Membaca adalah Perintah Agama

Seorang penumpang marah-marah, lalu turun dari angkot gara-gara angkutan yang ditumpanginya itu salah jurusan. Di lain kesempatan, ada juga orang yang tersesat di jalanan Jakarta gara-gara-gara gak bisa membaca nama-nama jalan. Itu hanya sebagian kecil akibat kita malas dan gak bisa membaca.

Memang menyedihkan melihat kenyataan kalo minat baca masyarakat Indonesia jauh tertinggal dibandingkan negara-negara tetangga. Berapa banyak dari kita meluangkan sedikit waktu dalam sehari untuk sekedar membaca? Membaca apa saja. Membaca koran, membaca buku, membaca catatan pelajaran, membaca bungkus cabe, membaca selebaran iklan, membaca buletin, atau apa saja. Juga membaca Al Qur’an kitab suci kita yang mulia. Namun semua seperti terlupakan dengan dalih kesibukan dan sejuta alasan.

Sebenarnya, tradisi membaca adalah tradisi Islam loh. Tidak percaya? Ingat gak, apa wahyu pertama yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad Saw? Jawabnya tentu saja: Surat Al ‘Alaq : 1-5. Dikisahkan dengan dramatis, ketika Muhammad sedang berkhalwat di Gua Hira, datanglah seorang lelaki tak dikenal (yang kemudian diketahui bernama Malaikat Jibril). Tiba-tiba lelaki itu mendekapnya dan berkata: “Bacalah!”. Muhammad yang ummiy (tidak bisa baca tulis) tentu saja bingung, apa yang harus ia baca. Kejadian ini berulang beberapa kali sampai Muhammad dibayangi ketakutan, kecemasan dan kelelahan. Jibril pun akhirnya mengajarkan Muhammad bacaan itu sampai selesai.

  1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan,
  2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
  3. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah,
  4. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam
  5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.  

Ayat di atas membuktikan kalo membaca pun perintah agama dan jika dilakukan akan mendapat pahala. Mbak Helvy Tiana Rosa pernah berkata bahwa buku yang baik adalah buku yang dapat menggerakkan hati, pikiran dan langkah kita menuju cahaya. Demikianlah, begitu banyak manfaat dari membaca. Seseorang bisa berkeliling dunia hanya dengan membaca. Meskipun jasadnya tidak benar-benar pergi ke luar negeri, tetapi dengan membaca sesorang seolah berada di suatu tempat yang ingin ia kunjungi. Membaca akan meluaskan wawasan dan pengetahuan. Membaca akan membuat sehat pikiran dan perasaan. Namun, membaca pun tidak selalu harus dari buku loh. Membaca tanda-tanda alam, membaca keadaan, membaca sifat dan kelakuan, dll. Membaca kehidupan, demikian kita menyebutnya. Orang bijak pernah berkata, jika makan dapat membuat seseorang kenyang, maka membaca akan membuat seseorang menjadi lebih bijaksana. Tuh, kaan.. Jadi, masihkah kita malas membaca? No Way!

Mulai sekarang, AYO BUDAYAKAN MEMBACA!

 

Indramayu, 16 April 2011

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s