Jangan Pilih Pemimpin yang Ambisi Jabatan!

Aku terhenyak ketika membaca terjemahan kitab Riyadhush Shalihin karya Imam Abu Zakariya Yahya bin Syaraf An Nawawi tentang sebuah bab yang diberi judul “Larangan Melantik Pejabat yang Ambisi Jabatan”. Karena penasaran, maka langsung saja kubaca dengan tuntas bab ini. Ternyata bab ini tidak sendirian. Masih ada dua bab lainnya yang mendahuluinya, tetapi masih dalam konteks yang sama yakni bab tentang “Mencalonkan diri menjadi Pejabat” dan bab “Presiden dalam memilih Menterinya”.
Dalam kitab tersebut dijelaskan bahwa, mencalonkan diri atau mengajukan permohonan untuk menjadi seorang penguasa ternyata tidak diperbolehkan dalam ajaran Islam, kecuali apabila ditunjuk atau dalam keadaan darurat gara-gara tidak ada orang mampu memegang jabatan tersebut kecuali dirinya. Hal ini tercantum jelas dalam firman Allah surat Al Qashash: 83. “Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa.” Masih ada hadist lain yang menjelaskan hal ini.

Dari Abdurrahman bin Samurah: Sabda Rasulullah Saw kepadaku, “Hai Abdurrahman bin Samurah, kamu jangan mencalonkan diri/ minta kedudukan di pemerintahan karena jika kau diserahi jabatan tanpa memajukan permohonan sebelumnya, pasti kau akan dibantu dalam melaksanakan tugasnya. Namun jika kau raih jabatan itu atas usul pencalonan dirimu, maka tugas itu akan membebani bahumu. Dan ketika kamu angkat sumpah untuk melakukan suatu pekerjaan, kemudian dalam kenyataannya kamu mengerjakan sesuatu yang lain lebih baik, maka tebuslah sumpah tersebut lalu kerjakanlah yang lebih baik itu.” (HR. Bukhari Muslim)

Dari Abu Dzar berkata: “Ya Rasul, anda tidak memberi tugas suatu apapun kepadaku?” lalu beliau mengelukan bahuku seraya bersabda, “Hai Abu Dzar, bahwasanya engkau orang lemah, dan tugas/jabatan adalah amanat yang nanti di hari kiamat hanya menjadikan kau menyesal dan hina saja, kecuali bagi orang yang mampu melaksanakan kewajibannya dengan penuh tanggung jawab.” (HR. Muslim)

Lebih lanjut, dalam memilih para menterinya, hendaklah Presiden memilih orang-orang yang bertaqwa, berkemampuan sesuai dengan profesi/bidang yang ditanganinya (inilah yang disebut Zaken Kabinet pada era-nya Pak Hatta dulu), jangan memilih dari orang-orang yang busuk hati, tidak berakhlak, ambisi jabatan meskipun mereka dari sahabat karib atau keluarga dekat sendiri.

Dari Aisyah, Rasulullah Saw bersabda: “Ketika seorang raja akan dijadikan baik oleh Allah, maka diperbantukan seorang menteri yang jujur baginya, jika terjadi penyimpangan segera ia memperingatkannya, dan jika berada pada jalur yang benar ia membantunya. Dan jika seorang raja akan dijadikan sebaliknya, maka diperbantukan pula seorang menteri busuk baginya, jika terjadi penyelewengan, ia tidak mau/tidak berani mengingatkannya, dan jika berada dalam kebenaran, menteri tersebut enggan mendukungnya.” (HR. Abu Daud).

Maka dari itulah, seorang Presiden hendaknya mengangkat orang-orang yang baik dan tidak ambisius terhadap jabatan. Seperti dijelaskan dalam hadist, dari Abu Musa Al Asy’ari, katanya: “Aku masuk ke rumah Nabi Saw, bersama denga dua orang sepupuku. Lalu salah seorang dari kedua (sepupu) tersebut berkata, “Ya Rasul, berilah tugas bagiku dari sekian bidang tugas yang engkau terima dari Allah.” Kemudian orang kedua pun melakukan hal yang sama yakni memohon diberi jabatan dari Rasulullah Saw. Maka beliau Saw, menjawab, “Demi Allah, kami tidak akan mengangkat seorang pun dalam memegang jabatan/tugas terhadap orang yang berambisi menduduki jabatan tersebut.” (HR. Bukhari Muslim).

Sekali lagi, aku sungguh terhenyak dan membandingkannya dengan kondisi Indonesia saat ini. Masih adakah orang-orang yang dengan ikhlas hati untuk tidak ambius menduduki jabatan di pemerintahan?

Indramayu, 18 Agustus 2010

All rights reserved © 2010

By Ibnu Atoirahman

Iklan

2 comments on “Jangan Pilih Pemimpin yang Ambisi Jabatan!

  1. assalamualaikum,ini kunjungan balasan mas,memang sangat jarang pemimpin sekarang yg meneladani perjuangan rsulullah dan sahabat sahabat beliau

    >>>pH: Wa’alaikum Salam. Begitulah. Tapi semoga saja ada suatu saat nanti. dan pastinya akan ada! *optimis.com. Hehe. Terima kasih telah berkunjung… ^^b

  2. Kalo saat ini ada mas, walau mungkin blm 100% mendekati Rasullah, Jokowi tdk pernah mencalonkan diri, sementara Prabowo sudah mencalonkan diri selama ber tahun2 dan gagal terus….gaya kempemimpina Jokowi blusukan mencontoh sahabat Umar bin Khatab sejak masih jd walikota Solo, mohon maaf..sy tdk mencoba kampanye tetapi pilihan kita saat ini ya hanya diantara mereka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s