Matematika Pahala

Hampir semua muslim tahu bahwa, rukun islam yang kedua adalah shalat. Secara bahasa, shalat berarti “doa”. Tetapi pengertian ini diperluas secara istilah bahwa shalat merupakan sebuah ibadah ritual khas seorang muslim yang diawali dengan takbir dan diakhiri dengan salam, dimana di dalam ibadah tersebut dilantunkan doa-doa penuh pengharapan kepada Allah Swt. Tentu saja, dalam pelaksanaannya, ibadah shalat memiliki syarat dan rukun tertentu seperti yang tercantum dalam bahasan ilmu fiqih.

 

Rasulullah Saw pernah bersabda, “Shalat itu tiang agama. Barangsiapa mendirikan shalat berarti mendirikan agama. Barangsiapa meninggalkan shalat berarti merobohkan agama”. Banyak hikmah yang terkandung dalam ibadah shalat. Shalat bukan sekedar ritual ibadah biasa, tetapi banyak hikmah baik fisik maupun metafisik sebagai konsekuensi seseorang melaksanakan shalat. Shalat akan membuat sehat seseorang secara lahiriah maupun bathiniah. Gerakan-gerakan shalat terbukti menjadi semacam terapi fisik kesehatan lahiriah manusia. Sedangkan secara psikologis, seseorang yang melakukan shalat dengan baik, terbukti akan menetramkan jiwa dan mencegahnya dari perbuatan keji dan munkar, seperti dijelaskan dalam Al Qur’an surat Al Ankabut: 45 “Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan”.

 

Lebih lanjut, kita tahu bahwa ibadah shalat merupakan ibadah vital (penting) setelah seseorang bersaksi (syahadat). Ibadah shalat menjadi semacam passkey (kunci kelulusan) seseorang di akhirat kelak. Jika shalatnya (dilakukan) baik, maka amalan yang lain juga dengan baik.

 

Dalam bukunya yang berjudul “Jaman Penjor” Pak GusHar memberikan sebuah kajian menarik tentang “Tiang Agama” ini. Ternyata, fakta menarik yang dijelaskan dalam buku ini adalah menghubungkan amalan-amalan baik (termasuk shalat) dengan dunia matematika. Pak GusHar memisalkan dalam kaitannya dengan pahala, shalat ia beri simbol angka 1. Sedangkan pahala amalan baik lainnya ia beri simbol 0. Angka 1 dan 0 ini mirip dengan kaidah dalam pemodelan matematika yang biasa digunakan dalam pemrogramaan komputer yang biasa kita sebut dengan bilangan biner. Kita akan memberikan angka 1 jika perintahnya benar (true), dan angka 0 jika perintahnya salah (false). Tentu saja ini berbeda, bukan tentang masalah pahala dan dosa, karena yang kita bicarakan ini semuanya adalah amalan-amalan baik. Jika seseorang shalat, maka akan diberi pahala dengan simbol angka 1, sedangkan jika seseorang melakukan amalan-amalan baik lainnya, ia akan diberi pahala dengan simbol angka 0.

 

Sebagai contoh kasus, misalkan seseorang pada suatu hari akan melakukan perbuatan-perbuatan baik. Hari itu melakukan tiga perbuatan baik yaitu menolong orang, bersedekah dan menghormati kedua orang tua. Dalam pemodelan yang telah kita sepakati bersama, orang tersebut mendapatkan pahala yang kita tulis 000. Bayangkan jika ia banyak melakukan kebaikan pada hari itu. Pahala angka nol yang ditulis akan semakin banyak. Hanya saja, dalam aturan matematika, berapapun banyaknya angka nol yang berderet, nilainya tetap saja nol, bukan? Lalu, bagaimana agar pahala orang tersebut memiliki nilai? Maka orang tersebut harus membubuhkan angka satu di depan dengan cara melakukan ibadah shalat. Maka, model matematika pahalanya akan ditulis 1000. Kini, pahalanya benar-benar memiliki nilai. Semakin banyak amalan baik tentu nilainya semakin besar.

 

Jika angka satu diletakkan di belakang 0001, maka hasilnya tetap satu. Hal ini menunjukkan bahwa shalat merupakan sesuatu yang penting dalam keseharian seorang muslim. Maka, logikanya menjadi masuk akal bahwa shalat memang benar-benar menjadi ibadah vital sebagai penentu amalan-amalan baik lainnya. Seseorang yang melakukan amalan-amalan baik sebanyak apapun, tidak akan ada artinya jika dia tidak mendirikan shalat. Maka, marilah kita mulai berfikir untuk membubuhkan angka satu di depan pahala amalan-amalan baik yang akan kita lakukan dengan mendirikan shalat. Jadi, sudahkah anda shalat?

Indramayu, 8 Februari 2011

Allrights reserved (c) 2011

By Ibnu Atoirahman

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s