Kisah itu Bernama “Titik Balik!”

“Hidup sejatinya adalah mengalami. Mengalami kejadian baik, ataupun mengalami kejadian buruk.” Itu yang dikatakan gurunya Tak Goo dalam serial drama korea berjudul Bread, Love and Dreams. Yupp, benar juga. Makanya, banyak orang yang bilang kalo pengalaman adalah guru terbaik dalam kehidupan. Hidup adalah mengalami berbagai macam peristiwa. Sedih, senang, duka, lara, nestapa, kesal, hampa, bahkan bahagia.

Mungkin inilah pesan moral yang ingin disampaikan dalam buku berjudul Titik Balik. Aku mendapatkan buku ini sebagai hadiah pemenang lomba status of the month yang diadakan Leutika Publisher. Selesai membacanya, aku dihujani berbagai macam rasa. Selesai membacanya, kita akan merasa bahwa tak selamanya hidup selalu berada di bawah. Ada saatnya kita merasa ‘hancur’ seolah berada di titik nadir terendah kehidupan.

Buku ini sebenarnya merupakan kumpulan kisah dari sebuah lomba yang diadakan penerbit. Dipilihlah 18 kisah pemenang dari sekitar 265 kisah sejenis. Kisah-kisah tersebut disajikan dengan menarik. Membaca kisah-kisah dalam buku ini membuatku harus banyak bersyukur tentang hidup. Sangat mengharu biru. Di dalamnya, ada ketegaran, ada semangat. Meskipun tentu saja ada kesedihan yang mendera-dera. Tetapi, bangkit dari keterpurukan adalah poin penting dan utama dari semua kisah itu. Ya, setiap orang pasti punya masalah. Bangkit dari keterpurukan setelah mendapat masalah adalah hal yang luar biasa. Kita akan banyak belajar dari mereka yang telah menemukan titik balik.

Tengok saja kisah mbak Triani Retno yang pedih dalam “Tak Cukup dengan Air Mata”. Tapi ia justru ‘menertawakan’ masalah hidupnya dengan bahasa yang renyah. Ia seolah-olah tidak merasa memiliki masalah. Padahal, persoalan hidup yang berat baru saja menghampirinya.  Aku tak bisa membayangkan, “kok bisa sih, seseorang yang ‘jatuh dari atas’ masih bisa ‘tertawa’ seolah tidak terjadi apa-apa?”. Namun, begitulah Mbak Triani Retno dan keluarganya. Tentu ia pun sama seperti kita, yang merasa sedih ketika ditimpa masalah. Tetapi perlahan ia pun mulai bangkit dari kebangkrutan dan menemukan titik balik kehidupannya.

Ada juga kisah Mbak Dian Nafi Awaliyah berjudul “Suamiku, Aku Makin Memesona, kan?”. Keinganan suami untuk berpoligami menjadi pukulan terberat bagi kehidupannya. Berulang kali ia dikecewakan, tetapi tetap bertahan. Ia berjuang mengatasi badai dalam rumah tangganya. Seorang ibu rumah tangga yang justru akhirnya menjadi wanita karier meniti kesuksesannya.

Kisah lain ditulis oleh Mbak Tri Nursanti dengan judul “Gadai pasti Berlalu”. Gara-gara bom bali yang kedua, usahanya diambang kehancuran. Untuk itulah ia berusaha meminjam uang di bank. Dalam kisah ini terlihat bagaimana gigihnya mbak Tri dan keluarga berjuang mengembalikan pinjaman tersebut di tengah bencana.

Tiga kisah itu hanya sebagian kecil. Masih ada 15 kisah lain yang tak kalah seru dan sayang untuk dilewatkan. Kisah tentang seseorang yang dikepung banjir jakarta, kisah perjuangan melawan narkoba, kisah perjuangan wanita yang cacat tuna rungu, kisah pemain catur yang menemukan Tuhan, kisah perjuangan mengejar medali, kisah si belang menerjang kemiskinan, kisah seseorang yang berhutang 100 juta padahal usianya masih 18 tahun, kisah sahabat yang selalu menyemangati dalam duka, kisah seseorang yang harus diamputasi karena sengatan listrik, kisah semangat mahasiswa Belitung, kisah Asep yang ingin mengubah tradisi orang desa, kisah calon mahasiswa pintar yang ditolak di fakultas kedokteran, kisah sesorang yang ingin kuliah di Amerika, episode Daisy yang penuh luka, serta kisah tentang sekolah, memungut plastik dan harapan.

Bagiku, buku ini sangat bergizi dan layak untuk dinikmati..

 

Indramayu, 13 Februari 2011

All rights reserved © 2011

By Ibnu Atoirahman

One comment on “Kisah itu Bernama “Titik Balik!”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s