Resolusi 2011

Sebenarnya aku tak pernah tahu apa arti dari kata ‘RESOLUSI’. Ya, hanya sekedar menduga-duga. Mungkin artinya impian atau harapan atau keinginan atau pemecahan masalah atau target yang harus dicapai atau justru bukan pengertian yang kusebutkan tersebut. Maka demi menggenapi rasa penasaranku, aku pun membuka Kamus Besar Bahasa Indonesia (Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional, 2008) untuk mencari pengertian kata RESOLUSI. Maka terdamparlah aku pada sebuah halaman 1203-1204 yang membahas pengertian ini. Ternyata ada dua pengertian tentang RESOLUSI yaitu:

1resolusi /résolusi/ n keputusan atau kebulatan pendapat berupa permintaan atau tuntutan yg ditetapkan oleh rapat (musyawarah, sidang)

2resolusi /résolusi/ n Kim pemisahan senyawa, rasemat ke dl komponen aktif optisnya

Mungkin yang dimaksud dalam masalah ini adalah pengertian yang pertama. Resolusi menjadi semacam pendapat atau azzam (keinginan) yang bisa kita susun untuk mencapai tujuan tertentu.

Suatu waktu aku nonton film: Spiderman 3. Film action yang dibumbui kisah drama romantis dengan tokoh utama Peter Parker si manusia laba-laba. Berbeda dengan film Spiderman 1 dan 2, di Spiderman 3 ini, Peter Parker sempat menjelma ‘agresif’ gara-gara memakai baju hitam yang tak sengaja menempel pada dirinya. Jadilah Peter Parker menjadi ‘Spiderman Hitam’ yang lebih menonjolkan sisi kebrutalannya dengan mengenyampingkan sifat heroik/kepahlawannya. Ia seperti dirasuki hawa panas yang menjadikannya lebih agresif dibandingkan biasanya. Lalu apa hubungannya dengan resolusi pertamaku di tahun 2011 ini? Hehe.. sabar sebentar ya. Aku tertarik dengan kata-kata Bibinya Peter Parker. Ia menasihati Peter yang akhirnya telah kembali menjadi baik dengan kata-kata yang menyentuhku. “Mulailah dari yang paling sulit. Maafkanlah dirimu!” katanya kepada Peter.

Nasihat ini bagus buat Peter yang saat itu begitu menyesal telah menjadi ‘orang jahat’ meski cuma sebentar. Ia seperti menjelma orang lain yang bukan dirinya. Ia begitu menyesal sampai-sampai sulit untuk memaafkan dirinya dan masa lalunya. Bagiku, kata-kata ini bukan hanya untuk Peter Parker, tetapi juga nasihat untuk diriku. Mengingat aku pun pernah punya masa lalu yang sulit untuk dilupakan. Aku pernah menjadi gagal. Aku pernah menjadi pecundang. Sampai-sampai aku sempat tak bisa memaafkan diriku atas kesalahan-kesalahan masa laluku. Kejadian itu memang telah berlangsung lama. Perlahan aku pun mulai pulih. Dan nasihat dari Bibinya Peter Parker itu pun semakin menguatkanku untuk bangkit dari keterpurukan. Ya, Aku harus berusaha memaafkan diriku dan masa laluku. Bukan untuk disesali, tetapi untuk menjadi pengalaman bersejarah dalam rangka perbaikan diri.

Aku juga terkesan dengan ucapan Thomas Wayne, Bapaknya Bruce Wayne dalam Film Batman Begins. Saat Bruce kecil jatuh di sumur tua, Thomas berkata pada anaknya, “Tenanglah, semua akan baik-baik saja. Untuk apa kita terjauh? Agar kita bisa belajar bagaimana kita bangun”. Kata-kata ini sangat menggugah alam bawah sadarku.

Maka resolusiku yang pertama dan utama di tahun 2011 ini adalah “Maafkanlah dirimu, Nu. Maafkanlah masa lalumu. Semoga Allah menakdirkan diriku menjadi orang baik dan lebih baik serta memperoleh kehidupan yang baik dunia akhirat.” Aku berdoa, “Tuhan, jadikanlah aku mampu menjalani takdirku sebagai manusia yang mengabdi pada kebaikan, memperoleh keberkahan dan menebarkan kebahagiaan bagi orang lain”. Amiin.

Ternyata, saya tidak sendiri. Masih ada puluhan orang dengan resolusi-nya masing-masing. Ada Mbak Naqiyyah Syam, Mbak  Sabrina WS, Mbak Ade Anita, Mbak Ratna Dw dan masih banyak lagi. Sucuil tulisan saya bersama dengan penulis-penulis tersebut akhirnya diterbitkan oleh Hasfa Publishing (2011) dalam format Ebook berjudul “RESOLUSI 2011”. Jumlahnya mencapai 111 Resolusi yang ditulis dengan singkat (rata-rata 333 karakter saja). Bagiku, ini adalah antologi pertamaku dan dalam versi ebook. Meskipun demikian, kita pun bisa memesannya dalam versi cetak langsung kepada penerbitnya. Seperti dalam pengantarnya, Mas Agus Faizal menyatakan bahwa “Sebuah resolusi bisa menjadi revolusi, revolusi di dalam diri. Dan itu menjadi sebuah energi hingga menjadi sebuah keajaiban yang penuh dengan kejutan. Setiap kejutan memberi keterperangahannya tersendiri. Semakin bisa dinikmati, semakin memberi misteri yang tak bisa ditampikkan begitu saja oleh akal dan kesadaran.”

Konon katanya, sesuatu yang baik haruslah dimulai dari niat yang baik. Maka niatku insya Allah baik, mengisinya dengan kebaikan untuk kehidupan yang (lebih) baik. Sekali lagi, kita hanya diperintah untuk berikhtiar (berusaha) semampu kita. Selebihnya, Allah-lah yang menentukan keputusan akhirnya. Semoga Allah menolongku.

Indramayu, 11 Februari 2011

Allright reserved (c) 2011 By Ibnu Atoirahman

 

*bagi teman-teman yang tertarik untuk memilikinya, bisa membeli versi ebook-nya (Rp. 5000,-) atau versi cetak (Rp. 25.000,-+ongkos kirim) langsung ke Penerbit Hasfa Publisher melalui inboks facebook di sini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s