(Bukan) Keluarga “Fantastic Four”

Pernah nonton film Fantastic Four? Itu tuh, empat orang yang punya kekuatan ajaib. Ada Reed Richards (Mr. Fantastic) yang punya badan superelastis, yang bisa melar sepanjang yang dia mau. Ada Susan Storm (Invisible Girl) yang bisa ngilang gak kelihatan. Trus Ada Johnny Storm (Human Torch) yang tubuhnya bisa menyala api dan punya kemampuan terbang. Dan terakhir, Ben Grimm (The Thing) yang menjelma menjadi manusia batu yang sangat kuat. Sebelum dilayarlebarkan, Fantastic Four lebih dulu tayang lewat serial kartun (bikinan Stan Lee). Menjadi lebih menarik dengan penggambaran visual yang seolah nyata dalam bentuk manusia normal seperti kita-kita. Wah, wah..Seru juga liat film ini. Empat orang yang menjelma menjadi superhero, pahlawan kebajikan.

Lalu apa hubungannya dengan keluargaku? Hehe.. gak ada. Kami hanya manusia biasa yang memang tidak ditakdirkan untuk memiliki kekuatan super seperti tokoh-tokoh dalam Fantastic Four tersebut. Satu-satunya kesamaan adalah jumlah kami memang empat orang dengan satu orang wanita didalamnya. Ayahku, Ibuku, Diriku dan Adikku. Sekali lagi, tanpa kekuatan super!

Setiap orang memang ditakdirkan untuk menjadi dirinya sendiri, dengan segala kelebihan dan kekurangan masing-masing. Namun dari sekian banyak kelebihan dan kekurangan, tentu ada yang menonjool. Seperti Fantastic Four yang memiliki kekuatan super yang menonjol dalam diri mereka. Dan setelah melalui pengamatan sehari-hari, aku sedikit memberikan hipotesa bahwa keluargaku pun demikian. Juga keluarga-keluarga yang lainnya. Meski satu keluarga, kadang memiliki sifat yang berbeda-beda. Walaupun ada juga kesama-samaannya. Toh, kami memang berasal dari darah yang sama. Kami sama-sama memiliki golongan darah B. (hehe..).

Ayahku, seorang pekerja keras. Tak jarang kulihat beliau masih bekerja meski badan terasa lelah dan pikiran yang penat teramat sangat. Toh, beliau tidak mengeluh meksi badan berpeluh. Baginya, bekerja untuk memberi nafkah keluarga juga merupakan ibadah, yang juga berpahala.

Ibuku, seorang yang kuat doanya. Tak sedikit waktu yang dilewatkannya untuk berdzikir dan berdoa tak kenal suasana. Entah sedang mengerjakan pekerjaan rumah atau pun lainnya. Banyak dzikir dan doa yang beliau gumamkan setiap saat. Kadang selalu sama dan diulang beberapa kali. Bayangkan, mengulang doa-doa yang sama, doa-doa yang cukup panjang berkali-kali. Begitu setiap hari. Tak pernah bosan lidahnya memuji dan mengingati diri. Bahwa ada kekuatan Maha Besar dari dirinya sendiri.

Diriku, seorang yang berwawasan (hehe.. bukannya narsis nih). Ini dikarenakan aku banyak membaca. Membaca macam-macam buku. Maka tak heran aku sedikit lebih tau dibandingkan keluargaku yang lain berkat hobi gila-ku membaca. Aku yang rada kuper tidak disangka tau hal-hal yang ada di dalam dan luar negeri. Seolah aku pernah ke sana, padahal kenyataannya belum. Walaupun tidak semua hal aku tahu, setidaknya ada banyak hal yang menjejali pikiranku dengan pengetahuan-pengetahuan baru. Setiap selesai mendapat ilmu baru, aku seakan merasa lebih bodoh dari sebelumnya. Ternyata dunia sangat luas. Dan takkan cukup kita menuliskan kalam-Nya meski seluruh pohon menjadi pena dan air laut menjadi tintanya. Takkan pernah cukup untuk menuliskan segala kebesaran Ilahi.

Dan adikku, seorang yang pandai bersosialisasi. Temannya banyak. Mudah bergaul dengan siapa saja. Dia mau menjalin tali silaturahmi dengan siapa saja. Makanya, pergaulannya luas banget.

Seperti dalam Fantastic Four, setiap anggotanya mempunyai ‘kelebihan’ masing-masing. Untuk berhasil mengalahkan musuh mereka harus bekerja sama, saling bantu membantu. Tidak hanya mengandalkan kekuatannya sendiri saja. Begitulah, aku dan keluargaku. “kekuatan” yang kami miliki, tidak akan sempurna jika hanya digunakan secara individu. Kami harus bersatu: bekerja keras, berdoa, berwawasan dan bersosialisasi menjadi hal-hal yang saling mendukung keberhasilan kita. Itu adalah bagian dari kehidupan kita juga bukan? Jika itu disatukan, niscaya ‘Fantastic Four’ pun akan memiliki saingan baru. Hehe…

Indramayu, 1 Juli 2010

All rights reserved © 2010

By Ibnu Atoirahman

2 comments on “(Bukan) Keluarga “Fantastic Four”

  1. kalo kluarga yg kayak “x-men” ada g ya? tapi kalo kluarga “sinchan” kayaknya pasti ada deh..
    hehehe…

    >>>pH: hehehe…ting..ting! (mikir.com)

  2. kerrenn gue sukka film inni muddah#an film nya makkin banyakk ajja .. aminnn

    >>>pH: Hehe.. dulu lebih banyak lihat versi kartun-nya. ^^v

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s