Perbandingan Pemimpin Ja-dul dan Ja-rang

Memilih pemimpin tidaklah sembarangan karena ia akan menentukan nasib kita sebagai rakyat yang dipimpinnya. Jika pemimpinnya baik, maka kita sebagai rakyat kita akan juga menjadi baik. Namun jika pemimpinnya buruk, maka sudah pasti akan berimbas buruk pula pada kita sebagai rakyatnya. Kali ini saya akan mencoba membandingkan antara pemimpin zaman khulafaur Rasidin (jaman dulu alias jadul) dan sebagian pemimpin di jaman sekarang (ja-rang). Perbandingan ini hanya untuk sekedar mengingatkan dalam kebaikan dan taqwa, bukan untuk menghakimi sikap dan perilaku buruk sebagian pemimpin kita di masa sekarang ini. Marilah kita bandingan dengan Pemilu. Pilpres dan Pemilukada kita yang menelan biaya besar. Berapa banyak orang yang rela berkorban harta dan tenaga hanya untuk dipilih menjadi orang nomor satu? Check this out..

INDIKATOR PEMIMPIN KHULAFAUR RASYIDIN PEMIMPIN ZAMAN SEKARANG
Metode pemilihan Diajukan oleh orang banyak Mengajukan diri untuk ditunjuk
Ketika terpilih Menangis sedih Tertawa gembira
Ucapan ketika terpilih “Astaghfirullah” “Alhamdulillah”
Orientasinya Urusan akhirat Urusan dunia
Kepentingan yang didahulukan Kepentingan rakyat tanpa memandang siapapun Kepentingan pribadi, keluarga dan golongan yang memilihnya
Memilih pembantu / staff Yang bertaqwa dan profesional Taqwa nomer sekian yang penting punya jasa terhadap kemenangan dirinya
Modal harta Hampir tidak ada, sehingga ketika tidak terpilih justru tidak merasa rugi apapun Banyak banget, buat ini itu (termasuk) money politic sehingga kalo tidak terpilih jadi stress karena rugi banyak
Tugas awal Memikirkan bagaimana caranya agar rakyat mendapatkan hak-nya Memikirkan bagaimana caranya dia mendapatkan haknya biar balik modal kampanye
Kekayaan Hampir sama seperti sebelum diangkat menjadi pemimpin, bahkan ada yang justru berkurang karena didermakan di jalan Allah Kekayaan meningkat drastis, dengan fasilitas serba mewah kelas nomor satu
Pelayanan Selalu Ingin melayani Selalu ingin dilayani
Ketika perang Maju paling depan Dilindungi di belakang
Ketika iring-iringan Selalu ingin di posisi belakang Selalu ingin diposisi depan
Sifat jabatan yang diemban Sebagai amanah, yang memikul tanggung jawab berat Sebagai anugerah, yang bisa nikmati dengan rasa bangga

Ada yang mau menambahkan? Ini hanya sebuah renungan untuk kita semua tentang bagaimana memilih seorang pemimpin yang akan membawa pada negeri makmur yang diridloi Tuhan (Baldatun Toyyibatun Warobbun Ghofur).

Indramayu, 18 Agustus 2010

All rights reserved © 2010

By Ibnu Atoirahman

One comment on “Perbandingan Pemimpin Ja-dul dan Ja-rang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s