari keburukan-keburukan yang ada, facebook juga bisa berguna. Seperti yang sudah dijelaskan di awal, kita bisa menjadi komunikasi dengan tokoh-tokoh idola dengan cukup mudah (walaupun perlu hati-hati ada tokoh-tokoh ‘palsu’ yang mengatasnamakan public figure tersebut.  Gara-gara facebook, saya bisa bertemu dengan sahabat-sahabat lama yang mengilang entah kemana. Saya juga bisa berjumpa  dengan tokoh-tokoh penulis yang saya kagumi yang dulu sepertinya tidak mungkin bertemu meski hanya didunia maya, seperti: Asma Nadia, Ali Muakhir, Arlen Ara Guci, Ary Nilandari, Akhi Dirman Al-Amin, Dwi Suwiknyo, Intan Savitri (Izzatul Jannah), Galang Lufityanto, Helvy Tiana Rosa,  Jazimah Al Muhyi, Maimon Herawati (Muthmainnah), Muttaqwiati, Golagong, Tias Tatanka, Rahmadiyanti, Yeni Mulati (afifah Afra), dan lain-lain.  Mereka adalah penulis-penulis hebat.  Dari mereka saya bisa belajar banyak tentang banyak hal terutama kepenulisan, membangkitkan semangat untuk terus menulis, sebagai ajang promosi buku, dan lain sebagainya. Saya juga bertemu dengan sahabat-sahabat baru yang sebelumnya tidak saya kenal. Yang jelas, pada mulanya facebook memang diciptakan untuk mempermudah komunikasi seperti ini.

Namun demikian, dalam berfacebook kita juga perlu berhati-hati. Informasi dan status yang terlalu detil di akun kita bisa dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Terlebih lagi pihak pengembang facebook menerapkan kebijakan baru, bahwa situs jejaring sosial ini menjadi lebih terbuka. Orang-orang yang tidak terdaftar di facebook pun bisa melihat status dan profil kita dengan mudahnya. Oleh karena itu, ada beberapa tips yang bisa dilakukan dalam berfacebook ria agar tetap aman seperti yang saya kutip dari Republika Online (http://republika.co.id) diantaranya:

  • Jangan menggunakan password yang lemah
  • Jangan menulis tanggal lahir dan infomasi alamat yang lengkap di profil
  • Jangan menayangkan nama anak dan foto anak anda
  • Jangan menyebutkan status yang menyebutkan bahwa anda akan pergi
  • Mengatur setting privasi hanya untuk teman, bukan untuk semua orang agar tidak bisa ditemukan oleh Search Engine.
  • Mengawasi anak-anak kita dalam menggunakan facebook

So, mabuk Facebook? Jangan lah ya… sekadarnya saja. Ambil yang baik, buang yang buruk.  Kalo Mabuk book? (gila baca buku maksudnya). Boleh lah. Biar lebih pinter dan cerdas, menambah wawasan.  Terutama di hari ini, tanggal 17 Mei yang dikenal sebagai hari buku nasional.

Selamat Hari Buku Nasional

Sukseskan Gerakan “YoCaLis” : Ayo Membaca dan Menulis!

Kunjungi PONDOK HATI (Reading Park/Taman Bacaan) di Indramayu!

Renungan di Hari Buku Nasional

Indramayu, 17 Mei 2010

All rights reserved © 2010

By Ibnu Atoirahman

Iklan

One comment on “Mabuk Facebook..book..book..

  1. gunakan facebook dengan bijak.

    ~ izin tukar link ya, boleh? 🙂

    pH: Betul..betul..betul.. Insya Allah, sayah akan pasang link mbak Ica di blog sayah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s