Ramalan untuk Pemimpin Indonesia

Jayabaya pernah meramalkan bahwa Indonesia ‘hanya’ akan dipimpin oleh lima orang pemimpin saja. Setelah itu, tamatlah sudah riwayat Indonesia!

Dia meramalkan bahwa nama-nama pemimpin tersebut dapat diketahui nama belakangnya yang disingkat NO-TO-NO-GO-RO. Dalam bahasa jawa, “notonogoro” sendiri memang berati menata kehidupan bernegara, tugas mulia dari seorang pemimpin negara.

Maka mulailah orang-orang untuk membandingkan nama-nama presiden yang telah lewat. Menurut ramalan, nama Presiden pertama harus berakhiran “NO”. Dan ketika Soekarno menjadi presiden yang pertama, maka genaplah sudah ramalan yang pertama. Pengganti Soekarno adalah Soeharto yang memang berakhiran “TO”. Sampai di sini, ramalan itupun seperti tergenapi juga. Harusnya, presiden yang ketiga memiliki nama belakang berakhiran “NO”. Namun yang muncul justru Baharudin Jusuf (BJ) Habiebie yang berakhiran “BIE”. Ini jelas tidak sesuai dengan ramalan Jayabaya. Namun ada juga yang berpendapat bahwa nama Habiebie bukanlah nama orang Jawa. Nama tersebut harus dikonversi terlebih dahulu ke dalam nama orang Jawa. Habiebie (berasal dari Bahasa Arab) berarti terkasih/cinta. Ya mirip-mirip itu lah. Nah, kalo dikonversi ke dalam bahasa jawa, muncullah nama Tresno (alias Habiebie) yang ternyata berakhiran “NO”. Orang pun mulai meneliti bahwa  nama ini sesuai dengan ramalan di atas bahwa presiden ketiga memang berakhiran “NO” juga. Pengganti Habibie, yang merupakan presiden keempat harus berakhiran “GO”. Tetapi yang muncul justru KH. Abdurrahman Wahid. Nama ini tentu saja sangat jauh panggang dari api, tidak sesuai dengan harapan ramalan yang ada. Jika mengikuti kaidah seperti Habiebie yang namanya dikonversi ke dalam bahasa jawa pun tidak banyak membantu. Wahid (juga berasal dari bahasa Arab) yang artinya Satu, dikonversi dalam bahasa jawa menjadi “SIJI” atau SETUNGGAL”. Sangat tidak cocok! Begitu juga presiden kelima yakni Megawati Soekarno Putri yang berakhiran “RI” sangat tidak cocok dengan ramalan Jayabaya yang menyatakan bahwa presiden kelima haruslah berakhiran “RO”. Hohoho.. Jadi simpang siur kan? Ditambah lagi kini ada presiden Indonesia keenam yakni Susilo Bambang Yudoyhono. Sementara menurut Jayabaya, stok presiden Indonesia sudah habis. Hehe..

Namun ada pemikiran baru yang berpendapat bahwa, untuk dikatakan sebagai presiden Indonesia yang benar menurut ramalan adalah harus memimpin dalam waktu yang cukup lama. Tengok saja, Soekarno yang memimpin Indonesia cukup lama (berapa tahun ya?). Soeharto memimpin Indonesia selama 32 tahun. Keduanya bisa dimasukan sebagai pemimpin Indonesia pertama dan kedua seperti yang dijelaskan Jayabaya. Sementara itu, Habiebie, KH. Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarno Putri tidak masuk hitungan sebagai presiden yang diakui keberadaannya dalam ramalan Jayabaya karena masa jabatannya hanya sebentar, bahkan tidak sampai 5 tahun. Mereka hanya menjadi presiden-presiden transisi atau peralihan. Presiden ketiga Indonesia sebenarnya adalah Susilo Bambang Yudhoyono yang memerintah lebih dari satu periode (lebih dari 5 tahun). Menjadi cocok dengan ramalan karena nama presiden ketiga ini memang berakhiran “NO”. Jadi, Indonesia sekarang ini baru dipimpin oleh Presiden yang ketiga. Presiden yang keempat dan kelima belum muncul. Dan sekali lagi, syarat untuk dikatakan menjadi pemimpin Indonesia yang diakui, memiliki masa jabatan yang cukup lama. Jika kurang dari lima tahun, bukanlah disebut presiden yang diakui dalam ramalan, tetapi hanya merupakan presiden transisi atau presiden peralihan. Huiiih…

Itu beberapa pemikiran-pemikiran nyleneh, yang membahas antara ramalan Jayabaya dengan pemimpin Indonesia. Percaya atau tidak itu terserah anda. Karena ramalan sifat-nya hanya bersifat nisbi, bukan kebenaran mutlak. Orang-orang hanya menduga-duga, tanpa sebuah kepastian yang jelas. Makanya, anggap saja ini sekedar intermezzo, selingan bagi drama kehidupan Indonesia yang semakin tidak jelas ini. He..he..

Indramayu, 19 Mei 2010

All rights reserved © 2010

By Ibnu Atoirahman

11 comments on “Ramalan untuk Pemimpin Indonesia

  1. Supaya kelihatan lebih nyeleneh lagi tahun 2014 jangan pilih presiden yang nama belakangnya berakhiran “go” biar Indonesia tdk cepat tamat riwayatnya.

    >>>pH: Hihihi…. usul yang sangat ‘nyleneh’. Lagi mikir… siapa ya orang yang berakhiran ‘go’ itu??? ^^v

  2. Saya baru tahu ramalan yang satu ini, saya paling ngeri sama ramalan Joyoboyo (org jawa berucap demikian) yang meramalkan pulau Jawa terbelah jadi dua! Wallahualam

    >>>pH: Hanya Allah yang Maha Tahu..

  3. emg ramalan itu dibuat taon brp sih.. ??

    >>>pH: Wah, gak tau tuh. Zaman duluuuuu banget. kata orang tua-tua sih gitu. hehe…

  4. moga aja benar-benar ada pemimpin yang membawa indonesia aman, makmur dan jaya.

    >>>pH: Amin… itu yang diharapkan kita semua… ^^b

  5. Pulau Jawa terbelah jadi dua…apa dimulai dari Porong Sidoarjo??

    >>>pH: Wah, semangkin ngeri memikirkannya. Mungkin sajah…

  6. tokoh nasional yg berakhiran “go+ro” arifin panigoro, indria chaniago

    >>>pH: wah..wah.. iya tuh. apa mereka juga bakalan nyalon presiden?? hihi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s